Rabu, 26 Juni 2019 |
Suaro Wargo

Elis Nurjanah: Katakan Tidak Pada 'Hoax'

Jumat, 29 Maret 2019 22:19:17 wib

JAMBIDAILY SUARO WARGO - Perkembangan penggunaan internet memiliki dampak positif bagi kehidupan. Apalagi era sekarang ini merupakan era digital. Namun di saat yang sama, mudah terbukanya ruang yang lebih luas  untuk meningkatkan radikalisme digital, jaringan teroris online, berita palsu dan cyberbullying. Hal itu terlihat dengan begitu banyaknya beredar informasi hoax. Sudah tidak asing lagi di layar gadget kita, banyak informasi masuk dan menyebar di berbagai media massa. Khususnya media online seperti instagram, facebook, blog, WhatsApp, Twitter dan kebenarannya bertujuan untuk mempengaruhi, dan mengelabui pembaca agar mempercayai kebenaran informasi tersebut. 

Hoax sebenarnya sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Yaitu “hocus” bermula dari sebuah mantra “hocus focus” serupa dengan “sim salabim” yaitu permainan sulap. Dalam riseet ilmuwan mengahsilkan hoaxs adalah berita atau informasi yang di karang seoalah-olah benar dari sumber yang sah kemudian disebarkan melalui media massa untuk mengelabui atau menipu pembaca dan menguntungkan salah satu pihak untuk kepentingan finansial atau ideologis. 

Perkembangan teknologi saat ini sangat mempengaruhi penyebaran informasi tersebut. Dalam beberapa detik saja informasi sudah bisa menyebar ke suluruh dunia. Tidak dipungkiri lagi, hoax sangat mudah sekali menyebar luas di seluruh lapisan masyarakat. Khususnya masyarakat media yang setiap saat selalu dihadapkan dengan bermacam-macam informasi. Hal ini sangat bermanfaat utuk masyarakat, namun berbeda dengan penyebaran hoax yang semakin merajalela, justru meresahkan masyarakat. Apalagi sekarang ini kebanyakan dari kita hanya membaca menerima informasi tetapi tidak menelusuri dan mencari tahu kebenarannya terlabih dahulu. 

Media massa menjadi ajang kompetisi berbagai pihak untuk menunjukkan eksistensinya dalam menarik perhatian khalayak. Dengan begitu media dengan mudah menguasai pemikiran masyarakat. Media sangat berpengaruh dalam pola hidup masyarakat. Penyebar hoax, biasanya pengguna media ini hanya abal-abal, sumber tidak jelas, dan hanya sekali lewat. Mengapa demikian? Karena banyak dari penyebar berita hoax tidak menampakkan data asli diri. Hanya menggunnakan data samaran, gunanaya untuk mengelabui pembaca. Jelas bukan? Tidak ada pertanggungjawaban dalam penyajian informasi. Topiknya sering berhubungan dengan peristiwa yang sedang hangat. Dengan motif untuk meguasai opini publik, hingga menyudutkan salah satu pihak. 

Terserbarnya berita palsu tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. karena kurangnya literasi masyarakat itu sendiri.

  • Pertama, penerima berita merasa sepihak dan sependapat dengan berita tersebut.
  • Kedua, rasa peduli yang tinggi terhadap orang lain.
  • Ketiga, mengikuti orang lain. Faktor-faktor tersebut menimbulkan hasrat pribadi untuk membagikan berita, padahal kebenarannya belum jelas. Hal tersebut Sudah menjadi kebiasaan dari pengguna media sosial.

Akibatnya berita yang belum jelas asal usul kebenarannya tadi mudah menyebarluas di berbagai media. Kuranganya rasa keingintahuan membuat masyarakat mudah percaya terhadap apa yang sudah mereka baca tanpa menelurusi kebenaran dari berita tersebut. Hal ini membuat masyarakat mudah terdoktrinasi dalam segi pemiikiran.

Sebagai pengguna media yang bijak, sebelum menyebarluaskan informasi yang kita peroleh. sebaiknya teliti terlebih dahulu kebenarannya. Tidak mudah memang, dengan banyaknya informasi yang beredar akan lebih sulit untuk memilah keakuratannya. Maka pandai-pandailah dalam memahami informasi. 

Cermati isinya, jangan hanya membaca atau terfokus pada judul. Dan jangan membaca secara terpotong-potong karena dapat menimbulkan sudut pandang yang berbeda. Pastikan akun atau link merupakan media terpercaya dan sudah di verifikasi oleh dewan pers. Yang paling penting tidak langsung menekan tombol share. Jangan biarkan masuk ke dalam jurang hoax.

Perbanyaklah berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Dengan jiwa sosial yang tinggi kita tidak dengan mudah mempercayai sebuah informasi, dan akan menggalinya terlebih dahulu, Mulailah berfikir kritis dengan apa yang pernah kita alami, Sering berdiskusi mengenai isu terkini agar kita tidak termakan informasi bohong.

Lingkungan kita juga sangat mempengaruhi pola pikir kita. Khususnya untuk orang tua, awasilah anak-anak dalam menggunakan media sosial, karena keluarga merupakan garda terdepan dalam penangkalan hoax.

 

...
Ditulis Oleh:
Elis Nurjanah 
Mahasiswi Jurnalistik Islam, Fakulltas Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi

 

 


*isi/sumber/referensi dari Artikel sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis

KOMENTAR DISQUS :

Top