Selasa, 19 Juni 2018 |
Peristiwa

Fasha : Longsor Kota Baru Tanggung Jawab Pemilik Tanah

Senin, 19 September 2016 14:51:17 wib
H, Sy Fasha

JAMBIDAILY PERISTIWA - Longsor yang mengancam rumah warga di RT 17 Kelurahan Paal V Kota Baru, Kota Jambi, membuat Pemkot Jambi ikut kebakaran jenggot. Karena itu, Walikota Jambi, H Sy Fasha akan meminta pertanggungjawaban pemilik tanah.

Menurut Walikota, dalam membangun atau melakukan tindakan terhadap suatu lahan atau tanah, pemilik lahan harus mematuhi aturan hukum dan aturan teknis yang ada. Meskipun seseorang mengaku sebagai pemilik lahan, namun tidak boleh sembarangan dalam membangun.

"Saya tegaskan siapapun dia yang melakukan proses pembangunan di Kota Jambi, maka harus mematuhi aturan. Ada aturan teknis dan aturan hukum yang harus ditaati," tegasnya.

Fasha mengatakan jika tidak sesuai aturan, bisa masuk ke ranah hukum. "Semua ada aturannya. Jika tidak sesuai peraturan, maka bisa masuk ranah hukum. Katakanlah jika memang sebagai pemilik tanah. Namun, jika tanah itu mau dibangun atau mau dikeruk, semua ada teknisnya," katanya lagi.

Ditegaskannya, mengeruk tanah itu tidak bisa sembarangan. Lihat jugalah lingkungan sekitar. "Jangan dipaksakan. Jika ada proses pengerukan tanah, untuk melindungi tanah di sebelahnya, maka pemilik tanah harus membangun turap," ujarnya.

Fasha mengaku sudah menginstruksikan Distarum dan Dinas PU untuk turun Ke Lapangan melihat kondisi tanah dan bertemu langsung dengan pemilik tanah.

"Distarum dan PU sudah saya instruksi kan melihat dan bertemu langsung. Sudah bertemu pemilik perumahan, namun belum bertemu pemilik tanah yang satunya lagi. Maka harus bertemu pemilik tanahnya juga. Tanyakan semua izin-izinnya. Kalau tidak ada izinnya ditinjau ulang," sebutnya.

Sementara Kepala Distarum sekaligus Plt Kepala Dinas PU Kota Jambi, Masrizal, mengaku sudah bertemu pemilik perumahan. Namun, setelah dihitung berdasarkan izin dan hak kepemilikan tanah, pengembang ditengarai tidak bersalah.

"Kalau pengembangnya sudah benar, tidak ada masalah. Cuma kita belum bertemu pemilik tanah yang satunya lagi," ujarnya.

Dikatakan, permasalahan tersebut masih dalam proses penyelesaian dengan melihatkan berbagai pihak. "Masih dalam proses saat ini," pungkasnya. (*)


Penulis : Chandra
Editor  : E Septimen Loethfi

KOMENTAR DISQUS :

Top