Jumat, 20 Juli 2018 |
Hukum

Di Provinsi Ini Perempuan Duduki Posisi Satu Pecandu Narkoba

Senin, 04 Mei 2015 05:40:02 wib

JAMBIDAILY HUKUM-Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur menyatakan bahwa korban penyalahgunaan narkoba di provinsi itu kebanyakan perempuan.

Menurut Kepala BNN Jawa Timur, Brigadir Jenderal Polisi Iwan Abdullah Ibrahim, jumlah pengguna narkoba itu berdasarkan hasil penelitian dan data pengguna yang direhabilitasi di Jawa Timur. Dia mengaku tak hapal angka pastinya tetapi sebagian besar memang kaum hawa.

“Yang jelas korban narkoba didominasi perempuan. Tidak tahu apakah laki-laki lebih kecil jumlahnya karena pandai menyembunyikan sehingga sulit dideteksi," kata Iwan di Surabaya, kemarin.

BNN menargetkan merehabilitasi 100 ribu orang pecandu narkoba pada Mei 2015 sampai Februari 2016. Pengguna atau pecandu narkoba di Jawa Timur mencapai 10 ribu orang dan baru separuhnya yang sudah direhabilitasi.

Menurut Iwan, tujuh orang dikirim ke panti rehabilitasi di Baddoka, Makassar, Sulawesi Selatan, dan panti rehabilitasi di Lido, Bogor, Jawa Barat. Mereka dinilai karena pecandu berat sehingga harus menjalani rehabilitasi khusus.

Di Baddoka dan Lido, pecandu berat akan menjalani rawat inap sampai ketergantungan mereka terhadap narkoba pupus secara bertahap.

Target 10 ribu pengguna yang akan direhabilitasi berasal dari laporan pengguna atau keluarga pengguna dan hasil razia petugas. Guna memaksimalkan itu, selama sembilan bulan ke depan BNN akan menggalakkan razia, terutama di tempat-tempat dengan tingkat privasi tinggi, seperti rumah kos, apartemen, hotel, dan tempat hiburan malam.

Jika diranking, kata Iwan, pasar peredaran narkoba di Jawa Timur kini menempatkan Surabaya sebagai rangking pertama. Itu disimpulkan dari jumlah pengguna narkoba yang tertinggi di antara daerah lain di Jawa Timur. Disusul Malang dan Kediri.

Sementara itu, BNN Jatim merilis rehabilitasi tujuh perempuan yang terdiagnosa jadi pecandu narkoba. Mereka dikirim ke tempat rehabilitasi di Rumah Sakit Jiwa Lawang, Malang, setelah terjaring razia di Madiun.

Kepala Bidang Pemberantasan BNN Jawa Timur, AKBP Bagijo Kurnijanto, menambahkan, tujuh perempuan yang rata-rata berusia muda itu kebanyakan berprofesi sebagai pekerja hiburan malam, seperti pekerja tempat karaoke. Selain menemani pelanggan bernyanyi, mereka juga bisa diajak kencan luar dan pesta narkoba.

"Ada yang sudah pakai narkoba tahunan, ada yang masih bulanan," ujarnya.(Viva.co.id)

KOMENTAR DISQUS :

Top