Kamis, 15 November 2018 |
Hukum

Dua Saksi Dari Pihak Djoni NGK di Sidang PTUN, Berikan Keterangan yang Berbeda

Kamis, 01 November 2018 15:04:03 wib
Saat pengambilan Sumpah Dua Orang Saksi dari BPN, Sidang PTUN/Foto: Hendry Noesae/Jambidaily.com

JAMBIDAILY HUKUM - Dua saksi yang dihadirkan kuasa hukum Djoni NGK dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), terkait gugatannya ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) kota Jambi, beri keterangan berbeda dalam penetapan titik wilayah (Kamis, 01/11/2018).

Saksi berasal dari BPN Provinsi Jambi yaitu Wahyu Aji dan BPN Kabupaten Muaro Jambi yaitu Harto, pada sidang yang dipimpin oleh Ketua PTUN Jambi Irhamto SH tersebut dimulai sekira pukul: 10.30 wib hingga pukul: 13.30 wib tampak hadir pihak Ivantanri dkk selaku tergugat II Intevensi.

Wahyu Aji selaku petugas ukur BPN Provinsi Jambi dalam keterangannya di muka persidangan bahwa pemetaan dilakukan pada 18 February 2018 atas permintaan dari Polda Jambi yang juga turut hadir Puja Winaryo dari BPN Kota Jambi dan Harto BPN Kabupaten Muaro Jambi serta pihak Polda Jambi. Sementara untuk pihak Penggugat dan Tergugat II intervensi tidak dihadirkan dalam kegiatan tersebut.

"Seingat saya 18 February 2018 dilakukan pemetaan melalui GPS dan kami tidak melihat bahkan tidak mengetahui terkait sertifikat, kami melihat melalui peta dan melakukan pengukuran karena adanya permintaan Polda Jambi,” Jelas Wahyu, Lelaki Tamatan ITB tersebut.

Peta yang dihasilkan menurut wahyu setelah dilakukan pengukuran, dicocokkan dengan peta digital dan juga merujuk pada Buku laporan hasil penegasan batas kota dan kabupaten Muaro Jambi dari Biro pemerintahan setda provinsi Jambi tahun 2016. Namun dirinya menegaskan bahwa pemetaan itu tidak berdasarkan patok batas tanah atau patok BPN yang ada di lokasi, tetapi ditarik dari patok utama batas wilayah.

Pada prosesnya Kuasa hukum Ivantanri dkk, Davy Helkiah Radjwane SH mempertanyakan standarisasi kegiatan yang dilaksanakan, penyiapan dokumen objek ukur lantas ke lapangan atau sebaliknya. Wahyu Aji membeberkan bahwa dirinya hanya bertindak untuk mengukur berdasarkan tugas yang diberikan oleh BPN Provinsi Jambi yang diminta oleh Polda Jambi secara resmi.

Dalam persidangan, Wahyu Aji juga menjelaskan bahwa dirinya juga diambil keterangan oleh pihak Polda Jambi pada Mei 2018 terkait hasil pemetaan.

Sementara itu Harto dari pihak BPN Kabupaten Muaro Jambi menegaskan dia hanya mendampingi Helena juga dari BPN Kabupaten Muaro Jambi, Dalam penjelasannya Harto justru menyatakan bahwa dilakukan pemetaan atau pengukuran, pada 21 February 2018.

Harto saat menjawab pertanyaan hakim, bahwa melalui alat GPS dapat muncul secara digital bahwa Tanah tersebut masuk dalam wilayah mana dan terlihat data pemilik.

“Melalui alat GPS muncul letaknya dan pemilik tanah tersebut atas nama Damanhuri,” Ungkapnya kepada hakim, yang juga ucapkan bahwa pihak Penggugat dan Tergugat II intervensi tidak dihadirkan.

Menariknya saat menjawab pertanyaan Davy Helkiah Radjwane SH, tentang pengukuran bukan pengukuran tetapi identifikasi yang dilakukan dengan cara mengambil dari titik patok atau seperti apa,? Harto menjawab ditarik dari patok tanah yang ada di lokasi.

“Bukan Pengukuran tetapi Identifikasi, Kami ukur dari patok yang ada di lokasi, titiknya dari patok yang ada logo NGK,” kata Harto.

Sayangnya beberapa pertanyaan lain yang dilayangkan oleh hakim dan Kuasa hukum, Harto lebih banyak menjawab tidak tau, tidak ingat dan lupa, serta berkilah bahwa dirinya hanyalah pendamping dari Helena, sehingga tidak menguasai secara penuh terkait kegiatan pengukuran.

Hakim diakhir sidang kali ini meminta kepada Kedua saksi untuk memberikan bukti surat tugas dari BPN serta surat permintaan dari Polda Jambi, serta Sidang akan dilanjutkan pada (Kamis, 08/11/18) mendatang dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi, rencananya pihak penggugat hadirkan Damanhuri.

Seusai sidang kuasa Hukum Ivantanri dkk, Davy Helkiah Radjwane SH dan rekan-rekan enggan berkomentar banyak tentang sidang kali ini karena sudah jelas ada perbedaan keterangan dua orang saksi BPN provinsi Jambi dan BPN Kabupaten Muaro Jambi.

“Keterangan mereka dalam sidang tadi sudah jelas berbeda, kita lihat saja nanti saksi yang dihadirkan penggugat pada sidang berikutnya,” Tutur  Davy Helkiah Radjwane SH.

 

(Hendry Noesae)

 

Berita Terkait:

KOMENTAR DISQUS :

Top