Rabu, 16 Oktober 2019 |
Ekonomi

Efisiensi Sistem Pembayaran, Bank Indonesia Sempurnakan Sistem Kliring

Sabtu, 31 Agustus 2019 11:04:44 wib
Kepala Tim Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi Bank Indonesia Perwakilan Jambi A. Pandu Wirawan saat memberikan keterangan pers/Foto: jambidaily.com/Hendry Noesae

JAMBIDAILY EKONOMI - Bank Indonesia, dalam rangka meningkatkan layanan dan pemenuhan kebutuhan nasabah dan efisiensi sistem pembayaran di Indonesia, melakukan penyempurnaan kebijakan operasional Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) mulai 1 September 2019 yang berkolaborasi dengan 112 Bank umum yang terdapat layanan Transfer dana, Kliring warkat debit, pembayaran reguler dan penagihan reguler.

Hal itu disampaikan Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi BI Perwakilan Jambi, A. Pandu Wirawan, didampingi Kepala Unit Operasional Sistem Pembayaran, Tetty Suharty. Saat memberikan keterangan pers (Jum'at, 30/08/2019) di Ruang Kajang Lako Kantor Bank Indonesia Perwakilan Jambi.

"Penyempurnaan ini dilatarbelakangi oleh agar meningkatkan layanan Transfer dana dan layanan pembayaran reguler, memenuhi kebutuhan masyarakat atas penyelesaian transaksi yang semakin cepat dan efisien, kemudian memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap penyediaan sarana penyelesaian transaksi yang semakin besar. Itu mulai berlaku 1 September, karena di hari minggu maka efektifnya di tanggal 2 September 2019," Terang Pandu.

Pelaksanaan hal tersebut diatur sebagaimana termaktub pada PBI No.21/8/PBI/2019 tanggal 24 mei 2019 perubahan ketiga PBI No.17/9/PBI/2015 Penyelenggaraan transfer dana dan kliring berjadwal oleh Bank Indonesia, yaitu PADG No.21/12/PADG/2019 tanggal 31 Mei 2019 penyelenggara transfer dana dan kliring berjadwal oleh Bank Indonesia; PADG No.21/10/PADG/2019 tanggal 31 Mei 2019 standar layanan nasabah dalam pelaksanaan transfer dana dan kliring berjadwal melalui SKNBI; PADG No.21/11/PADG/2019 tanggal 31 Mei 2019 batas nominal transaksi melalui sistem BI-RTGS dan SKNBI.

"Bank wajib memnginformasikan biaya SKNBI dan Kebijakan SKNBI kepada nasabah di tempat yang mudah terlihat oleh nasabah. melalui sistem saluran komunikasi bank kepada nasabah. Kami memberikan penambahan Periode setelmen yang saat ini lima kali sehari untuk layanan transfer dana, dan dua kali sehari untuk layanan pembayaran reguler, ditambah menjadi sembilan kali sehari, yakni pukul 08.00, 09.00, 10.00, 11.00, 12.00, 13.00, 14.00, 15.00 dan 16.45," Urai Pandu. 

Kemudian penyempurnaan juga dilakukan pada Service Level Agreement (SLA). Penyelesaian transaksi yang selama ini memakan waktu hingga dua jam pada bank pengirim dan penerima, dipersingkat menjadi paling lama hanya satu jam. Lalu dilakukan pula penyempurnaan pricing SKNBI yang dikenakan BI pada peserta. Biaya layanan transfer dana yang semula Rp.1000,- per-transaksi, diturunkan menjadi Rp.600,- per-transaksi.

Pricing SKNBI yang dikenakan peserta terhadap nasabah. Saat ini pricing untuk semua layanan SKNBI dikenakan biaya maksimal Rp.5.000,-. Dengan penyempurnaan kali ini, biaya layanan transfer dana maksimal Rp.3.500,- per transaksi.

"Penyempurnaan terakhir, soal capping transaksi. Saat ini layanan transfer dana dan layanan pembayaran reguler yang dibatasi Rp.500 juta, ditingkatkan menjadi satu miliar rupiah. Sementara untuk layanan kliring warkat debit dan penagihan reguler Rp.500 juta," Beber Pandu.

"Bank Indonesia, berharap dengan adanya kebijakan SKNBI ini mampu meningkatkan efisiensi sistem pembayaran Indonesia, Memberikan pelayanan dana yang lebih cepat sejalan dengan kebutuhan masyarakat, terakhir mengakomodasi kebutuhan pengguna baik individu maupun korporasi, untuk transaksi dengan nilai yang lebih besar," Pungkas Pandu, mengakhiri keterangan pers.

 


(Hendry Noesae)

KOMENTAR DISQUS :

Top