Selasa, 23 Oktober 2018 |
Peristiwa

Di PHK Tanpa Pesangon, Puluhan Eks Karyawan PT. DSSP Datangi Kantor Dewan Tanjabtim

Kamis, 01 Februari 2018 18:11:39 wib

JAMBIDAILY MUARASABAK - Akibat dipecat sepihak dan tanpa diberi pesangon, puluhan eks karyawan PT. Dewa Sawit Sari Persada (DSSP), mendatangi kantor DPRD Kabupaten Tanjabtim, Kamis (1 Februari 2018). Sebelumnya, perselisihan kedua belah pihak sempat dimediasi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tanjabtim, namun setelah dua kali melakukan pertemuan selalu menemui jalan buntu. Maka puluhan eks karyawan akhirnya mendatangi kantor DPRD Tanjabtim.

Suwito, selaku perwakilan puluhan eks karyawan PT. DSSP menganggap, pihak manajement perusahan telah melakukan pemecatan tidak manusiawi terhadap puluhan karyawannya. Sejumlah karyawan yang telah bekerja selama dua hingga sepuluh tahun di perusahaan tersebut, tiba-tiba dipecat tanpa pesangon. "Bukan pemecatannya yang kami permasalahkan, tapi caranya itu, karena pemecatannya tidak manusiawi. Kami dipecat tanpa diberi pesangon sepeser pun," ungkap Suwito, yang mengaku telah bekerja di PT. DSSP sejak 2007 lalu.

Selain dirinya terang Suwito, terdapat pula sekitar 30 karyawan lainnya yang bernasib sama. 30 eks karyawan PT. DSSP tersebut, telah bekerja selama dua hingga sepuluh tahun.

Terkait kedatangan pendemo eks karyawan ini, Ketua Komisi C DPRD Tanjabtim Jamil Akbar mengatakan, dalam hal ini DPRD akan mencoba menjembatani perselisihan antara kedua belah pihak. Saat ini pihaknya telah mendengar keterangan dari pihak eks karyawan, dan secepatnya akan memanggil manajement perusahaan untuk melakukan klarifikasi."Kita tadi sudah menampung aspirasi dari pihak eks karyawan, agar informasi yang diterima balance, kita tentunya memerlukan keterangan dari manajament perusahaan. Secepatnya kita akan mengundang pihak perusahaan untuk duduk bersama," kata Jamil.

Perselisihan antara eks karyawan dengan pihak manajement PT. DSSP, sebenarnya pernah dimediasi oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tanjabtim pada 2017 lalu. Sayangnya, dari dua kali pertemuan kedua belah pihak, selalu tidak menghasilkan kesepakatan. Sehingga puluhan eks karyawan pun akhirnya mengadu ke pihak legislatif. "Sudah dua kali dilakukan mediasi, tapi sayangnya belum ada kesepakatan," sebut Kadis Tenaga Kerja Tanjabtim, Mariantoni.

Dalam perselisihan ini, pihak perusahaan seperti sengaja melakukan beberapa kelalalain, sehingga terkesan posisi eks karyawan lemah dan tidak ada payung hukum. Sebut saja tidak adanya peraturan perusahaan, hingga tidak adanya ikatan hukum terkait hubungan kerja antara perusahaan dan karyawan."Kasus ini juga akan ditangani pengawas tenaga kerja dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jambi. Mereka akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan kroscek data. Jika ada temuan tentunya tidak mustahil pihak perusahaan dapat diberikan sanksi," tutupnya.(*)

Penulis : Hendri R
Editor : Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top