Sabtu, 18 Januari 2020 |
Wisata & Budaya

Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci Digelar hingga 29 Juli 2017 Mendatang

Kamis, 27 Juli 2017 11:49:53 wib
Photo: batampos.co.id

JAMBIDAILY WISATA/BUDAYA-Danau Kerinci merupakan danau yang luas. Karena luas, pada zaman dahulu danau ini dinamakan danau gedang (besar). Danau Kerinci bahkan menyimpan mitos tentang dua ekor naga kakak beradik yang saling menyayangi. Tak kalah menarik, Danau Kerinci menjadi tersohor berkat keindahan alamnya. Inilah yang menjadi magnet bagi para wisatawan.
 
Untuk lebih mendongkrak kunjungan wisatawan, diadakan Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci (FMPDK) setiap tahunnya hingga kini menjadi salah event pariwisata unggulan Kabupaten Kerinci. FMPDK kali ini merupakan penyelenggaraan ke-16, yang rencananya akan dihelat 26-29 Juli 2017.

Bupati Kerinci Adirozal menjabarkan tujuan diselenggarakannya FMPDK XVI, di antaranya meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar Danau Kerinci tentang potensi keindahan alam Kerinci dan pentingnya kerjasama antar stakeholder untuk mengembangkan potensi tersebut sebagai destinasi wisata.

“Tidak ketinggalan, meningkatkan perekonomian di wilayah tersebut sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka peluang usaha,” katanya, Senin (24/07).

Dengan usungan tema “Cerminan Suksesnya Branding Pariwisata Menuju Jambi Tuntas”, FMPDK XVI bakal menampilkan tari massal, pawai budaya, festival budaya spesifik unik, lomba parno adat dari 16 kecamatan di Kabupaten Kerinci, serta pertunjukan dan lomba seni budaya. Berbagai pertunjukan dan lomba seni budaya yang ditampilkan, seperti Tari Rangguk Tradisi, lomba tari kreasi, lomba berbalas pantun, lomba mengaji adat Kerinci, lomba menumbuk padi (3 antan 1 lesung) nampi padi/beras khas Kerinci, lomba giling cabe tradisional, lomba masakan sambal khas Kerinci, serta lomba sike rebana dan fashion show antar MAN, SMA, mahasiswa, dan sanggar se-Kabupaten Kerinci.

Selain festival budaya, masyarakat yang mengunjungi FMPDK XVI akan disuguhi pameran berisi banyak stan kuliner dan hasil kerajinan khas Jambi. Para tamu yang diperkirakan turut hadir, yakni DPRD, bupati/walikota se-Provinsi Jambi, Kapolda, Danrem, dan lainnya.

“Sasaran event FMPDK XVI adalah pertumbuhan masyarakat lokal terhadap lingkungan, budaya, dan keramahan; pertumbuhan infrastruktur jalan, penginapan, transportasi, dan bandara; serta Kerinci menjadi penawaran destinasi prioritas bagi para agen tur dan wisata,” ungkap Adirozal.

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda Olahraga Kerinci, Ardinal menjelaskan, pelaksanaan FMPDK XVI hampir sama seperti tahun lalu, tetap dilaksanakan dengan berpusat di objek wisata Danau Kerinci. Jenis kegiatannya pun berupa kebudayaan dan kesenian. Namun, ada tambahan yang bersifat fundamental.

“Jumlah kegiatan bertambah karena akan ada berbagai perlombaan unik dan menarik yang akan diselenggarakan selama FMPDK berlangsung,” ujarnya.

Bagi Anda yang ingin menyaksikan kekayaan budaya Kerinci dalam balutan FMPDK XVI, perjalanan menuju Kabupaten Kerinci dapat ditempuh dengan jalur darat dari Kota Jambi dengan jarak tempuh lebih kurang 8-9 jam atau dari Kota Padang dengan jarak tempuh lebih kurang 6 jam. Untuk mempersingkat waktu juga bisa melalui jalur udara menuju bandara perintis Depati Parbo, dari Bandara Sultan Thaha Jambi, atau Bandara Internasional Minang Kabau Kota Padang dengan jarak tempuh hanya 45 menit.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, tiap daerah perlu satu ikon wisata agar mudah dikenal wisatawan. Maka Jambi, ikon wisatanya yang baru saja ditetapkan, adalah gunung berapi tertinggi di Indonesia, Kerinci dan juga danaunya.

“Branding itu investment. Kita pilih ikon yang kuat dan siap untuk suatu wilayah. Sumatera Utara punya Danau Toba. NTB walaupun ada gili-gili tapi kita angkat Mandalika. NTT ada Kelimutu tapi kita pilih Labuan Bajo dan Komodo. Nah Jambi ini, banyak sekali,” papar Menpar Arief Yahya.

Jambi punya banyak danau-danau cantik, seperti Danau Kerinci atau Danau Koco. Bentangan alam, 4 taman nasional di sana begitu eksotis. Budaya, suku Anak Dalam namanya sudah terkenal di telinga traveler.

“Pilihan terakhir, Candi Muarajambi atau Gunung Kerinci. Saya pilih Gunung Kerinci dan danaunya. Kenapa saya pilih Kerinci karena sudah masuk World Heritage UNESCO. Lebih kuat dibanding Candi Muarajambi yang baru akan diajukan ke UNESCO,” tutur Menpar Arief Yahya. (*)

Sumber: batampos.co.id
Editor   : Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top