Senin, 20 Agustus 2018 |
Ekonomi

Dinas Perhubungan Menilai EWF di Tanjabtim Tidak Koperatif

Senin, 16 Juli 2018 17:30:11 wib

JAMBIDAILY MUARASABAK - Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Iyan Rizal menilai pihak EWF tidak koperatif terhadap Pemkab Tanjabtim. Hal itu menyusul, ketika EWF membuka akses jalan menuju perusahaan di Kelurahan Sabak Ulu, Kecamatan Muara Sabak Timur.

Jalan itu dikhawatirkan, bakal membahayakan bagi pengguna jalan dan rawan akan terjadinya kecelakaan, sebab posisi jalan tersebut berdekatan dengan tikungan.

Pemkab sendiri sudah mengambil langkah dengan memberikan surat pemberitahuan kepada pihak EWF, yang menyatakan jika posisi jalan yang dibangun pihak EWF saat ini tidak dibenarkan. 

Namun hal itu tidak diindahkan, oleh EWF jalan tersebut tetap dibangun. "Sebelumnya waktu saya menjabat di PUPR memang tidak kita perbolehkan jalan yang dibangun EWF saat ini karena posisinya yang rawan akan terjadinya kecelakaan dan kita juga sudah pernah memberikan surat tapi tidak digubris. Kalau saya nilai EWF terkesan tidak koperatif dengan Pemkab Tanjabtim," kata mantan Kadis PUPR ini. 

Seharusnya lanjut Iyan Rizal, sebelum jalan itu dibuka pihak perusahaan terlebih dahulu membuat kajian Analisis Lalulintas (Andalalin), dalam kajian tersebut dapat dilihat apakah jalan itu kelayakanya dibenarkan."Kalau seharusnya memang sebelum jalan itu dibuka harusnya perusahaan membuat kajian andalalinnya terlebih dahulu apakah dijalan itu layak untuk dibangun,"ujarnya.

Sementara, Santoso selaku staf EWF dikonfirmasi mengakui bahwa jalan tersebut memang belum memiliki kajian Andalalin. Namun begitu menurutnya, saat ini pihak EWF sedang mengurus kajian Andalalin melalui jasa konsultan.

"Kalau untuk Andalalinya memang jalan itu belum ada pak, tapi saat ini kita lagi mengurus Andalalin nya bekerjasama dengan konsultan dan kita juga sudah berkordinasi dengan piha Dinas Perhubungan," ucap Santoso (9/7) kemarin.

Mengenai adanya surat yang disampaikan Pemkab kepihak EWF tambah Santoso, sejauh ini ia malah tidak pernah tahu kalau Pemkab ada menyurati EWF dan jikapun kelayakan jalan EWF saat ini membahayakan bagi pengguna jalan. Hal itu menurutnya, bentuk ketidak tahuan perusahaan terhadap aturan yang ada.

"Kalau dibilang Pemkab pernah menyurati kita nah saya tidak paham juga pak, karena sepengetahuan saya malam saya belum pernah dengar gak tahu kalau dikantor. Kalau dibilang jalan itu membahayakan pengguna jalan itu salah satu ketidak tahuan kita makanya Andalalinya lagi mau kita urus,"ungkapnya.(*)

Penulis : Hendri Rosta
Editor : Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top