Jumat, 23 Februari 2018 |
Jurnal Publik

Dialog Imajiner Raina dari Mata Zumi Zola “Jangan dipikirkan, ini berat. Kau takkan kuat, biar aku saja”

Sabtu, 03 Februari 2018 21:51:00 wib
Foto: Humas Pemprov Jambi

KOPI RAINAEDISI kali ini bisa saja dianggap sebagai bentuk atau sifatnya lebih mencondongkan diri atau pro terhadap seseorang, apalagi dia adalah publik figur, hukum tentunya sama bagi siapapun, sama juga dalam sikap, itu semua hak yang menilai kopi raina, terlepas dari apapun, saya hanya melihat sesuatu di sisi lain dari kebanyakan atau umumnya. 

Kali ini saya tidak seperti biasanya sedang di rumah, dan adanya celotehan Raina (anak perempuan saya) seperti biasanya. Kopinya kali ini bikinan dari sebuah kafe (bukan sok gaya-gayaan lho, kopi buatan istri tetap paling istimewa), saya sedang melakukan pekerjaan diluar tetapi kepala saya serasa penuh dengan apa yang saya lihat tadi, Pukul 10.00 s.d 11.30 Wib. Ekspresi wajah, gerak tubuh, pandangan mata, senyum, tawa, hingga getar suaranya saat berbicara. Tetap tersenyum, tetap melepaskan tawa khasnya ditengah ratusan pasang mata tamu undangan, walau kelelahan sebegitu tampak dicekungan kedua matanya.

Ahhhh......mengapa menjadi berputar-putar di kepala saya, mungkin sebagian efek dari banyaknya pemberitaan terkait Jum’at Keramat sehingga tidak sedikit orang yang meragukan kehadiran sosok sang pemimpin ini pada acara pemberian penghargaan atau Award dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk Jambi  dalam rangka peringatan hari pers Nasional (HPN) 2018. 

Ternyata dia hadir, Bukankah dia berdiri di dalam kandang, dalam gudang, atau suatu timbunan, suatu hamparan insan-insan pemburu informasi,? (kata benak Saya berbisik).

Iya, anda pasti sudah mengetahui dia adalah Zumi Zola Zulkifli, belum genap 24 Jam Sabtu (03/02/18) pagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia mengumumkan tentang statusnya, telah menjadi tersangka dalam kasus suap Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2018 yang trend dengan istilah “uang ketok palu” sebelumnya telah ditetapkan empat tersangka.

Mungkin kalimat yang tepat saya gambarkan dari wajah sang gubernur untuk saya yang melihatnya adalah “jangan dipikirkan, ini berat. Kau takkan kuat, biar aku saja” (ini kata saya, ya...mungkin bagi anda tidak begitu).

Dimulai kemunculannya memasuki auditorium rumah dinas gubernur Jambi pada acara tersebut, dengan sapa dan salam yang tidak tertinggal “assalamualaikum”. Turut ceria, juga tersenyum, saat adanya pemutaran video biografi singkat para penerima Award dari PWI Jambi, tidak tergambar adanya sesuatu yang mengganjal pikirannya. Tetapi ada sesekali terlihat pandangan kosong dari mata zola.

Tiba pada urutan tertib acara, zola memberikan kata sambutan di depan ratusan tamu undangan dan puluhan awak media. Zola sampaikan apresiasinya kepada media, "Kita semua menyadari, kerja para jurnalis ini tidaklah mudah dan memiliki tantangan yang sangat tinggi. Saya melihat secara langsung para jurnalis ini mencari berita tanpa mengenal waktu untuk memberikan informasi kepada masyarakat," ujar Zola.

Zola mengemukakan banyak sekali tantangan yang dihadapi para jurnalis dalam mencari berita, untuk menyajikan informasi kepada masyarakat dan lainnya. Sesi sambutan tentu hal biasa dilakukan zola pada setiap kegiatannya namun Suara zola bergetar, suara zola tidak seperti biasa saat di mimbar, suara zola lukiskan gelora hati dan pikirannya (sekali lagi ya, ini kata saya lho, ya...mungkin bagi anda tidak begitu).

Upzzzzzzzz.....pahitnya, aduh ternyata kopi saya habis. Isi kepala belum reda sepertinya segelas lagi agar dapat lebih hangat menyapa. Sebab telah beberapa edisi kopi raina tidak hadir di jadwal semestinya, tapi mungkin saya butuh merasakan lebih dan lebih merasakan lagi agar, benar-benar menjadi kopi raina (lahhh, kok jadi ngelantur ya, hehehe).

Kembali ke zola, saya hanya merasa dia seorang publik figur, pejabat pertama di provinsi dan disematkan label tersangka dari KPK RI bahkan belum menyentuh waktu 24 Jam, tampil di depan para awak media, di acara organisasi media sekelas PWI yang notabene terbesar di Indonesia.

Mental yang baja menurut saya, ketegaran yang tangguh juga menurut saya, saya ataupun anda belum tentu sanggup di momentum tersebut. semoga menjadi pembelajaran bagi siapapun.

Salam santun untuk semua *pencinta dan pembenci Zumi Zola, Semoga bermanfaat salam Kopi dari Raina untuk Jambi,!

 

 

Penulis: Hendry Noesae

**Chatting Via Whatsapp Suaro Wargo jambidaily.com, Bergabung Klik Tautan ini: Whatsaap Group, Galery jambidailyDOTcom

 

 

 

 

Kopi Raina, Lainnya:

KOMENTAR DISQUS :

Top