Senin, 20 Agustus 2018 |
Ekonomi

GO PUBLIC Lebih Baik!, Akselerasi Pertumbuhan Perusahaan Melalui Go Public

Kamis, 16 November 2017 20:38:43 wib
ilustrasi/google.co.id

JAMBIDAILY EKONOMI - Pada tanggal 16 Nopember 2017, PT Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Jambi bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jambi, DPD Asosiasi Real Estate (REI) Provinsi Jambi, Kantor Akuntan Publik (KAP) Kartoyo & Partner menyelenggarakan Workshop Go Public “ Akselerasi Pertumbuhan Perusahaan Melalui Go Public “. 

Acara berlangsung di Hotel Aston Jambi dengan menghadirkan Narasumber ; (1) Ibu Umi Kulsum (Kepala Divisi Pengembangan Calon Emiten), (2) Bapak Dadang Suryanto (Investment Banking PT MNC Sekuritas), (3) Bapak Deny Ong (Direktur PT Hartadinata Abadi Tbk yang diikuti oleh puluhan perusahaan dari berbagai bidang usang di Provinsi Jambi.

Jambi, sebagai salah satu daerah yang memiliki banyak perusahaan dengan berbagai skala dari kecil hingga besar, memiliki alternatif akses pendanaan di Bidang Pasar Modal. Sangat banyak sekali manfaat bagi perusahaan jika telah Go Public atau terdaftar di Bursa Efek Indonesia, antara lain :

  • Sumber dana untuk perluasan usaha
  • Tax Incentive
  • Memperkuat permodalan
  • Meningkatkan company value
  • Menimbulkan rasa kepemilikan para stakeholder
  • Meningkatkan kinerja perusahaan, dsb.

Manfaat yang demikian banyak tersebut, akan sangat berdampak jika perusahaan memilih untuk Go Public di Pasar Modal, perusahaan dengan bidang usaha apapun bisa Go Public di Pasar Modal dan dengan persyaratan minimum permodalan perusahaan (Net Tangible) adalah sebesar 5 Miliar Rupiah dan persyaratan-persyaratan lainnya. Dari 561 perusahaan yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia, memang saat ini belum ada satupun perusahaan lokal di Jambi yang terdaftar sebagai Emiten di BEI, namun proses kearah sana akan terwujud dengan berbagai program edukasi dan sosialisasi mengenai manfaat Go Public yang diberikan oleh BEI Kantor Perwakilan Jambi kepada para perusahaan – perusahaan potensial di Jambi.

Saat ini terdapat 561 perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dan telah memanfaatkan peluan pendanaan dari Pasar Modal. Jumlah ini tentunya relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah seluruh perusahaan di Indonesia. Namun dengan potensi yang dimiliki perusahaan di Indonesia dan termasuk di jambi, dengan didukung kondisi perekonomian yang baik serta dukungan dari pemerintah, kedepannya akan lebih banyak lagi perusahaan yang tertarik dan melakukan go public. Optimisme tersebut tergambar pada jumlah pencatatan tahun ini yaitu 28 perusahaan, dengan total dana yang berhasil diperoleh dari total IPO mencapai Rp5,91 Triliun Rupiah.

Berdasarkan data per 10 Nopember 2017, nilai kapitalisasi pasar saham di Bursa Efek Indonesia telah mencapai Rp6.665 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 15,83 % dibandingkan posisi akhir tahun 2016 yang sebesar Rp5.754 triliun. Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia juga mengalami peningkatan sejak awal tahun sebesar 13.69 % ke posisi 6021,83. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi per hati mencapai Rp7,3 triliun. 

Rata-rata frekuensi perdagangan juga naik sebesar 18,12 % menjadi 311.999 kali dari jumlah tahun 2016 sebanyak 264.127 kali. Kenaikan juga terjadi pada rata-rata volume perdagangan, dari jumlah tahun lalu yang sebanyak 7,8 miliar saham menjadi sebanyak 11,534 miliar saham atau naik sebesar 47,38 %

Melihat potensi – potensi yang dimiliki oleh perusahaan – perusahaan di Provinsi Jambi, tentunya akan ada perusahaan yang menjadi pionir dari Provinsi Jambi untuk dapat melantai di Bursa Efek Indonesia./*Rilis

KOMENTAR DISQUS :

Top