Jumat, 24 Mei 2019 |
Politik

Dianto: Indeks Demokrasi Jambi Meningkat

Rabu, 24 April 2019 02:21:54 wib

JAMBIDAILY POLITIK – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Drs.H.M.Dianto,M.Si mengemukakan, Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi Jambi mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2016 berada di angka 68,89 poin menjadi 74,12 poin di tahun 2017.

Hal tersebut dikemukakan Sekda saat membuka Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Penyusunan Indeks Demokrasi Indonesia 2018 Tahun 2019, yang berlangsung di Hotel BW Luxury Jambi, Selasa (23/04).

“IDI ini sangat penting bagi Pemerintah Provinsi Jambi karena itu menjadi salah satu indikator kinerja utama Pemerintah Provinsi Jambi, yang menggambarkan tingkat keberhasilan pelaksanaan misi ketiga dalam RPJMD Provinsi Jambi Tahun 2016-2021, yaitu menjaga situasi daerah yang kondusif, toleransi antar umat bergama dan kesdaran hukum masyarakat,” ujar Sekda.

“Capaian IDI Provinsi Jambi bergerak secara fluktuatif setiap tahunnya, ini dibuktikan ketika Provinsi Jambi berada pada momen terendah di tahun 2013 dengan angka 64,41 poin. Capaian tersebut menunjukkan bahwa aspek-aspek yang dihitung dalam IDI sangat dinamis dan sangat memerlukan dukungan dari semua pihak untuk menciptakan situasi yang kondusif,” lanjut Sekda.

Sekda mengimbau semua pihak untuk tidak menggunakan kekerasan dalam mengeluarkan pendapat atau penggunaan kekerasan yang menghambat kebebasan berpendapat. “Marilah kita gunakan hak kita dengan bijak tanpa mengganggu hak orang lain,” ajak Sekda.

Sekda menyampaikan, perbedaan merupakan suatu keniscayaan dalam alam demokrasi, termasuk dalam pemilihan legislatif dan pemilihan presiden pada tanggal 17 April 2019, tinggal bagaimana masyarakat menyikapi perbedaan tersebut untuk menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi.

“Jangan sampai perbedaan pilihan politik menjadikan kita terkotak-kotak dan terpecah belah, mari kita bersama-sama menjalin persatuan dan kesatuan sehingga menjadi lebih baik lagi. Kita berdoa, apapun hasilnya akan membawa perubahan menjadi lebih baik lagi dan itulah yang terbaik bagi negeri ini, khususnya bagi Provinsi Jambi,” tutur Sekda.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi, Dadang Hardiawan,S.Si,M.Si mengatakan, IDI merupakan indikator komposit yang menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di Indonesia, serta bagian dari upaya mengembangkan a culture of evidence-based decision making, yang sesuai dengan deklarasi dunia tentang statistik di Istanbul, Turki 2008.

“IDI juga merupakan fact-based information, jadi setiap angka IDI memiliki makna yang terkandung dibalik semua indikator yang telah digunakan. IDI fokus dengan mengukur secara kuantitatif tingkat pelaksanaan demokrasi selama tahun observasi, selain itu juga untuk mengukur perkembangan demokrasi pada tingkat provinsi di Indonesia, serta memperoleh gambaran tingkat dan perkembangan demokrasi antar Provinsi,” kata Dadang.

Dadang menerangkan, sumber data IDI ini adalah kodifikasi dari surat kabar yang memiliki oplah terbesar, kodifikasi dari berbagai dokumen, melalui FGD, dan wawancara secara mendalam dari berbagai narasumber. Untuk komponen penghitungan IDI sendiri terdiri atas 3 aspek, 11 variabel dan 28 indikator.

“3 aspek tersebut adalah aspek kebebasan politik dengan 4 variabel dan 10 indikator, aspek hak-hak politik dengan 2 variabel dan 7 indikator, serta aspek lembaga demokrasi dengan 5 variabel dan 11 indikator. Melalui hasil tersebut, IDI menghasilkan data kuantitatif tentang potret demokrasi seluruh provinsi di Indonesia dan mendorong dilakukannya program aksi untuk pengembangan demokrasi di daerah,” terang Dadang. (Richi/edit: Mustar, foto: Agus Supriyanto, video: Ardi Susianto/Humas Pemprov Jambi)

KOMENTAR DISQUS :

Top