Sabtu, 22 September 2018 |
Peristiwa

Ditetapkan Tersangka, JN Bakal Diberhentikan Sementara Sebagai PNS

Rabu, 30 Maret 2016 22:46:55 wib
Unjuk rasa mendukung upaya Kejari Muara Bulian usut kasus dugaan dana gratifikasi (ft:jambidaily.doc)

JAMBIDAILY PERISTIWA-Pasca ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan, "JN" bakal diberhentikan sementara sebagai PNS hingga putusan inkrah.

Mantan Kabag Hukum Setda Batanghari yang saat ini menjabat sebagai Kabag Persidangan Sekretariat DPRD Batanghari itu, Selasa 29 Maret 2016, ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan oleh Kejari Muara Bulian bersama AM mantan Asisten I dan FA sebagai Ketua LAD karena tersandung kasus gratifikasi dana saving perjanjian kerjasama antara PT Asiatic Persada dan Suku Anak Dalam (SAD) melalui koperasi.

Baca juga : Sejumlah Pejabat Diperiksa Gratifikasi Dana SAD, Ini Ceritanya

"Surat bukti penahanan sudah diambil dari Lapas Klas IIB Muara Bulian. Selanjutnya akan dilakukan rapat internal. Sesuai aturan yang berlaku, JN akan diberhentikan sementara dari status PNS-nya,"papar Kabid Pengembangan Karir, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Batanghari, Novery kepada awak media, Rabu 30 Maret 2016.

Pemberhentian sementara ini akan diberlakukan hingga proses hukum yang dijalani JN inkrah atau berkekuatan hukum tetap.

"Diberhentikan sementara dan hak gajinya sebagai PNS akan dibayarkan 50 persen,"jelas Novery menanggapi penetapan tersangka dan penahanan JN pada Selasa 29 Maret 2016 itu.

Sementara terkait pensiun dini yang mungkin bisa diajukan oleh JN, Novery mengatakan jika yang bersangkutan belum memenuhi syarat untuk mengajukan pensiun dini.

"Syarat untuk mengajukan pensiun dini itu diantaranya sudah bekerja sebagai PNS minimal 20 tahun dan berusia diatas 50 tahun, dan yang bersangkutan belum memenuhi itu.  Sedangkan untuk AM memang telah pensiun sejak awal maret lalu,"pungkas Novery.(jambidaily.com/RED)

KOMENTAR DISQUS :

Top