Minggu, 08 Desember 2019 |
Wisata & Budaya - Jurnal Publik

Eksotisme 'Negeri Kayangan' Bernama Kerinci

Sabtu, 23 November 2019 18:31:33 wib
Kebun Teh Kayu Aro/Foto: Dok. Media Gathering BI Perwakilan Jambi

JAMBIDAILY JURNAL - Masih terasa membekas di kulit bagaimana dinginnya suhu udara dan air yang terasa seperti menyentuh gumpalan es ketika akan mandi pagi, padahal sudah beberapa hari berlalu meninggalkan kabupaten berjuluk 'Sekepal Tanah Surga' yaitu Kerinci, dalam rangkaian Media Gathering bersama Bank Indonesia perwakilan provinsi Jambi, pada 18-21 November 2019.

Berbagai sumber referensi menerangkan nama "Kerinci" berasal dari bahasa Tamil "Kurinci". Tanah Tamil dapat dibagi menjadi empat kawasan yang dinamakan menurut bunga yang khas untuk masing-masing daerah. Bunga yang khas untuk daerah pegunungan ialah bunga Kurinci (Latin Strobilanthus. Dengan demikian Kurinci juga berarti 'kawasan pegunungan'

Tanah nan subur dan berlimpah hasil alam, sejuknya udara yang rendah polusi juga pemandangan alam yang asri membuat siapapun pengunjung merasakan pengalaman baru hingga membuat kita enggan beranjak, enggan pergi lebih cepat agar dapat menelusuri lebih banyak kekayaan kabupaten paling barat di provinsi Jambi, tersebut. Sehingga dapat memuaskan dahaga untuk melepas lelah dari kesibukan aktivitas sehari-hari.

Besarnya potensi wisata, membutuhkan promosi besar, masif dan tentunya terarah supaya mampu terdengar dunia Internasional, menarik perhatian mereka berkunjung bahkan berinvestasi, pada akhirnya memberikan efek positif bagi perekonomian masyarakat juga pembangunan kabupaten Kerinci. Bank Indonesia perwakilan provinsi Jambi, menunjukkan perannya dalam rangka meningkatkan promosi pariwisata di kabupaten Kerinci, dengan cara melaksanakan Media Gathering bersama 25 orang peserta yang tergabung dalam Forum Wartawan Ekonomi dan Bisnis (Forweb) provinsi Jambi, sebagai wujud sinergitas bersama pemerintah daerah.

Menempuh jarak 452 Kilometer dari pusat provinsi Jambi, para wartawan berlatar dari berbagai genre media cetak, elektronik dan online tersebut, diajak menyaksikan puncak Gunung Kerinci yang berada pada ketinggiann 3.805 Meter di atas Permukaan Laut (MDPL), Hamparan Kebun Teh Kayu Aro, Rawa Bento, Air Terjun Telun Berasap dan Bukit Kayangan.

(Gunung Kerinci/Foto: Hendry Noesae/Jambidaily.com)

Hari pertama rombongan berada di Kota Sungai Penuh, bersama Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Bayu Martanto; Asisten II bidang perekonomian dan pembangunan setda Pemkot Sungai Penuh, Herman; Rektor IAIN Kerinci Dr. H. Sonafist, M. Ag. dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Kerinci Dr. Azhar, meresmikan BI Corner di Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Selasa (19/11/2019) pagi.

"Bank Indonesia terus menerus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai keberadaan dan perannya terhadap perekonomian Indonesia melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi," Ujar Bayu Murtanto, saat memberikan kata sambutan.

Seusai peresmian BI Corner, rombongan berkunjung ke kebun milik Koperasi Koerintji Barokah Bersama binaan Bank Indonesia perwakilan Provinsi Jambi di Desa Jernih Kecamatan Gunung Tujuh, dengan latar Gunung Kerinci nan eksotis bersama hangatnya seduhan Kopi Arabika.

Triyono selaku ketua Koperasi Koerintji Barokah Bersama, memberikan kesempatan pada 25 orang peserta media gathering Bank Indonesia, melihat secara dekat kebun kopi, lalu fasilitas pengering kopi, proses penggilingan bantuan dari Bank Indonesia perwakilan provinsi Jambi, dan tidak ketinggalan peserta dapat merasakan hangat dan nikmatnya seduhan kopi. "Ini jenis kopi arabika, kita berkoperasi sudah memasuki tahun ketiga sejak Juni 2017 sebelumnya bukan koperasi. Kami mendapat pendampingan Bank Indonesia sudah 2 Tahun, Bank Indonesia memberikan bantuan sangat fleksibel dan sesuai keinginan kami, seperti membantu fasilitas rumah penjemuran/pengeringan kopi (dome). Membantu tempat ini, Bank Indonesia memberikan bahan bakunya, untuk merancang bangunan diserahkan pada kami. Kami kini bisa menghasilkan 6-7 Ton per bulan Green Bean sebelumnya 1-2 ton per bulan dengan luas lahan 140 Hektar, dari 110 petani tahun 2018 kini 270 petani dari 8 kelompok tani," Jelas Triyono, kepada jambidaily.com (Selasa, 19/11/2019).

Setelah menikmati kehangatan seduhan kopi, lantas menuju Hotel Bintang Kerinci di Desa Kersik Tuo Kecamatan Kayu Aro. Hamparan kebun Teh dan kokohnya Gunung Kerinci tersaji dihadapan mata, walaupun tertutupi oleh awan namun tidak mengurangi eksotisme juga kemolekan gunung tertinggi di Sumatera, gunung berapi tertinggi di Indonesia, dan puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua.

Saat beranjak gelap, makan malam terasa begitu nikmat sambil menyaksikan kerlipan lampu-lampu pemukiman warga, juga sesekali terlihat ada lampu kendaraan roda empat yang seakan berjalan melayang di tengah gelap sedang membelah bukit. Udara dingin beserta kabut khas pegunungan merangkul tubuh pengunjung, menambah gairah melahap hidangan yang tersedia. Lokasi ini terbilang sangat baru, Swarga Lodge and Homestay, terletak di Lindung jaya M 10, Kecamatan Kayu Aro, Kerinci.

Tidak hanya menginap atau bermalam saja, namun bagi pengunjung yang ingin menyelenggarakan suatu kegiatan semacam makan malam bersama seperti Media Gathering, pihak manajemen menyediakan fasilitasnya baik di dalam ruangan atau alam terbuka, termasuk hiburan musik. Malam berlalu, hujan ringan turun membasahi Kecamatan kayu Aro. 

(Bukit Kayangan/Foto: Hendry Noesae/Jambidaily.com)

Keesokan harinya (Rabu, 20/11/2019) Matahari terbit begitu istimewa berhiaskan hamparan nan hijau dan Gunung Kerinci, tidak ingin melewatkan kesempatan, ajang berswafoto menjadi minat tersendiri. Lalu rombongan menuju Rawa Bento di Desa Jernih Jaya, Kecamatan Gunung 7, Kabupaten Kerinci. Rawa ini merupakan lahan basah pada ketinggian 1.333 mdpl, dengan luas skitar 1.000 hektar. Kawasan ini awalnya adalah danau, menampung aliran sungai yang berasal dari gugusan Pesona Wisata Jambi Gunung Kerinci, Gunung Tujuh, Gunung Sangkar dan sekitarnya. Karena pendangkalan, danau lama-lama menjadi rawa. Rawa ini tertutup oleh rumput bento dan menjadi hutan rawa, sehingga dikenal dengan nama Rawa Bento. Tak hanya keunikan rawanya yang ditumbuhi vegetasi menjadi pemandangan yang indah, tetapi juga beberapa jenis burung yang hidup di daerah ini. Antara lain burung jernih, burung layang-layang dan putih, bebek liar dan lain sebagainya (dikutip dari Pesona.travel).

Disini rombongan hanya bisa menikmati lewat jembatan gantung, tidak bisa menyusuri sungai karena ada aliran yang tertutupi oleh tanaman sehingga tidak bisa dilalui. Perjalanan berlanjut ke Air Terjun Telun Berasap adalah salah satu dari begitu banyak air terjun yang terdapat di Kabupaten Kerinci. Wikipedia.org mencatat Air terjun ini memiliki ketinggian kurang lebih 50 Meter. Sumber air dari Air Terjun Telun Berasap adalah sungai-sungai yang berhulu disekitar Gunung Tujuh, dan sumber utama airnya adalah Air Terjun Gunung Tujuh, yaitu air terjun yang mengalir dari bibir Danau Gunung Tujuh yang terdapat di puncak Gunung Tujuh. Air Terjun Telun Berasap terdapat di Telun Berasap, Gunung Tujuh, Kerinci.

Air terjun telun berasap, air terjun yang selalu diselimuti kabut air seolah-olah menyerupai asap putih, akibat derasnya air terhempas ke batu dan menguap. Siapkan tenaga jika ingin menikmati lebih dekat sehingga dapat merasakan sejuknya semburan air, jarak tempuh melalui ratusan anak tangga menuju Air Terjun Telun Berasap yaitu kira-kira 300 meter menjadi tantangan dan keseruan tersendiri setelah anda puas menikmati air terjun telun berasap.

Ke Air Terjun Telun berasap menjadi rangkaian akhir di kecamatan Kayu Aro, kemudian rombongan kembali ke kota Sungai Penuh dengan tujuan Bukit Kayangan. Bukit Kayangan merupakan salah satu objek wisata yang menawarkan panorama alam yang indah. Melalui Puncak Bukit Kayangan wisatawan bisa melihat pemandangan yang luar biasa, cuaca cerah menjadi keberuntungan karena dapat menyaksikan Danau Kerinci. 

Nanti dulu, beberapa saat pemandangan indah yang ditawarkan Bukit Kayangan tidak hanya sewaktu cuaca itu sedang cerah namun pada saat cuaca sedang berkabut ataupun mendung. Buktinya cuaca mendung sebelum rombongan meninggalkan bukit kayangan, hal itu memberikan bentuk fenomena alam yang menakjubkan seolah-olah kita sedang berada diatas awan sebuah negeri kayangan.

(Rawa Bento/Foto: Hendry Noesae/Jambidaily.com)

Walaupun sedikit lokasi wisata alam yang sempat dikunjungi, ada beberapa poin bisa menjadi catatan penting bagi siapapun pelancong ke kabupaten Kerinci, banyak sekali peluang bagi anda yang memiliki minat Investasi dalam pengembangan pariwisata di kabupaten Kerinci, baik sarana maupun prasarana. Jika berkunjung, anda akan berharap bisa kembali lagi, lagi dan lagi merindukan kesejukan alamnya, kehangatan masyarakatnya, keaslian hasil komoditas pertanian, perkebunan dan sebagainya.

Semoga akan banyak perusahaan besar, BUMD, BUMN ataupun lainnya seperti yang dilakukan Bank Indonesia perwakilan provinsi Jambi memberikan dukungan terhadap pengembangan Komoditas unggulan di Kabupaten Kerinci, secara langsung seperti kepada Koperasi Koerintji barokah Bersama ataupun tidak langsung semacam Media Gathering sehingga dapat memberikan efek berganda terutama bagi pariwisata.

(Foto Bersama di Pelataran Jelang Menuju Air Terjun Telun Berasap/Foto: Dok/Jambidaily.com)

 

 

Ditulis Oleh: Hendry Nursal

 

 


Berita Terkait:

KOMENTAR DISQUS :

Top