Sabtu, 17 Agustus 2019 |
Wisata & Budaya

Gubernur Minta DKJ Selamatkan Budaya Lokal Jambi

Senin, 16 Mei 2016 16:15:45 wib
Gubernur Jambi H Zumi Zola berfoto bersama pengurus DKJ Provinsi Jambi

JAMBIDAILY BUDAYA-Gubernur Provinsi Jambi, H Zumi Zola Zulkifli minta Dewan Kesenian Provinsi Jambi (DKJ) menyelamatkan dan menguatkan budaya lokal Jambi.

“Saya minta DKJ untuk menyelamatkan seni-budaya yang berada di daerah, karena memang berada diambang kepunahan. Pemprov pada prinsipnya, mendukung dan mengapresiasi program-program DKJ.  Untuk itu, kita bakal buat Peraturan Gubernur (Pergub) tentang pelestarian nilai-nilai budaya Melayu Jambi,” kata Zumi Zola di Rumah Dinas Gubernur, Minggu sore 15 Mei 2016, saat melakukan pertemuan dengan sejumlah pengurus DKJ Provinsi Jambi.

Lebih lanjut, dirinya berharap DKJ dapat melakukan audiensi dengan pemerintah 11 kabupaten/kota. Kewajiban untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian Jambi, tidak hanya tanggung jawab Pemprov Jambi. Sehingga semua pihak dapat bersinergi untuk menguatkan seni-budaya lokal, demikian rilis resmi Sekretariat DKJ Jambi, kepada jambidaily.com.

Merespon keinginan seniman, Zola pun berceloteh, ia meminta DKJ untuk mengkonsep seni pertunjukan teater yang berkualitas dan memiliki nilai jual di kalangan masyarakat umum. Tak pelak, dirinya menantang seniman teater untuk bermain peran, menyatu dalam satu panggung bersama seniman Jambi.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Kesenian Jambi, Fahmi Sabki merespon positif komitmen Gubernur Provinsi Jambi untuk mengembangkan seni-budaya. Sehingga sinergi kemitraan antara DKJ dengan pemerintah daerah melalui satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dapat menguatkan seni budaya lokal.

“Kita akan lakukan audiensi dengan setiap kepala daerah. Karena ini perintah langsung dari gubernur. Karena ada ratusan seni tradisi berada di ambang kepunahan. Dan sebagian besar memang berasal dari daerah kabupaten/kota,” jelasnya.

Untuk diketahui, Fahmi memang mengkhawatirkan kondisi kesenian daerah (kini) karena dalam kondisi mengantri untuk punah. Kondisi yang tak kalah memprihatinkan, ada 30 seni-budaya Jambi yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB). Sejauh ini, setelah diakui secara nasional, tidak ada tindak lanjut dari pemerintah untuk mengembangkannya.

Harapannya, dengan didukungnya program-program DKJ oleh pemerintah daerah. Seni-budaya Jambi dapat diselamatkan. Ia mencontohkan, DKJ akan memasukkan seni tradisi dalam pembelajaran muatan lokal di sekolah. Dampaknya, pembangunan sumber daya manusia (SDM) berbasis seni-budaya dapat berjalan optimal. (jambidaily.com/rilis/DKJ

KOMENTAR DISQUS :

Top