Kamis, 15 November 2018 |
Ekonomi

Dinas PMD Tanjabtim Bentuk TPID

Senin, 13 Agustus 2018 19:01:29 wib
ilustrasi/Foto: sorotkulonprogo

JAMBIDAILY MUARASABAK - Guna mengelola Dana Operasional Kegiatan Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) telah membentuk Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) di setiap kecamatan. Saat ini TPID yang telah dibentuk baru 10 kecamatan. 

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Tanjabtim, Syafaruddin melalui Kabid Pemberdayaan Masyarakat Desa, Taufik Kurniawan. Dia mengatakan, setiap TPID terdiri dari 7 orang, yakni 1 orang Ketua sebagai pimpinan Tim, 1 orang Bendahara sebagai pengelola keuangan Tim, 3 orang anggota sebagai pengelola Bidang Pengelolaan Pengetahuan atau Praktek Inovasi dan 2 orang anggota sebagai verifikator rencana replikasi inovasi oleh desa-desa melalui APBDes. 

"TPID berisikan anggota dari warga dan Tokoh Masyarakat sekitar," katanya. 

Selain TPID kecamatan, lanjutnya, TPID kabupaten juga telah dibentuk, dengan beranggotakan 23 orang. Dan saat ini tinggal menunggu SK nya keluar. 

"TPID ini dibentuk setiap satu tahun satu kali, dengan SK per 31 Desember," ungkapnya. 

Dia menjelaskan, anggota TPID dibentuk melalui forum musyawarah di kecamatan atau sering disebut dengan Musyawarah Antar Desa (MAD) yang dihadiri perwakilan dari masing-masing desa. 

"Sebelum MAD dilakukan, sudah dilakukan sosialisasi ke desa tentang kebutuhan dan kriteria anggota TPID. Sehingga dalam forum musyawarah ini , desa-desa sudah membawa calon anggota tim yang akan dinominasikan," jelasnya. 

"Cara pembentukan atau pemilihan diatur sendiri melalui mekanisme musyawarah. Hasil keputusan musyawarah dituangkan dalam Berita Acara dan menjadi dasar pengukuhan TPID," sambungnya. 

Diterangkannya, ada Dua tugas yang dilakukan TPID secara khusus, yakni dibidang Pengelolaan Praktek Cerdas yang bertugas dalam fasilitasi tahapan pengelolaan pengetahuan terutama dalam tahapan identifikasi dan dokumentasi kegiatan inovasi yang telah dilakukan di desa-desa.

Dokumentasi kegiatan yang telah dibuat diajukan ke Tim Inovasi Kabupaten untuk dilakukan verifikasi dan ditetapkan sebagai dokumen pembelajaran yang layak untuk di sebarluaskan. 

"Bidang ini juga bertugas untuk menyebarluaskan praktek-praktek kegiatan inovasi yang telah direkomendasikan oleh Tim Inovasi Kabupaten," ujarnya. 

Kemudian kedua, dibidang Verifikasi Inovasi, bertugas untuk memeriksa dan memverifikasi kebutuhan desa-desa untuk melakukan replikasi kegiatan inovasi melalui APBDes. 

"Bidang ini juga membantu Tim Inovasi Kabupaten untuk menguji kelayakan dan keseuaian praktik cerdas atau inovasi yang akan dikembangkan di wilayahnya," tukasnya. 

Dengan adanya prgram inovasi desa diharapkan, desa mampu mengangkat potensi-potensi desa yang selama ini kurang diperhatikan, Penyaluran Dana Desa sebagai wujud komitmen pemerintahan dalam menjalankan mandat UU No. 6 Tahun 2014 tentang desa. 

"Dana Desa mengalami kenaikan setiap tahunnya. Adapun manfaat Dana Desa adalah untuk menjaga kualitas pemanfaatan agar tetap konsisten dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat," ungkapnya. 

"Nantinya dengan kehadiran Program Inovasi Desa, yakni sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan Dana Desa dengan memberikan banyak referensi dan inovasi pembangunan desa," tukasnya.

Penulis : Hendri Rosta
Editor : Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top