Kamis, 27 Juni 2019 |
Ekonomi

Dulu di Sayang sekarang Terlupakan, Angkot Jambi Kini Habis Tergerus Zaman

Senin, 15 April 2019 16:53:08 wib
Saat di Angkot yang dikemudikan Rama/Foto: jambidaily.com

JAMBIDAILY EKONOMI - 'Dulu di sayang sekarang terlupakan' mungkin seloroh itu cocok untuk kondisi angkuta umum di kota (Angkot) Jambi yang kini mulai habis tergerus oleh perkembangan zaman dan semakin mudahnya akses teknologi atau aplikasi-aplikasi moderen dalam memenuhi kebutuhan transportasi.

Rama (27) lelaki yang mengaku baru satu setengah tahun menikah, pengemudi angkot jurusan Mayang bercerita bahwa saat ini mereka telah tersisih dengan Ojek Online (Ojol) termasuk semakin mudahnya masyarakat memiliki kendaraan pribadi roda dua juga roda empat.

"Saya baru satu setengah tahun menikah, Anak pertama keguguran sekarang masih menunggu lagi kalau dikasih calon anak. Angkot saat ini kalah persaingan dengan ojol, bang. Lalu Beli motor seperti beli kacang sekarang ini," Ungkap Rama, kepada jambidaily.com (Senin, 15/04/2019).

Terminal Rawasari, kawasan pasar kota Jambi tidak lagi seramai dan sepadat dulu di masa kejayaannya terutama saat jam-jam sibuk, pelajar maupun karyawan dan pekerja yang akan menuju pulang ke rumah masing-masing. Kini itu berbeda, jambidaily.com tidak menemukan dan tidak ada lagi aktivitas terminal rawasari sebagaimana dirasakan pada rentang tahun 1997 hingga 2008, sepi dan telah berubah serta seakan-akan terlupakan. 

Kondisi tersebut secara penghasilan Angkot juga tidak semanis dulu, Rama telah memiliki sendiri armada angkotnya mengatakan secara penghasilan hanya bisa meraup 100 ribu rupiah per hari, operasional dari Pukul 06.00 s.d 17.00 wib.

"Untuk Ongkos sudah lama tidak ada perubahan, 2000 rupiah bagi pelajar serta 4000 rupiah penumpang umum. Kalau penghasilan tidak tentu, Kalau dapat banyak 200 ada dapat, cuma paling kalau rata-rata harian kurang lebih 100 ribu rupiah," Ungkap Rama.

Namun rama, enggan berkomentar dan hanya tersenyum saat ditanya harapannya kepada pemerintah kedepan, terkait keberlangsungan angkutan umum di kota Jambi.

(Lokasi Jalan Hos Cokroaminoto, Sesampainya jambidaily.com usai menaiki angkot yang dikemudikan Rama/Foto: jambidaily.com)

 

Sementara itu, salah satu penumpang yang akan menuju Pasar keluarga di kawasan Jalan Hos Cokroaminoto, saat sedang menaiki angkot Rama, menuturkan sudah selayaknya pemerintah setempat dapat mengontrol kuantitas kendaraan mengingat kemacetan mulai terjadi dibeberapa ruas akibat jalan over kapasitas.

Tidak hanya permasalahan perbandingan kendaraan dan jalan, namun juga pemkot Jambi diharapkan dapat mencari solusi terbaik tentang keberadaan angkot di masa kini.

"Supaya pemerintah lebih memperhatikan rasio jumlah kendaraan di kota karena di Jambi ini kayaknya kendaraan sudah sangat banyak, terus jalan masih kecil. Lalu masalah ojol dengan angkot ini diperhatikan. Terakhir bagaimana nasib angkot dan terminal (Rawasari-red) kedepannya," Tutur Randy.

 

 

(Hendry Noesae)

 

KOMENTAR DISQUS :

Top