Kamis, 24 Mei 2018 |
Hukum

Dugaan Karupsi Rehab Gedung Sekolah, Mantan Kadis Disdik Tanjabtim Ditahan

Senin, 15 Januari 2018 21:33:19 wib

JAMBIDAILY MUARASABAK - Setelah ditetapkan sebagai tersangka pada bulan September 2017 lalu, Cabang Kejaksaan Negeri Kecamatan Nipah Panjang, Senin (15/1/18) menyerahkan berkas serta Barang Bukti (BB) Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Heri Widodo terkait kasus dugaan korupsi dana rehabilitasi gedung Sekolah Dasar (SD) Negeri 135 Bangun Karya, Kecamatan Rantau Rasau tahun anggaran 2014, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Muarasabak. 

"Pagu dana rehabilitas SDN 135 tersebut, sebesar Rp 448 juta, dengan kerugian negara sebesar Rp 153 juta. Selain HW, 4 (Empat) orang lainnya secara bersamaan juga telah diserahkan ke Kejari, yaitu berinisial YE, AMR, RC dan AFR," kata Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Kecamatan Nipah Panjang, Herman Kondo Siriwa, SH, MH, saat dikonfirmasi via Ponsel, Senin (15/1) kemarin.

Herman menjelaskan, berkas dan Barang Bukti tersebut diserahkan dari Tim Penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dari proses tersebut, JPU langsung mengambil langkah menahan kelima tersangka dan saat ini sudah dibawa ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kelas IIA Narkotika Muarasabak. "Barang Bukti yang diserahkan tadi dalam bentuk sejumlah dokumen," jelasnya.

Proses selanjutnya, sambungnya, berkas kelima tersangka itu, sesegera mungkin akan dilimpahkan ke Pengadilang Negeri Kabupaten Tanjabtim, untuk proses para tersangka menjalani sidang atau penuntutan persidangan. "Tadi waktu pelaksanaan penyerahan berkas ke JPU, para tersangka didampingi penasihat hukumnya. Dan selama proses penyerahan, semuanya berjalan aman dan terkendali," terangnya.

Dari kelima tersangka tersebut, masing-masing dianggap terdapat bukti yang sangat kuat, dan sangat berperan aktif dalam proses pelaksanaan kegiatan rehab gedung SDN 135 Bangun Karya tahun 2014 silam. Sehingga pada penyimpangan tersebut, kelima orang itu dianggap paling bertanggung jawab dalam kegiatan itu.

Untuk diketahui, Kelima tersangka tersebut memiliki peran masing-masing, yaitu YE sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), AMR selaku pihak perusahaan yang mengerjakan proyek, RC sebagai Pelaksana Lapangan dan AFR sebagai Konsultan Pengawas, Sementara untuk HW, selain selaku Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim, dia juga merangkap sebagai Pengguna Anggaran (PA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).(*)


Penulis  : Hendri R
Editor    : Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top