Senin, 18 November 2019 |
Peristiwa

"Dikeroyok" Petugas Saat Unjuk Rasa, Mahasiswa Lapor ke Polda Jambi

Jumat, 07 Agustus 2015 23:18:10 wib
Suasana demo di Kantor Bupati Merangin, Kamis (06/07)- (foto:JD/NZR)

JAMBIDAILY BANGKO-"Aksi pengeroyokan" yang dilakukan aparat kepolisian terhadap Ade, salah seorang mahasiswa, dalam demontrasi refleksi 2 tahun kepemimpinan Al Haris-Khafid Moein, berbuntut panjang.

Tidak terima dengan perlakuan tersebut, Jumat (07/08), mahasiswa langsung bertolak ke Jambi, untuk melaporkan perbuatan tak pantas yang dipertontonkan aparat penegak hukum tersebut ke Mapolda Jambi.

Pelaporan tersebut dibenarkan Ketua umum HMI Cabang Bangko, Hadi Suprapto, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telpon, Jumat (0/08)

"Ya sesuai dengan janji kita kemarin, kita akan usut tuntas aksi pengeroyokan pada Kamis (06/07). Dan hari ini (07/08), kita sedang diberada di Mapolda Jambi melaporkan aksi pengeroyokan aparat kemanan kepada salah seorang kader kita Ade," kata Hadi.

Sementara itu,Todi mahasiswa yang terluka dan dilarikan RSUD Bangko, akibat terkena pecahan kaca pintu utama kantor Bupati, saat berusaha menyelamatkan rekannya yang dipukuli aparat kemanan, saat ini masih berada RSUD.

Todi terpaksa dioperasi dibagian tangannya yang terluka, dan saat ini keadaannya mulai membaik pasca dioperasi.

“Ya, pasien kita yang bernama Todi terkena benda tajam dan informasi terkena kaca, dan urat nadinya putus, urat penggerak jari yang disebut dengan Tendon," ungkap Fiktor, dokter bedah RSUD.

"Juga urat saraf untuk mengendalikan jari pada pergelangan tangan pasien mengalami putus, sehingga kita lakukan operasi untuk penyambungan pada urat tersebut,” ungkapnya.

Diberitakan sejumlah media, sebelumnya, puluhan mahasiswa melakukan demontrasi dalam rangka merefleksi 2 tahun kepemimpinan Bupati Merangin, Al Haris dan Wakilnya Khafid Moein (Harkad), Kamis (6/7) dikantor Bupati Merangin.

Demo yang dilakukan puluhan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Merangin dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bangko ini, berlangsung ricuh.

Insiden pemukulan salah seorang pendemo tersebut, terjadi berawal ketika pendemo meminta untuk dapat bertemu langsung dengan Bupati Merangin, Al Haris.

Namun keinginan mahasiswa tidak terpenuhi, massa lantas memaksa masuk kedalam ruangan namun dihalangi blokade puluhan anggota Sat Pol PP dan aparat kepolisian, hingga terjadi aksi saling dorong.

Mahasiswa terus mencoba menerobos brokade aparat hingga terjadi aksi saling pukul dengan anggota Kepolisian. Namun dalam keributan tersebut, salah seorang mahasiswa diseret oleh petugas kepolisian menuju kedalam kantor Bupati.

Setelah sampai di dalam, lalu pintu yang terbuat dari kaca itu ditutup oleh petugas, dan dengan beringas petugas dari kepolisian memukuli Mahasiswa yang terpisah dari rombongannya tersebut.

Melihat rekanya di 'culik', Mahasiswa pun nekat pecahkan kaca pintu untuk menyelamatkan rekannya, aksi kericuhan pun semakin memanas.

Dalam kericuhan salah seorang mahasiswa mengalami luka robek dipergelangan tangan bagian kanan, dan langsung dilarikan ke RSUD abunjani Bangko.(jambidaily.com/NZR)

KOMENTAR DISQUS :

Top