Kamis, 18 Januari 2018 |
Hukum

Diduga Cabuli Sepupu Hingga Hamil, "LH" Dipolisikan

Jumat, 05 Juni 2015 22:36:34 wib
ilustrasi.google.co.id

JAMBIDAILY MUARATEBO-Diduga mencabuli sepupunya hingga hamil, akhirnya pemuda berinisial LH (24), warga Kecamatan Serai Serumpun Kabupaten Tebo, terpaksa berurusan dengan pihak yang berwajib.

LH diamankan Polres Tebo atas laporan orang tua Mawar (16),karena tidak terima atas kondisi anaknya yang dinyatakan telah hamil.

Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP Sahlan, ketika dikonfirmasi, kemarin (04/06), mengatakan, dari keterangan korban sebut saja Mawar (16) yang saat ini masih duduk di kelas 2 salah satu SMAN di Kabupaten Tebo menyebutkan, kejadian berawal saat pelaku menumpang nginap di rumahnya pada Jumat (10/4) lalu.

Dan saat itu seluruh keluarga korban sedang menginap di rumah sakit. Sekitar pukul 15.00 Wib saat korban pulang kerumah dengan maksud mengambil pakaian orang tuanya, pelaku langsung mengunci pintu rumah dan memaksa korban melayani nafsu bejatnya.

"Menurut keterangan korban, pelaku mencabulinya cuma sekali saat pelaku nginap di rumahnya, saat korban cuma berduaan dirumah, pelaku memaksa korban berhubungan badan,"terang Kasat.

Modus yang dilakukan pelaku dengan cara bujuk rayu, memberi korban uang dan korban dibelikan boneka sebelum lakukan perbuatan bejatnya. Memaksa korban sambil menyebutkan uang dan hadiah yang telah diberikan kepada korban, palaku pun berhasil menggagahi korban.

"Modus pelaku ialah bujuk rayu dan sering memberikan korban uang juga hadiah boneka terlebih dahulu,"tambah Kasat.

Setelah beberapa minggu kejadian itu, orang tua korban curiga karena korban tak lagi mengalami haid, hasil pemeriksaan dokter, korban positif hamil.

Atas kejadian tersebut Rabu (3/6) orang tua korban melapor ke polres Tebo. Mendapat laporan Pihak Reskrim Polres Tebo langsung menangkap pelaku di rumahnya.

"Setelah kita dapat laporan dari orang tua korban, kita langsung bergerak menangkap pelaku di rumahnya, dari hasil pemeriksaan dokter, korban positif hamil,"tegas perwira balok tiga ini.

Akibat perbuatan bejatnya, tersangka dijerat Pasal 76d dan Pasal 76e dengan ketentuan pasal 81 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Pelaku terancam hukuman minimum 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara, serta pidana denda paling banyak Rp 5 Miliar.

Tersangka akan dijerat dengan undang perlindungan anak. Saat ini kita masih menunggu hasil visum korban,"pungkasnya.(jambidaily.com/ART)

KOMENTAR DISQUS :

Top