Selasa, 07 April 2020 |
Ekonomi

Duh ...Lulusan Sarjana Dominasi Pencaker di Merangin

Kamis, 28 Januari 2016 00:57:51 wib
Ilustrasi (analisadaily.com)

JAMBIDAILY EKONOMI-Lulus sarjana masih belum jaminan untuk segera mendapatkan pekerjaan yang layak.  Apalagi ditengah persaingan global saat ini, dibutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi.

Hal ini terlihat dari data  angka pencari kerja yang tercatat di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Tranmigrasi (Dinsosnakertran) Kabupaten Merangin, lulusan sarjana justru mendominasi angka pencari kerja.

"Sepanjang 2015 terdapat 724 pencari kerja. Dari jumlah tersebut lulusan SMA sederajat dan sarjana paling mendominasi,"papar Kabid Produktifitas Kesempatan Kerja dan Tranmigrasi (PK2T), Dinsosnakertran Merangin, Tabrani, Rabu (27/01) kepada sejumlah wartawan.

Dijelaskannya, angka tersebut dari data pembuatan kartu kuning. Mereka mengurus kartu kuning untuk memenuhi persyaratan mencari kerja.

Berdasarkan golongan pendidikan pencari kerja lulusan tingkat SMA berjumlah 385 orang, sarjana 220 orang, diploma III 27 orang.

"Selebihnya lulusan SMP 26 orang, ada juga lulusan SD dan lulusan lain-lainnya. Untuk yang lulusan pendidikan rendah biasanya sebagai sopir, cleaning servis dan lainnya,"rinci Tabrani.

Dibandingkan dengan data tahun  2014, jumlah pencari kerja di Merangin pada 2015, mengalami peningkatan, baik dari jumlah pengurus kartu kuning maupun yang sudah mendapatkan kerja.

"Tahun 2014 itu pengeluaran kartu kuning berjumlah 555 dan yang mendapatkan kerja 157 orang. Sedangkan di 2015 sebanyak 724 kartu kuning dan sekitar 280 orang mendapatkan kerja."

Agar tenaga kerja terlindungi, sebaiknya pencari kerja harus mengurus Kartu Kuning atau kartu pencari kerja. Hal itu dapat menjadi pegangan untuk mendapatkan hak dari perusahaan, sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Jika tidak dapat THR, jaminan sosial, gaji dibawah standar minimal, atau di PHK, kalau yang punya kartu kuning itu bisa nuntut dan kita bisa melakukan pendampingan. Tapi kalau tidak punya, itu yang sulit.  Kita berharap bagi karyawan yang belum punya kartu kuning, segera bikin kartu kuning. Baik yang sudah bekerja, maupun ingin mencari kerja,"ingatnya.(jambidaily.com/NZR)

KOMENTAR DISQUS :

Top