Rabu, 16 Oktober 2019 |
Wisata & Budaya

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI, Berharap TBJ Dapat Adakan Festival Komik dan Animasi

Minggu, 08 September 2019 20:49:07 wib
Sri Kuati, Subdit Seni Media Direktorat Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia/Foto: Hendry Noesae/jambidaily.com

JAMBIDAILY SENI, Budaya - Gelaran Festival Komik dan Animasi (FKAN) X, tanggal 4-8 September 2019 telah resmi ditutup dan berlangsung sukses walaupun belum mendapatkan respon ayng besar namun Taman Budaya Jambi (TBJ) UPTD Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jambi diharapkan dapat mengadakan di masa mendatang.

Harapan itu disampaikan Sri Kuati, Subdit Seni Media Direktorat Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, seusai acara penutupan (Minggu, 08/09/2019) di Gedung Teater Arena TBJ, Kota Jambi

"Berharap di taman budaya ini adanya festival komik dan animasi di tahun-tahun mendatang, kemudian Jambi ada se-sumatera. Sehingga komik dan animasi ini yang sebenarnya banyak Animator kita yang bekerja di luar negeri, artinya bagus-bagus, mengapa tidak bekerja untuk negeri kita? Kami juga berharap lokal Jambi itu bisa muncul. Apa yang menjadi konten lokal dapat muncul sebagai komik dan animasi yang khas Jambi dan lainnya kita sungguh kaya seni budaya. Seni budaya itu bila digali merupakan barang tambang yang tidak akan habis, semakin digali maka dia akan semakin berkembang dan ekonomi kreatif ada disitu," Bebernya kepada jambidaily.com.

Dengan ditutupnya FKAN X tahun 2019, pemerintah provinsi Jambi kedepan mampu memfasilitasi, sebab seni dan budaya adalah barang tambang yang tidak akan pernah habis, itu jika dikelola dengan baik maka dapat menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD)

"Untuk pemerintah provinsi Jambi, kami punya Indonesiana. Candi Muaro Jambi sudah ada dalam Indonesiana, bagaimana itu biasa memfasilitasi seni budaya, karena seni budaya itu adalah perekat bangsa Indonesia, kalau itu difasilitasi dan dikembangkan seperti tadi saya sebutkan barang tambang yang tidak pernah habis. Dan itu bisa menjadi PAD, salah satu contoh yang sudah berkembang di Belitung, dengan adanya Laskar Pelangi, berapa banyak menghasilkan PAD. Padahal sederhana sekali mereka pelihara area pembuatan Film Laskar Pelangi, nah bagaimana memelihara budaya, budaya itu menunjang pariwisata," Pesan Sri Kuati.

FKAN X tahun 2019, dalam pelaksanaannya hadirkan Seminar Alih Wahana, Bengkel Komik Animasi, Bazaar, Kompetisi, Pemeran, Temu Komunitas, Nonton Bareng, Bincang Santai yang diikuti kalangan anak muda Jambi, Lomba Mewarnai untuk tingkatan Taman Kanak-kanak serta Sekolah Dasar.

Walapun dari catatan penyelengara menghadirkan lebih kurang 1200 orang, total keterlibatan semua agenda FKAN X, Sri Kuati merasa belum maksimal karena minimnya sosialisasi di Jambi, padahal narasumber adalah pakar-pakar yang mumpuni di wilayah Komik dan Animasi Indonesia.

"Target utama setelah kami tinggalkan berkembang, kami hanya fasilitator, memberikan stimulan kepada daerah. Dengan adanya ini kami tidak berkecil hati meskipun peminatnya belum terlalu banyak, belum berlebihan, minatnya belum begitu luar biasa, menurut kami masih pemula. Kami berharap itu bisa berkembang lebih baik lagi," Imbuhnya.

"Sayangnya saya tidak melihat dari awal, tetapi melihat dari dua hari kemarin sepertinya belum tersosialisasikan. Mudah-mudahan kedepan dengan adanya media ini dapat tersosialisasikan dengan baik. Kami datangkan dalam kegiatan ini pakar-pakar dari Jakarta, dari Yogyakarta, narasumber yang benar-benar berada di bidangnya dan itu betul-betul memanfaatkan mereka untuk berdialog dan berdiskusi bagaimana bisa membuat komik dan animasi yang baik, yang khas lokal Jambi. Namun kami senang sekali sudah terlaksana dan terima kasih pada semua yang telah turut terlibat," Pungkasnya menambahkan.

Sementara itu Didin Sirojudin S.Sn, Kepala TBJ yang didapuk menutup kegiatan, katakan FKAN X tahun 2019 memberi kontribusi positif bagi seniman dan pelaku ekonomi kreatif, juga dengan adanya kegiatan festival ini dapat memacu semangat dalam berkarya khususnya bidang komik dan animasi.

"Dalam kegiatan FKAN tentunya memberikan kontribusi positif bagi kita, terutama kawan-kawan pelaku ekonomi kreatif dari Jambi. para seniman yang bergerak di bidang komik dan animasi, memang belum terlihat geliatnya. Tetapi ada beberapa komunitas di Jambi selalu berbuat dalam karya film animasi. Saya berharap dengan adanya kegiatan festival ini dapat meningkatkan semangat dalam berkarya khususnya bidang komik dan animasi," Terang Didin, dalam kata sambutannya.

"Ini adalah ajang yang setiap tahun dilaksanakan, walaupun tahun depan di provinsi lain, kita dapat mengirimkan sebagai peserta untuk karya-karya anak Jambi di kancah nasional," Tandasnya, sembari menutup FKAN X tahun 2019.

Pada hari akhir FKAN X, diumumkan hasil lomba warna, pameran, apresiasi animasi karya pelajar dan mahasiswa berupa nonton bareng beberapa film animasi termasuk Si Juki The Movie.

Sebelumnya Dirjen Kesenian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dr.Restu Gunawan,M.Hum, menceritakan keberadaan festival seni di Frankurt Jerman menjadi tempat untuk menghargai karya seni pada masyarakat internasional,"Bukan ajang jual buku tetapi jual royalty komik, kreatifitas sangat penting untuk kita gaungkan bersama," kata Dr.Restu Gunawan, saat Pembukaan Ajang FKAN X pada Rabu (4/9/19) malam.

Hadirnya FKAN X di Jambi untuk mengapresiasi seni karya lokal dengan menciptakan ruang publik untuk kegiatan kebudayaan,"Memberikan inspirasi ruang kreatifitas baru untuk berkarya, mari sama-sama sambut era digital kedepan yang bertahan dunia kreatif," tegas Dr. Restu Gunawan.

 

(Hendry Noesae)

 

 


Berita Terkait:
Gubernur, Nilai Nasional Melihat Potensi Seni Kreatif Jambi

KOMENTAR DISQUS :

Top