Rabu, 22 November 2017 |
Pendidikan & Teknologi

Film Dokumenter atau Bukan,? Kisah Penghianatan G30S/PKI

Senin, 18 September 2017 16:02:50 wib
Photo: facebook.com @Iman Kurnia

JAMBIDAILY PENDIDIKAN - Perdebatan dan pertanyaan akan Film Penghianatan Gerakan 30 September Partai komunis Indonesia (G30S/PKI) masih menjadi cerita yang ramai diperbincangkan, namun dalam perkembangan terkini, adanya keinginan beberapa pihak untuk kembali ditayangkan.

Akun Facebook bernama Iman Kurnia memberikan tanggapannya terhadap Film ini (Senin, 18/09) sekira Pukul: 14.39 Wib.

Penayangan Film pengkhianatan g30s/PKI menurut saya tidak dilarang sekarang ini, walaupun masa orde baru menonton film ini diwajibkan. Ini bukan film dokumenter, melainkan film komersil tahun 1984 produksi PPFN (rumah produksi pemerintah) yang dulu wajib tayang di semua bioskop Indonesia, harus beli karcis lagi. Film ini masuk kategori drama atau hybrid antara drama dan horror dengan durasi 3 jam 40 menit. Untuk ukuran tahun 1984, budget produksi 800 juta film ini kayaknya blockbuster indonesia pada saat itu, dan memang dapat penghargaan paling laris FFI tahun 1985, gimana gak laris, wajib nonton bok, dari sd sampe sma...

Jika anda nonton film hollywood kayak saving private ryan, the pianist dll, itu bukan film historical/sejarah meskipun ada potongan fakta sejarah dimasukkan kesitu. Nah, film g30s/PKI masuk kategori ini.

Sedangkan dokumenter hitam putih Frank capra produksi departemen perang amerika aja masuk grade "propaganda", untuk melihat objektif orang harus nonton dokumenter yang dikeluarkan soviet, jerman, jepang, inggris, bukan hanya amerika. Dengan kata lain, semua pihak yang baku hantam selama perang itu, ditonton rekaman aslinya, untuk mengetahui cerita yang sesungguhnya. Apalagi film dengan dramatisasi, kalau dijadikan acuan sejarah bisa ngawur.

Tapi secara estetika visual, film g30s/PKI cukup bagus ditonton. Sutradara Alm. Arifin C Noer adalah segelintir tokoh elit sinematografi Indonesia. Terbukti film itu meraih piala citra FFI 1984 kategori skenario terbaik. Jika anda penggemar film perang atau action, anda akan ngantuk karena terlalu banyak dialog selama lebih tiga jam. Tapi jika anda menyukai drama, maka anda akan kagum bagaimana film jadul itu mampu menyuguhkan skenario dan dialog yang cerdas, yang jauh lebih baik dibandingkan film-film indonesia era sekarang genre apapun, mau nonton horor malah ketawa, nonton komedi malah nangis. Meskipun film G30s/PKI masih analog, dan soundnya masih mono, bukan dolby digital.

 


(Hendry Noesae)

KOMENTAR DISQUS :

Top