Kamis, 15 November 2018 |
Suaro Wargo

Distribusi Harta Dalam Perspektif Islam

Selasa, 30 Oktober 2018 16:02:39 wib
ilustrasi/Foto: zakat.or.id
JAMBIDAILY SUARO WARGO - FENOMENA globalisasi menimbulkan sifat Individualisme dan Hedonisme. Dimana manusia hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa mementingkan orang lain. Dan banyak golongan tertentu dimana mereka hanya menghamburkan semua harta yang dimiliki untuk kesenangan duniawi yang banyak mudharatnya. Padahal tidak semua harta yang kita miliki sepenuhnya milik kita. Ada sebagian dari harta yang kita miliki adalah hak orang lain yang wajib kita salurkan.
 
Kemudian, masih banyak yang kurang menyadari bahwasannya kekayaan itu diperlukan oleh masyarakat luas seperti halnya untuk fakir miskin dll. Bahkan mereka hanya memikirkan individunya tanpa memikirkan hak orang lain yang semestinya juga merasakannya. 
 
Seperti yang kita ketahui islam tidak menghendaki untuk berlebihan harta dan harus bisa di distribusikan kepada masyarakat luas untuk mencukupi keperluan mereka. Untuk mencukupi keperluan mereka, dengan adanya penyaluran harta diharapkan akan terjadi keadilan dan kesejahteraan yang merata diantara manusia. 
 
Pemerataan sendiri adalah suatu pembagian hasil produksi kepada masyarakat yang lebih merata dan dirasa keadilannya. Dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan yang merata, harus terciptanya upaya-upaya untuk menciptakan pemerataan yang baik sesuai dengan islam. Dengan distribusi harta yang adil dan merata, kemiskinan bisa diatasi dan kesejahteraan ekonomi tersebar di seluruh lapisan masyarakat.
 
Untuk itu islam menganjurkan bahwa agar mengerjakan suatu hal yang mulia disisi Allah SWT seperti Zakat, Infaq&Shadaqoh yaitu :
 
Zakat 
Zakat yaitu harta yang dikeluarkan untuk pihak yang berhak menerimanya bagi pemilik yang memiliki kelebihan harta, dan hukumnya wajib. yang berhak menerima harta tersebut khususnya untuk orang-orang yang sangat membutuhkan zakat tersebut seperti fakir miskin, kaum duaffa, pengurus zakat, para mualaf dan sebagainya. Dengan zakat, maka akan timbullah keharmonisan dan dapat menjalin hubungan silaturahmi antara orang kaya dan orang miskin. Zakat juga dapat mensucikan harta orang beriman.
 
Dalam surat At Taubah ayat 103: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu ini menjadi ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.
 
Kegunaan zakat menurut Sulaiman Rasyid (2005) antara lain :
  1. Menolong orang lemah dan susah agar dia dapat menunaikan kewajibannya terhadap Allah dan terhadap makhluk Allah (masyarakat).
  2. Membersihkan diri dari sifat kikir dan akhlak yang tercela.
  3. Sebagai ucapan syukur dan terima kasih atas nikmat kekayaan yang diberikan kepadanya.
  4. Guna mencegah kejahatan yang akan timbul dari si miskin yang lemah iman dan lemah pemahaman agamanya.
  5. Guna mendekatkan hubungan kasih sayang dan cinta-mencintai antara si kaya dan si miskin.

 

Infaq dan Shadaqoh
Infaq dan Shadaqoh yaitu harta yang dikeluarkan untuk suatu tujuan atau kepentingan sesuatu. Infaq dikeluarkan bagi setiap orang yang beriman, dan tidak memandang baik yang penghasilannya tinggi atau rendah. Dan boleh diberikan kepada siapa saja seperti yatim piatu, kepada tetangga yang kurang mampu dan sebagainya. Allah memberikan kebebasan bagi para pemilik untuk menetapkan jumlah harta yang akan diberikan. Infaq terbagi menjadi dua yaitu infaq wajib dan infaq sunnah. Infaq wajib yaitu jumlah harta yang harus ditetapkan contohnya seperti Nadzar. Infaq sunnah yaitu jumlah harta yang tidak ditetapkan atau terserah kepada keikhlasan masing-masing.
 
Dalam surat Al Baqarah ayat 245, Allah SWT berfirman: “Siapakahyang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat-gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan”.
 
Seharusnya sebagai umat muslim yang memiliki kelebihan harta dianjurkan untuk menyalurkan kelebihan harta tersebut kepada pihak yang membutuhkan seperti yatim piatu, fakir miskin, kaum duaffa, dan sebagainya. Harapan penulis bahwa pemerintah dapat lebih berperan dalam pendistribusian harta dan mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan sosial.
 
 
 
 
 
...
Ditulis Oleh:
- Ferdi Wahyudi YD
- Siska
- Nursyah Permata Sari
- Cahyatun Hasanah
 
Mahasiswa Akuntansi/Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Negeri Jambi
 
 
 
 
 
*isi/sumber/referensi dari Artikel sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis

LAINNYA

KOMENTAR DISQUS :

Top