Selasa, 11 Desember 2018 |
Politik

Fadli Zon Pastikan Dukungan Armenia untuk Indonesia di DK PBB

Senin, 04 September 2017 03:03:24 wib
Foto: Fadli Zon dan Wakil Menteri Luar Negeri Armenia. (Danu Damarjati/detikcom).

JAMBIDAILY POLITIK, Internasional - Wakil Ketua DPR Fadli Zon memimpin delegasi wakil rakyat dalam lawatan ke Armenia. Dia memastikan negara di pengujung Timur Tengah itu mendukung Indonesia dalam pencalonan anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

Fadli Zon berkunjung ke Kantor Kementerian Luar Negeri Armenia, Jalan 3 Vazgen Sargsyan, Yerevan, Kamis (31/8/2017). Dia mengadakan pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Armenia, Armen Papikyan.

"Tentu saja kami mendukung pencalonan Indonesia di Dewan Keamanan PBB," kata Papikyan yang didampingi enam orang lainnya.

Anggota DPR yang ikut adalah Jimmy Demianus Ijie dari Fraksi PDIP, Fadhlullah dari Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono dari Partai Gerindra, dan Ermalena dari PPP. Di Armenia, mereka juga didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk Ukraina Georgia dan Armenia, Yuddy Chrisnandi, dan Konsul Kehormatan Indonesia untuk Armenia, Yervand Voskanyan.

Pemilihan akan berlangsung pada Sidang Majelis Umum ke-73 PBB pada 2018. Bila benar Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB, maka Indonesia akan bisa berperan lebih di lembaga itu pada periode 2019-2020. Dukungan dari Armenia juga sudah tertuang dalam Nota Diplomatik Kedubes Armenia Nomor 2525/056/2017 tanggal 31 Maret 2017. Indonesia juga mendukung Armenia di DK PBB untuk 2032-2033 mendatang.

"Kami sangat berterimakasih karena Anda telah berkomitmen mendukung pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB," kata Fadli pada kesempatan yang nyaris bertepatan dengan 25 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Armenia ini. 

Fadli menyatakan hubungan Indonesia dengan Armenia sebenarnya punya potensi untuk ditingkatkan. Indonesia juga merupakan pasar besar yang terbuka terhadap investasi Armenia, Indonesia juga tergabung dalam negara-negara G20. Papikyan merespons, Kementeriannya mendorong peningkatan hubungan dengan Indonesia. Fadli meminta agar ada kebijakan bebas visa untuk warga Indonesia yang berkunjung ke Armenia. Sampai sekarang yang bebas visa hanya pemegang paspor diplomatik saja. Pemegang paspor Indonesia harus visa on arrival di Armenia.

"Tentu saja pesan Anda akan kami sampaikan ke departemen kami, demi mendorong hubungan antara Armenia-Indonesia," tanggap Papikyan.

Secara terpisah, Fadli mengatakan penguatan hubungan kedua negara mencakup berbagai kepentingan masing-masing. Misalnya dalam pencalonan di PBB. "Setidaknya kita punya kawan yang lebih banyak bisa mendukung kita di forum-forum internasional, dan mereka punya komitmen untuk itu," tutur Fadli.

Setali tiga uang, Armenia juga berharap sama dari Indonesia. Namun satu hal yang Indonesia perlu pastikan sikap terbaik, yakni terkait konflik kawasan Nagorno-Karabakh antara Armenia dan Azerbaijan.

Soal ekonomi perdagangan, nilai ekspor dan impor dari Armenia relatif kecil. Namun demikian, potensi besar Armenia tetap ada yakni terkait pemanfaatan sumber daya manusia dari diaspora keturunan Armenia. Jumlah keturunan Armenia di berbagai negara malah lebih besar ketimbang jumlah orang Armenia di negaranya sendiri yang teritorialnya tak lebih besar dari Provinsi Jawa Tengah itu.

"Banyak (keturunan Armenia) yang berhasil menjadi bussinessman dan sebagainya. Saya kira network yang potensial untuk kita undang investasi. Kalau kita lihat mereka punya kemampuan yang cukup besar dalam berbagai bidang, bidang properti-kah, IT, bisnis-bisnis yang lain. Mereka punya jaringan internasional yang cukup kuat, bisa melebihi yang ada di dalam negerinya," tutur Fadli Zon.

 
(dnu/elz)/detik.com

KOMENTAR DISQUS :

Top