Minggu, 19 Agustus 2018 |
Hukum

Fachrori Imbau Masyarakat Tidak Buka Lahan dengan Membakar

Kamis, 19 April 2018 11:06:36 wib
Foto: Amirzan/Humas Pemprov Jambi

JAMBIDAILY HUKUM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum menyambut kedatangan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei, bertempat di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin Jambi, Rabu (18/04) malam. 

Kedatangan Willem ke Provinsi Jambi, dalam rangka menghadiri penutupan pelatihan untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah dilaksanakan selama 3 hari. 

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengapresiasi pelatihan pencegahan karhutla Provinsi Jambi sebagai upaya membangun koordinasi dan integrasi yang baik dalam mencegah terjadinya karhutla. 

Fachrori mengungkapkan, pelatihan pencegahan karhutla di Provinsi Jambi sangat penting, karena Jambi merupakan Provinsi yang rawan karhutla. "Kita tentu masih ingat, pada tahun 2015 yang lalu, Provinsi Jambi mengalami kabut asap yang sangat parah akibat dari karhutla ini," ungkap Fachrori. 

"Alhamdulillah sejak kejadian itu sampai saat ini, tidak pernah lagi terjadi kabut asap seperti tahun 2015. Meskipun masih ada kebakaran hutan dan lahan," sambung Fachrori. 

Fachrori mengharapkan agar kedepannya tidak terjadi lagi kabut asap seperti yang sudah-sudah, apalagi dengan telah diselenggarakannya pelatihan dalam pencegahan karhutla. Jadi, apabila nantinya ada titik api (hot spot) yang berpotensi menimbulkan asap, bisa diatasi sedini mungkin oleh para petugas yang telah mendapatkan pelatihan, sehingga titik api tidak cepat menyebar dan kabut asap tidak terjadi. 

"Karhutla di Jambi sendiri karena kebiasaan yang lama-lama menjadi terbiasa oleh masyarakat Jambi dalam membuka lahan dengan cara membakar. Kalau orang-orang tua kita dahulu, membakar dengan cara mengumpulkan dahulu kayu-kayu yang hendak dibakar, sehingga ketika dibakar apinya tidak menjalar kemana-mana," tutur Fachrori. 

"Lain dengan masyarakat saat ini yang asal membakar ketika membuka lahan dan ditinggal begitu saja, sehingga mengakibatkan kebakaran besar dan menghasilkan kabut asap yang sangat merugikan kita semua," tambah Fachrori. 

Fachrori mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena bisa mengakibatkan kabut asap yang sangat merugikan sekali, serta dampak negatif yang timbul dari kabut asap. Bukan hanya Jambi dan provinsi tetangga saja yang merasakan dampaknya, tetapi sampai kepada negara tetangga Singapura dan Malaysia pun ikut merasakannya. 

Willem memberikan apresiasi kepada Gubernur Jambi beserta jajarannya yang telah melakukan upaya pencegahan secara dini terhadap karhutla, karena keberhasilan dalam mencegah karhutla adalah kesiapsiagaan yang dilakukan secara dini. 

"Betapa pentingnya pelatihan pencegahan karhutla ini dan Provinsi Jambi melaksanakan itu sebagai upaya dini menghadapi karhutla. Saya mewakili Pemerintah Pusat sangat mengapresiasi apa yang telah dilaksanakan oleh Bapak Gubernur Jambi beserta jajarannya dalam upaya pencegahan karhutla ini," tutur Willem. 

Willem menyampaikan, melalui pelatihan yang telah dilaksanakan, akan membuat para petugas pencegahan karhutla di lapangan ini menjadi lebih siap dalam menghadapi karhutla dan kemampuannya pun menjadi bertambah, karena dalam pelatihan tentu ada kesiapan individu, perlengkapan peralatan, mekanisme serta Standard Operating Procedure (SOP). 

"Hal terpenting diadakannya pelatihan ini adalah terbangunnya koordinasi dan integrasi yang baik sebagai upaya dalam melakukan pencegahan karhutla," kata Willem. 

Lebih lanjut, Willem berpesan kepada masyarakat Jambi untuk tidak membakar hutan dan lahan karena banyak sekali dampak negatif yang timbul akibat dari kebakaran hutan dan lahan, yaitu dampak terhadap masyarakat, dampak terhadap ekonomi, dan dampak terhadap hubungan baik antar negara. 

"Keberhasilan dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan ini bukan hanya karena para aparat dan petugas saja, tetapi juga harus ada kerjasama yang baik dari masyarakat. Jadi sangat dibutuhkan kolaborasi yang baik antara Pemerintah, TNI/Polri dan masyarakat untuk mewujudkan semua itu," terang Willem. (Richi/Mustar/Humas Pemprov Jambi) 

KOMENTAR DISQUS :

Top