Jumat, 24 Mei 2019 |
Peristiwa

Duh...Listrik Padam, UNBK di SMPN 36 Kabupaten Sarolangun Sempat Terhenti dan Molor

Rabu, 24 April 2019 16:51:54 wib
Ilustrasi/Foto: tempo.co

JAMBIDAILY SAROLANGUN - Hari ke tiga pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Rabu (24/4/2019) bidang studi Bahasa Inggris, beberapa Sekolah dalam kabupaten Sarolangun berlangsung lancar namun pelaksanaan UNBK di SMPN 36 Sarolangun sempat molor atau terhenti beberapa jam karena Listrik padam.

Pantauan jambidaily.com, di wilayah Kecamatan Bathin VIII Kabupaten Sarolangun seperti SMPN 18 Tanjung, yang dipimpin Herlan S.Pd, pelaksanaan UNBK sudah mendiri dan berlangsung lancar serta sudah di monitor dari pengawas Kabupaten Sutarto S.Pd dan DR Subaryanto. Walaupun Listrik padam, pelaksanàan berlangsung lancar karena sudah dipersiapkan mesin Genset 7000 watt.

Sedangkan di SMP Negeri 36 pelaksanaan UNBK sempat molor dan terhenti karena Listrik Padam. Yuliana S.Pd menuturkan pelaksana UNBK terhenti sekitar dua jam, sekolah sudah menyiapkan Genset tapi daya tidak tercukupi,

"Sudah ada mesin Genset tetapi tidak cukup arus, terpaksa menunggu listrik menyala sekitar jam 10.30 wib barulah UNBK dapat dilanjutkan, Ungkap Yuliana S.Pd, Kepala SMP Negeri 36.

Terkait persitiwa padamnya listrik, Pihak PLN setempat belum menjawab konfirmasi melalui pesan WhatsApp, hingga informasi ini dipublikasi jambidaily.com.

Sebelumnya, Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra, usai meninjau UNBK di hari pertama saat diwawancara oleh sejumlah awak media mengatakan bahwa saat ini yang menjadi pekerjaan pemerintah daerah adalah kesiapan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan ujian nasional yakni komputer.

”Alhamdulillah, ujian nasional tingkat SD dan SMP sederajat hari pertama berjalan lancar dan hampir seratus persen hadir, meskipun perlengkapan kita seperti komputer masih terbatas tapi cukup lancar. Saya ucapkan selamat pada anak-anak kita semoga lulus dan bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” Kata Cek Endra.

Dia melanjutkan, seiring dengan perkembangan teknologi semua telah berbasis komputer, tentunya hal itu tidak hanya persoalan untuk kebutuhan ujian saja tapi juga kebutuhan para siswa untuk belajar dalam keseharian mereka.

”Untuk SMP sendiri kekurangnya 600 unit dan tahun ini di APBD akan kita anggarkan. Kita juga berharap komputer ini tidak hanya untuk ujian saja tapi juga untuk anak-anak belajar sebab sudah menjadi kebutuhan era sekarang,” Terang Cek Endra.

 

(Lukman Hakim)

KOMENTAR DISQUS :

Top