Kamis, 25 April 2019 |
Hukum

Dugaan Pelecehan Seksual Terungkap, Ratusan Mahasiswa UIN STS Jambi Demo

Rabu, 20 Maret 2019 18:57:37 wib

JAMBIDAILY HUKUM - Dugaan pelecehan seksual terungkap ke permukaan, Ratusan Mahasiwa Universitas Islam Sultan Thaha Syaifuddin (UIN-STS) Jambi (Rabu 20/03/2019) Melakukan aksi demo, menuntut pihak rektorat agar Oknum pegawai tersebut dicopot dari jabatan. 

Tuntutan itu karena adanya dugaan pelecehan yang dilakukan oleh Oknum (j), Bukan hanya satu korban melainkan empat, hanya saja pihak rektorat dituding seakan tutup telinga atas pengaduan korban sehingga laporan korban tidak berlanjut ke pihak hukum. Hal itu membuat para mahasiswa merasa kecewa sehingga mahasiswa melakukan aksi tepat didepan gedung rektorat dan terduga pelaku di hukum seberat-beratnya.

"Mengenai adanya indikasi  terjadinya pelecehan seksual yang di lakukan oleh seorang oknum di rektorat universitas Islam negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi Kepada salah seorang pegawai akademik Rektorat dengan inisial (Ms) kami berharap pelaku dibawa ke ranah hukum," Terang mahasiswa dalam tuntutannya.

"Sampai hari ini, kejelasan kasus ini belum juga membuahkan hasil, oleh karena itu, berangkat dari keresahan yang sama dan demi menjaga nama baik kampus, kami atas nama Aliansi Mahasiswa UIN STS Jambi dengan ini menuntut tegas untuk ditindak dan diberi sanksi seberat-beratnya atau mundur segera dari jabatannya karena sudah melakukan tindakan amoral yang mencoreng nama baik institusi," Tegasnya lagi.

Mahasiswa mengatakan pihak rektorat segera mengambil tindakan tegas karena kampus merupakan kampus agama. Diduga pelaku pelecehan terhadap seorang pegawai rektorat segera dibawa keranah hukum.

"Demi citra UIN STS Jambi kedepannya bagus jadi segera diusut tuntas," tegas Ade merupakan Gubernur Fakultas Syariah.

Jika itu terbukti maka sudah seharusnya Pejabat Pembina Kepegawaian mengambil tindakan tegas sebagaimana diatur dalam PP 53 tahun 2010 tentang Disiplin ASN "Ini sudah pelanggaran seharusnya pihak rektorat segera melakukan proses hukum karena sudah memalukan nama Universtas Islam Negeri STS Jambi," Tandas salah satu Mahasiswa.

Terduga pelaku (J) tidak terlihat berada di kampus, sementara itu (Ms) salah satu korban tidak menjawab panggilan telepon dan membalas pesan singkat yang dikirimkan jambidaily.com hingga dipublishnya berita ini.

 

 

(Hendry Noesae)

KOMENTAR DISQUS :

Top