Jumat, 20 Juli 2018 |
Suaro Wargo

Dian Kurnia Oktavia: Langkah-langkah, serta Teknik dalam Bimbingan Belajar

Sabtu, 26 Mei 2018 19:23:53 wib

JAMBIDAILY SUARO WARGO - Bimbingan belajar terdiri dari dua kata “Bimbingan dan Belajar”. Berdasarkan pasal 27 Peraturan Pemerintah Nomor 29 dinyatakan bahwa : " Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenali lingkungan, dan merencanakan masa depan"

Kemudian definisi “Belajar”  Menurut Slameto, belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Dalam sebuah buku Psikologi Belajar mengemukakan: “Belajar merupakan tahapan perubahan tingkah individu yang relatif menutup sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif.” Jadi kesimpulannya , belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku yang terjadi dalam diri seseorang karena adanya usaha. maka dapatlah disimpulkan bahwa bimbingan belajar itu adalah proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis kepada individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan di dalam belajarnya, untuk mencapai kehidupan yang tambah baik sesuai dengan cita- citanya . Dengan belajar, manusia melakukan perubahan-peruibahan kualitatif individual sehingga tingkah lakunya berkembang. Semua aktivitas dan prestasi hidup tidak lain adalah hasil dari belajar. Kita pun hidup menurut hidup dan bekerja menurut apa yang telah kita pelajari. Belajar itu bukan sekedar pengalaman, belajar adalah suatu suatu proses dan bukan suatau hasil.

Langkah Langkah Bimbingan Belajar

Bimbingan Belajar dapat dilaksanakan melalui tahap-tahap berikut , yaitu :

Pengenalan siswa, yang mengalami masalah belajar di sekolah, di samping banyaknya siswa yang berhasil secara gemilang dalam belajar, sering pula dijumpai adanya siswa yang gagal, seperti nilai rapor yang rendah, tidak naik kelas, tidak lulus ujain, dan sebagainya. Secara umum, siswa- siswa yang seperti itu dapat dipandang sebagai siswa- siswa yang mengalami masalah belajar.

Sebab-sebab timbulnya masalah belajar

1. Keterlambatan akademik, yaitu keadaan siswa yang diperkirakan memiliki intelegensi yang cukup tinggi, tetapi tidak dapat memanfaatkannya secara optimal.

2. Ketercepatan dalam belajar, yaitu keadaan siswa yang memiliki bakat akademik yang cukup tinggi atau memiliki IQ atau lebih, tetapi masih memerlukan tugas-tugas khusus untuk memenuhi kebutuhan dan kemampuan belajarnya yang amat tinggi itu.

3. Lambat dalam belajar, yaitu keadaan siswa yang memiliki bakat akademik yang kurang memadai dan perlu dipertimbangkan untuk mendapat pendidikan atau pengajaran khusus.

4. Kurang motivasi dalam belajar

5. Bersikap dan berkebiasaan buruk dalam belajar, yaitu kondisi siswa yang kegiatan belajarnya sehari-hari , seperti suka menunda-nunda tugas, mengulur-ulur waktu, membenci guru dan tidak mau bertanya untuk hal-hal yang tidak diketahuinya, dan sebagainya.

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah dalam belajar ialah : Memberikan pengajaran perbaikan, pengayaan, peningkatan motivasi belajar, serta pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif.

Teknik Bimbingan Belajar

Bimbingan belajar hendaknya menggunakan teknik yang bevariasi karena perbedaan individual siswa. Perbedaan jenis dan kerumitan masalah yang dihadapi siswa, perbedaan individual guru serta kondisi sesaat, maka dalam memberikan bimbingan belajar pembimbing hendaknya menggunakan teknik yang berbeda-beda. Teknik dari bimbingan belajar dibedakan menjadi bimbingan kelompok dan bimbingan individu.

1. Bimbingan Kelompok dapat dilakukan dengan cara seperti : diskusi, ceramah, remedial teaching, sosiodrama, dan sebagainya.

2. Bimbingan individual dilakukan secara perseorangan berdasarkan jenis masalah atau kesulitan dan keadaan pribadi siswa dengan menyediakan waktu dan tempat yang agak khusus. Pada pelaksanaannya, langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut:

a. Identifikasi kasus

Identifikasi kasus ialah usaha untuk menemukan atau menentukan siswa yang perlu mendapatkan bimbingan. Cara yang dapat ditempuh untuk mencapai tujuan ini adalah dengan jalan analisis hasil belajar, karya tulis, observasi dan lain -lain.

b. Diagnosa

Diagnosa merupakan langkah-langkah menemukan masalah. Berdasarkan langkah kedua ini maka kita dapat menetapkan masalah dan penyebabnya. Cara yang dapat ditempuh dalam langkah ini adalah dengan jalan analisis hasl belajar, angket wawancara dan sebagainya.

c. Prognosa

Prognosa merupakan usaha untuk menelaah atau mengkaji masalah yang dihadapi seorang siswa, termasuk kemungkinan -kemungkinan yang akan timbul jika masalah itu dibiarkan atau jika masalah itu dibantu, serta memperkirakan teknik atau jenis bantuan yang akan diberikan kepada siswa yang mengalami masalah tersebut.

d. Terapi

Terapi merupakan usaha untuk melaksanakan bimbingan kepada siswa yang bermasalah, sesuai dengan ketentuan yang telah dirumuskan pada langkah prognosa.

e. Evaluasi

Evaluasi adalah langkah untuk melihat dan meninjau kembali hasil bimbingan yang telah dilaksanakan.Langkah ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang bersangkutan,

f.  follow up

follow up adalah merupakan langah membantu siswa kembali memecahkan masalah-masalah baru yang berkaiatan dengan masalah semula. Keseluruhan langkah-langkah bimbingan di atas harus dilaksanakan secara berurutan, karena di antara satu dengan yang lain saling berkaiatan dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

 

...

Ditulis Oleh
Nama : Dian Kurnia Oktavia
Fakultas Tarbiyah Keguruan Tadarus Matematika
Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi 

 

 

 

*isi/sumber/referensi dari Artikel sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis

KOMENTAR DISQUS :

Top