Selasa, 18 Juni 2019 |
Jurnal Publik

"Emank Mantap" Prediksi Gubernur Jambi Zumi Zola, Terbukti Saat ini

Sabtu, 29 Juli 2017 06:45:18 wib

KOPI RAINA-Emank mantap, Prediksi Gubernur Jambi Zumi Zola terbukti, bahwa programnya dan janji politik saat Pilkada kala itu bahwa ketika terpilih nantinya memimpin Provinsi ini dapat menjawab kebutuhan dan keinginan Penghuninya. 

Saat ini secara Nasional sedang hangat-hangatnya tentang Beras dan Garam, Permasalahan Beras sangat menyita Publik dengan adanya dugaan Persaingan curang setelah adanya temuan dari Satgas pangan tentang 41 kasus beras oplosan.

VIVA.co.id (Kamis,27/07) menulis bahwa Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto, mengatakan Satgas Pangan mencatat telah menemukan sebanyak 250 masalah kasus pangan yang terjadi di Indonesia. Dari jumlah itu yang paling banyak yaitu soal masalah beras.

"Komoditi beras yang banyak masalah ada sekitar 41 kasus beras dengan berbagai modus oplosan dan kemudian (dicampur) kapur putih," kata Komjen Ari Dono Sukmanto di Ombudsman RI, Jalan Rasuna Said Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 27 Juli 2017.

Selain itu sebelumnya, Republika.co.id melansir, Anggota Komisi IV DPR Firman Subagyo mengatakan, keberhasilan mengungkap aksi kejahatan ini membuktikan Satgas Pangan masih dibutuhkan karena diindikasi masih banyak lagi aksi serupa yang belum terungkap. 

"Satgas Pangan harus diperkuat dan ditambah anggarannya agar kinerjanya lebih maksimal lagi," katanya melalui siaran resmi yang diterima Republika.co.id, Minggu (23/07).

Sebab menurutnya, masih ada kejahatan serupa yang lebih besar lagi menyangkut mafia pangan ini, bukan hanya pada komoditas beras, tapi juga pada komoditas lain seperti gula dan garam. Aksi ilegal seperti yang dilakukan PT IBU diakuinya sudah lama terjadi dan makin merugikan masyarakat dan petani. Untuk itu keberadaan Satgas Pangan dinilai penting sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memerangi mafia pangan.

Dari peristiwa tersebut Menteri Perdagangan akan melakukan Revisi Harga eceran, seperti lansiran dari VIVA.co.id (Jum'at, 28/07)

Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 47 Tahun 2017 yang mengatur Harga Eceran Tertinggi (HET) penjualan beras sebesar Rp9.000 di tingkat konsumen akan segera direvisi. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita untuk itu bakal meminta para pengusaha yang bergerak di sektor perberasan untuk duduk membahas solusi yang terbaik.

Sebab, selama ini HET ini dinilai cenderung meresahkan para pedagang dalam menetapkan harga jual berasnya. Misalnya saja, terkait kualifikasi beras premium yang tidak mungkin dijual seharga Rp9.000 per kg.
 
"Kita akan duduk bersama. Kita bentuk tim mulai hari Senin kayak urusan gula sama minyak goreng. Keputusan ada di pemerintah, tapi kita minta masukan. Jadi kita duduk dulu, selesai itu baru diputus," kata Enggar di kantor Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat 28 Juli 2017.

Sebenarnya Persaingan bisnis tidak sehat, Peristiwa akan adanya kelangkaan beras, sehingga menjadi mahal dipasaran sudah dapat di Prediksi oleh Gubernur Jambi, Zumi Zola jauh sebelumnya. Kenapa tidak, sebab ketika dinyatakan menang di Pilgub berdasarkan Hitung Cepat (Quick Count), dia telah mencanangkan Programnya.

"saya punya program lahan, setiap kabupaten dan kota akan ada lahan, yang disebut Lahan Pangan Abadi, harapannya biar Kabupaten dan kota di Provinsi Jambi ini Mandiri pangan," Ungkap Zumi Zola saat menjawab pertanyaan Wartawan di salah satu Televisi Swasta Nasional, pada 11 Desember 2015. 

Inilah jawaban dan Kunci yang sangat nyata tentang Beras yang saat ini menjadi pembahasan hangat, terkait kualitas, harga dan ketersediaan, tentunya Kemandirian dalam pangan.

Mantap Pak Gubernur Jambi, Prediksi anda tepat dan semoga bukan hanya Janji Politik semata serta Euphoria saat anda Menang Pilkada, selamat menjalankan tugas.

(Hendry Noesae)

KOMENTAR DISQUS :

Top