Kamis, 18 Juli 2019 |
Ekonomi

Fachrori Terus Tingkatkan Ketersediaan Daging Provinsi Jambi

Rabu, 26 Juni 2019 18:32:14 wib

JAMBIDAILY EKONOMI – Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Jambi berusaha untuk meningkatkan ketersediaan daging di Provinsi Jambi. Fachrori menginginkan agar kian tahun jumlah daging yang didatangkan dari luar Provinsi Jambi ke Provinsi Jambi kian berkurang, dan kemampuan Provinsi Jambi untuk memenuhi kebutuhan daging semakin tinggi. Dengan upaya tersebut, secara bertahap, tingginya kenaikan harga daging bisa dikurangi yang juga merupakan bagian dati upaya untuk mengantisipasi tingginya inflasi harga komoditi pangan terutama pada momen-momen tertentu, seperti pada puasa Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Selain itu, juga bisa membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan peternak.
 
Sebagai upaya mempercepat peningkatan populasi ternak khususnya sapi, sesuai dengan sasaran kinerja dalam mencapai Visi dan Misi Jambi TUNTAS 2021, Provinsi Jambi melaksanakan program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus SIWAB). Program ini secara nasional telah dicanangkan pada bulan Oktober 2016 lalu. Di Provinsi Jambi Program dan kegiatan ini telah dimulai sejak tahun 2017, dengan tujuan untuk mempercepat peningkatan populasi sapi di tingkat peternak. Program ini merupakan keberlanjutan dari program Gertak Birahi dan Inseminasi Buatan (GBIB) sebelumnya, namun lebih komprehensif dengan lebih mengoptimalkan pelayanan reproduksi kepada sapi-sapi milik peternak.
 
 “Esensi Upsus Siwab diharapkan dapat mengubah pola pemeliharaan ternak domestik dengan cara mengotimalkan teknologi Inseminasi Buatan dalam proses reproduksi ternak seperti yang diketahui bahwa peternak di Provinsi Jambi selama ini masih bersifat tradisional. Untuk itu, melalui Upsus Siwab diarahkan ke praktik beternak yang menuju ke arah profit dan menguntungkan bagi peternak,” kata Ir. Ahmad Maushul, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Jambi.
 
Berdasarkan data statistik, populasi sapi dan kerbau di Provinsi Jambi tercatat sebanyak 204.396 ekor. Jumlah populasi betina produktif yang berpotensi untuk dijadikan akseptor sebesar 27,79% dari jumlah populasi yaitu 56.814 ekor. Tahun 2018 Provinsi Jambi diberikan target akseptor Inseminasi Buatan 15.750 ekor, jumlah kebuntingan sebanyak 11.895 ekor dan jumlah kelahiran sebanyak 9.996 ekor.
 
Pencapaian dari target tersebut sampai akhir Desember 2018, untuk Akseptor telah melebihi jumlah yang ditargetkan yaitu sebanyak 18.441 ekor atau sebesar 116,89%, realisasi kebuntingan sebanyak 12.343 ekor atau 102,99% serta realisasi kelahiran sebanyak 8.315 ekor.
 
Pencapaian ini terus dipacu dengan penyusuran petugas ke peternakan-peternakan terhadap ternak-ternak yang bunting dan lahir, baik melalui Inseminasi Buatan maupun Kawin Alam terutama di daerah-daerah kantong ternak di Provinsi Jambi, yakni Kabupaten, Bungo, Tebo, Merangin, Sarolangun dan Batanghari.
 
"Dalam dua tahun pelaksanaan program, capaian program Upsus Siwab jika dihitung menurut ekonomi veteriner sangat berhasil. Hal ini terlihat dari pelayanan Inseminasi Buatan/IB dari Januari 2017 hingga Desember 2018 telah terealisasi terhadap 32.737 ekor," ujar Ahmad Maushul merinci. Kelahiran pedet yang dilaporkan melaui iSIKHNAS mencapai 9.702 ekor dengan asumsi angka kematian pedet sekitar 10%, maka didapat pedet lepas sapih sekitar 8.732 ekor, yang jika dirupiahkan setara dengan Rp69,85 miliar dengan asumsi harga satu pedet lepas sapih sebesar Rp8 juta per ekor. Nilai ini sangat besar mengingat investasi program Upsus Siwab yang berasal dari APBN/APBD pada 2017 dan 2018 hanya sekitar Rp20,5 miliar, sehingga ada kenaikan nilai tambah di peternak sebesar Rp49,35 miliar atau sebesar 240% (2,4 kali) dari investasi awal.
 
Disamping kegiatan Upsus SIWAB, kegiatan Pencegahan dan Pengendalian Pemotongan Betina Produktif khususnya di RPH (Rumah Potong Hewan) juga menyumbang penambahan populasi di Provinsi Jambi khususnya ternak sapi.
 
Seiring dengan program tersebut, pembangunan peternakan di Provinsi Jambi juga diarahkan pada pengembangan beberapa jenis ternak lainnya, seperti peningkatan produksi dan produktivitas kambing, ungags, dan kelinci. (Mustar Hutapea/Humas Pemprov Jambi).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top