Senin, 19 Agustus 2019 |
Suaro Wargo

Fitri dan Rindu: Problematika Mahasiswa Akhir

Jumat, 10 Mei 2019 19:05:35 wib
Fitri Wulandari & Rindu Refoina Pertiwi

JAMBIDAILY SUARO WARGO - Siapa yang tak ingin tepat waktu dalam meyelesaikan masa studinya? Tentunya setiap mahasiswa ingin lulus tepat waktu. Tetapi dalam memperoleh gelar sarjana tiap mahasiswa memiliki waktu yang berbeda-beda. Ada yang berkesempatan menyelesaikan kuliahnya dalam waktu 3,5 tahun, 4 tahundan bahkan ada yang harus berjuang untuk wisuda hingga batas Drop Out.

Seperti yang kita ketahui, untuk mendapatkan gelar sarjana kita harus menyelesaikan tugas akhir atau skripsi. Seseorang yang sedang dalam proses skripsi ataupun sedang menulis skripsi sering kita sebut dengan mahasiswa tingkat akhir.Bagi mahasiswa tingkat akhir, skripsi sudah menjadi makanan mereka sehari hari dan selalu menghantui kehidupan mereka. Mendengar kata skripsi membuat mahasiswa akhir menjadi frustasi. Banyak yang merasa jika skripsi merupakan tantangan terbesar bagi mahasiswa karena mereka harus mencari judul, penelitian, bimbingan dan revisi yang terus berulang jika skripsi yang mereka buat itu salah.

Memasuki tingkat akhir kebanyakan mahasiswa sudah mulai mengurangi aktivitas diluar kuliah dan fokus untuk bisa lulus tepat waktu. Tetapi nyatanya para mahasiswa tingkat akhir sering merasa galau lantaran memiliki beberapa masalah seperti dana yang tidak sedikit dalam proses penyelesaian skripsi karena tidak hanya sekali mahasiswa melakukan revisi dengan dosen pembimbing namun dapat dilakukan beberapa kali. Hal tersebut seringkali menimbulkan stress bagi mahasiswa.

Ada juga sebagian mahasiswa yang malas untuk mengerjakan skripsi karena mereka merasa bahwa skripsi itu sangat rumit sehingga pengerjaan skripsi menjadi tertunda-tunda. Hal ini menjadi keterlambatan bagi mahasiswa itu sendiri untuk meraih kelulusannya tepat waktu, sehingga mengakibatkan banyak waktu dan kesempatan yang terbuang sia-sia. Selain merugikan diri sendiri, keterlambatan dalam mengerjakan skripsi juga merugikan pihak Fakultas karena adanya kondisi tidak ideal dari waktu kelulusan yang tidak diharapkan.

Dalam proses menulis skripsi terdapat beberapa hambatan, salah satunya yaitu sulit untuk menemui dosen pembimbing. Tentunya terdapat cara yang harus dilakukan mahasiswa akhir jika dosen pembimbing sulit ditemui dari beberapa sumber, yaitu jangan pernah sungkan untuk menghubungi dosen duluan karena dosen bisa saja lupa dengan jadwal bimbingan karena kesibukannya mengajar, jangan beranjak untuk pulang ketika belum bertemu dengan dosen karena dapat menunda skripsi, dan cari tahu dan catat semua jadwal mengajar dosen pembimbing.

Semakin lama mengerjakan skripsi membuat mahasiswa akhir semakin terlihat seperti salah jurusan karena revisi yang terlalu sering membuat mahasiswa akhir menjadi tidak “pede” dengan kemampuan sendiri. Hal tersebut terjadi karena tidak mengerti hal dasar yang dipelajari di semester awal dan materi yang didapat saat kuliah semuanya terasa hambar. Sehingga mahasiswa akhir pada saat menyusun skripsi merasa bingung untuk memilih materi yang akan di teliti untuk di jadikan skripsi.

Mahasiswa tingkat akhir pasti ingin masa-masa saat proses pengerjaan skripsi cepat berlalu. Tentunya dalam melewati hal itu tidak akan mudah. Mahasiswa akhir harus lebih sigap dalam mengerjakan skripsinya, tidak bermalas-malasan dan menunda dalam pengerjaan skripsi dengan berbagai alasan. Jangan terlalu berpikir tidak mampu untuk mengerjakannya jika belum berusaha mencoba. Sebelumnya utamakanlah niat, doa dan motivasi karena setiap mahasiswa memiliki cita-cita dan tujuan yang ingin diraih di masa depan.

 

 

Ditulis Oleh: 
Fitri Wulandari & Rindu Refoina Pertiwi
Mahasiswi Bahasa dan Sastra Indonesia 
F-KIP Universitas Jambi

 

 

 

 

isi/sumber/referensi dari Artikel sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis

KOMENTAR DISQUS :

Top