Rabu, 26 Juni 2019 |
Ekonomi

Di Washington, OJK Janji Dorong Sustainable Financing

Minggu, 14 April 2019 20:37:45 wib
Foto: Ist

JAMBIDAILY NASIONAL - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk terus mendorong program pengembangan pembiayaan berkelanjutan (sustainable financing) demi pembangunan yang peduli akan dampak lingkungan dan sosial masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam sambutanya pada Dinner Reception The 6th Sustainable Banking Network (SBN) Global Meeting pada acara Tri Hita Karana Roadmap for Blended Finance yang diselenggarakan oleh OECS dan Trihita Karana di Washington, Amerika Serikat, Jumat (12/4/2019) lalu.

"Ini merupakan impelemntasi dari Komitmen IMF/World Bank Meeting mengenai pengembangan pembiayaan berkelanjutan," ujar Wimboh sebagaimana dikutip dari siaran resmi, Minggu. 

"OJK akan melakukan Pendalaman Pasar Keuangan melalui penciptaan produk keuangan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang perhatikan dampak sosial dan lingkungan," ucapnya.

Menurutnya, industri jasa keuangan memiliki peran penting untuk menyediakan pembiayaan pembangunan infrastruktur melalui instrumen keuangan berbasis sustainable/green financing. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur dapat dilakukan dalam koridor ramah lingkungan dan sosial.

OJK berpendapat sejumlah hal yang perlu dilakukan untuk mendorong berkembangnya sustainable finance adalah sebagai berikut:

  1. Tersedianya program yang sistematis dan masif untuk memastikan kepedulian di semua pemangku kepentingan.
  2. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta.
  3. Ekosistem yang semakin lengkap.
  4. Komitmen dari komunitas global untuk membantu negara-negara berkembang dalam menyediakan ekosistem yang dibutuhkan.

Dalam tiga tahun terakhir ini OJK telah melakukan berbagai hal untuk mengembangkan sustainable atau green financing itu. Di antaranya adalah menyusun roadmap sustainable finance, menyediakan kerangka regulasi bagi pembiayaan berkelanjutan, penerbitan green bonds/sukuk, sosialisasi dan peningkatan kapasitas pelaku di industri keuangan dengan dukungan dari International Finance Corporation (IFC) dan Sustainable Banking Network (SBN). 

Tahun ini IFC berkomitmen untuk masuk pasar green bonds Indonesia senilai US$1,5 miliar. 

 

 

(prm)/cnbcindonesia.com

KOMENTAR DISQUS :

Top