Minggu, 17 Desember 2017 |
Nasional

Gubernur Jambi: Pemprov dan Pemkab Komitmen Berantas PETI

Kamis, 01 September 2016 19:40:38 wib
H Zumi Zola memberi keterangan pers Terkait Ancaman dan Pemberantasan PETI di Provinsi Jambi

JAMBIDAILY NASIONAL-Gubernur Jambi H. Zumi Zola Zulkifli, S.TP, MA menyatakan, Pemerintah Provinsi Jambi bersama Pemerintah Kabupaten, berkomitmen akan berupaya memberantas aktifitas PETI yang berada di kabupaten.

"Ini adalah pekerjaan berat, untuk itu perlu ada komitmen bersama dengan penegakkan hukum yang berlaku untuk ditindak tegas. PETI ini menjadi salah satu permasalahan yang sangat kompleks sekali, bukan kami diam selama ini, kami telah melakukan berbagai upaya, tetapi jumlah alat berat yang berada di kabupaten tersebut, sudah ratusan, alat berat tersebut sudah masuk daerah lokasi yang sulit dijangkau, yang lebih sulit lagi adanya oknum bermain.  Untuk itu, kita sudah membentuk Satgas  yang diketuai oleh Wakapolda Jambi Kombes Pol. Nugroho Aji Wijayanto,"ungkap H Zumi Zola kepada wartawan,  usai  memimpin Rapat Koordinasi Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) bertempat ruang pola Kantor Gubernur, Kamis 01 September 2016.

Zola menegaskan bahwa penanganan PETI memerlukan komitmen dari semua pihak terkait, baik dari pemerintah daerah, kepolisian, TNI dan kejaksaan.

"Butuh komitmen dari semua pihak untuk dapat menyelesaikan ini. Kalau kita sudah bersenergi bersama membuat kesepakatan cara-cara lama yang tidak efektif jangan dilakukan lagi, nanti ada beberapa tahap yang akan disimpulkan oleh Satgas, apa saja strategi untuk selanjutnya," jelas Zola.

Selain itu Zola juga menjelaskan, kalau masalah perut (makan) yang dikatakan, pemerintah siap untuk membantu.  
"Pemprov banyak mempunyai program pertanian seperti bantuan bibit sawit, karet, kopi, ikan serta buka sawah baru. Tapi harus disadari satu kilo sayur-sayuran tidak sama besar dengan satu genggam emas, tetapi permasalahannya PETI ini tetap illegal. Di negara ini ada hukum yang berlaku," tutur zola.

Senada dengan Bupati Bungo, Zola mengemukakan, salah satu upaya untuk mengatasi PETI adalah dengan menghentikan suplai bahan bakar (BBM) terhadap mesin-mesin dan alat berat yang digunakan dalam PETI.

"Selama ini, ada penyuplai bahan bakar, kita mohon dapat dibantu untuk menghentikannya. Apabila bahan bakar ini digunakan untuk mesin-mesin yang dipakai untuk sesuatu yang illegal, ini salah besar. Penyaluran BBM ini perlu kita putuskan," jelas Zola lagi.

"Dalam rapat juga disampaikan, ada oknum-oknum yang terlibat. Pak Kapolda, Pak Danrem sudah langsung menindak tegas aparat  karena ikut bermain, saya apresiasi sekali. Untuk yang lainnya, saya katakan tadi, kalau tidak didukung oleh semua pihak, percuma," sambung Zola.

Adapun kabupaten yang masih beroperasi PETI diantaranya Kabupaten Merangin, Sarolangun, Bungo dan Tebo.

Pada kesempatan ini Gubernur langsung minta Bupati untuk memaparkan permasalahan dan kendala yang ada dilapangan yang dipandu oleh Sekda Provinsi Jambi H. Ridham Priskap.

Pada kesempatan ini Wakil Bupati Merangin H. Khafid Moein menyampaikan,  upaya dari pemerintah yang didampingi oleh kepolisian dan TNI sudah berkerja maksimal, namun masyarakat dipengaruhi oleh mereka yang mempunyai modal dengan cara tanah mereka dibeli dan setelah dibeli diolah untuk mencari emas, setelah itu dikembalikan kepada pemilik awal.

Kawasan PETI di Kabupaten Merangin diantaranya terletak di Pangkalan Jambu 655 Ha, Sungai Manau 260 Ha, Renah Pembarap 2 Ha, Tabir Lintas 125 Ha, Tabir Barat 185 Ha.

Sementara itu Pj. Bupati Sarolangun Arief Munandar menjelaskan, ada beberapa daerah yang melakukan peti dengan menggunakan alat berat yaitu di Limun dan Batang Asai lebih kurang 20 unit alat berat, Panca Karya lebih kurang 20 unit alat berat. “Setelah tim ini terbentuk agar dapat mengupayakan pemberantasan aktifitas peti tersebut,” ujarnya.

Ditempat yang sama Bupati Bungo H. Mashuri menyampaikan agar memutus mata rantai peti yaitu BBM. “Jangan ada sampai yang menyalurkan BBM ke lokasi peti,” tuturnya.

Sementara itu juga Pj. Bupati Tebo Agus Sunaryo menyampaikan, dibanding tahun yang lalu sudah ada penurunan, pemerintah Kabupaten Tebo terus melakukan pendekatan kepada masyarakat.

Wakapolda Jambi Brigjen Pol, Danrem 042/Garuda Putih Kolonel Inf. Refrizal, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Kajati Jambi Erbindo Saragih,SH,MH, pada intinya menyatakan mendukung sepenuhnya kebijakan Gubernur Jambi dalam penanganan PETI.(*)


Penulis   : Sapra Witani
Foto       : Amirzan/Roni
Editor     : Hery FR

LAINNYA

KOMENTAR DISQUS :

Top