Sabtu, 21 September 2019 |
Ekonomi

Disebut Ada Pungutan di Penyaluran Rasta, Ini Penjelasan Pemdes Sungai Cemara

Jumat, 14 Juni 2019 17:48:56 wib

JAMBIDAILY TANJABTIM - Pemerintah Desa Sungai Cemara, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), mengklarifikasi terkait penyaluran Bantuan Beras Sejahtra (Rastra) di Desa Sungai Cemara yang disebut ada pungutan Rp. 10 ribu rupiah oleh panitian terhadap kelompok penerima manfaat.

Sekdes Sungai Cemara, Syafiruddin menjelaskan bahwa kebijakan pungutan sebesar Rp. 10 ribu rupiah kepada kelompok penerima manfaat diketahuinya, pernah dilakukan pada tahun lalu oleh panitia dan setelah itu, tidak diberlakukan lagi karena Pemdes Sungai Cemara telah menganggarkan biaya tambahan untuk penyaluran bantuan tersebut, agar tidak membebankan penerima rastra.

"Yang saya tahu, pungutan itu memang pernah dilakukan tapi tahun lalu dan itu kesepakatan bersama warga penerima manfaat dengan pihak panitia, kalau sekarang sudah kita anggarkan melalui alokasi dana desa," kata Syarifuddin kepada jambidaily.com melalui via tlphone jumat (14/6/2019).

Menurutnya, uang tersebut untuk biaya tambahan mobilisasi penyaluran bantuan rastra kemasyarakat, hal itu terpaksa dilakukan karena bulog hanya memberi bantuan biaya penyaluran ke masyarakat sebesar Rp. 500.000 ribu rupiah.

"Jadi 500 ribu itu, menurut panitia tidak cukup untuk biaya penyaluran langsung ke penerima manfaat sebab, bongkar dari kapal ke dermaga di Air Hitam Laut, kemudian dilangsir lagi menggunakan motor darat untuk melintas di jembatan, setelah itu baru diangkut lagi menggunakan mobil untuk dibawa ke Desa Sungai Cemara," ucapnya.

Jika cost biayanya hanya 500 ribu sambungnya, penyaluran bantuan beras rastra hanya sebatas di Desa Air Hitam Laut. Maka itu, panitia dan penerima manfaat mengadakan musyawarah untuk mencari solusi bagaimana bantuan tersebut bisa sampai ke Desa Sungai Cemara. 

"Hasil musyawarah tersebut penerima manfaat sepakat untuk membantu biaya transportasi sebesar rp 10 ribu rupiah. Dan sebenarnya kami atas nama Pemerintah Desa Sungai Cemara waktu itu juga tidak tahu adanya musyawarah yang dilakukan panitia. Setelah kita tahu, makanya kita langsung antisipasi dengan menganggarkan biayanya menggunakan alokasi dana desa," jelasnya lagi.

Penyaluran bantuan beras rastra di Desa Sungai Cemara sebelumnya di beritakan salah satu media online yang menyebut adanya dugaan pungli pada saat penyaluran rasta ke penerima manfaat.

Menurut pembitaan media online tersebut, hal itu terjadi langsung di lokasi saat penyaluran bantuan rastra oleh panitia kepada warga penerima yang terlihat membayar uang senilai Rp. 10 ribu rupiah kepada panitia untuk per 10 kg beras rastra.

"Kalau itu saya bantah, itu tidak benar memang kemarin ada yang konfirmasi ke saya dan saya jelaskan kalau persoalan itu sudah kita sikapi tapi, saya sayangkan penjelasan saya tidak dimuat, saya harap persoalan ini jangan lagi diheboh-hebohkan," tukasnya.


Penulis: Hendri Rosta
Editor: Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top