Sabtu, 23 Maret 2019 |
Politik

Diancam Nonjob Oleh Bupati, Pejabat Merangin Lapor Kekayaanya

Selasa, 12 Mei 2015 19:29:08 wib
ilustrasi.google.co.id

JAMBIDAILY BANGKO-Diduga takut dengan ancama Bupati Merangin akan menonjob-kan para pejabat yang tidak menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) hingga tenggang waktu yang ditetapkan, akhirnya para pejabat Meranging melaporkan LHKPN ke Inspektorat.

Tak main-main, ancaman Bupati Merangin tersebut dituangkan dalam Peraturan Bupati(Perbup), yang menyatakan, bagi pejabat yang tidak melaporkan akan dikenakan sanksi mulai dari penurunan pangkat, hingga yang terberat di Nonjob-kan dari jabatan.

"Sanksinya sudah di Perbub, bisa penurunan pangkat dan juga di Non Jobkan,"tegas Inspektur Inspektorat Merangin, Hatam Tafsir, kepada wartawan (12/05).

Hanya saja dari data yang ada, hingga batas waktu terakhir pada 08 Mei 2015 lalu, semua pejabat yang diwajibkan sudah menyampaikan LHKPNnya kepada kita (Inspektorat), telah melaporkan sesuai dengan batas waktunya 8 Mei 2015.

"Yang jelas pejabat takut juga kena sanksi. Jadi semua cepat melaporkan LHKPNnya kesini (Inspektorat)," ujar Hatam Tafsir.

Terkait tindak lanjut dari laporan LHKPN yang sudah disampaikan tiap pejabat di Merangin tersebut ungkap Hatam, sudah disampaikan pigaknya ke Sekretaris daerah (Sekda).

"Inspektoratkan ditugaskan untuk menerima laporan, sementara laporan LHKPN yang sudah terkumpul itu, alhamdulilah sudah kita serahkan kepada Pak Sekda," kata Hatam.

Seperti diberitakan sebelumnya, takut diNonjob dan penurunan pangkat, para pejabat Kabupaten Merangin, (08/05) hari terakhir penyampain LHKPN pejabat tanpak berdatangan ke Kantor Inspektorat Merangin untuk menyampaikan laporan.(jambidaily.com/NZR)

KOMENTAR DISQUS :

Top