Selasa, 11 Desember 2018 |
Hukum

Gugatan Djoni NGK Kepada BPN Kota Jambi Diputuskan PTUN, Dua Pekan Mendatang

Kamis, 06 Desember 2018 16:02:59 wib
suasana saat sidang (Kamis, 06/12/2018) dan sidang lapangan beberapa waktu yang lalu/Foto: Hendry Noesae/jambidaily.com

JAMBIDAILY HUKUM - Gugatan Djoni NGK terhadap Badan Pertanahan Nasional (BPN) kota Jambi di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jambi, terkait Sengketa Tanah yang terletak di Jalan Baru, Payo Selincah Kota Jambi akan dibacakan putusannya pada 20 Desember 2018 atau dua pekan mendatang.

Dalam sidang lanjutan hari ini (Kamis, 06/12/2019) dengan agenda sidang kesimpulan dari Penggugat yaitu Djoni NGK, Tergugat yaitu BPN Kota Jambi dan Tergugat II Intervensi yaitu Ivantanri dkk.

Kesimpulan tersebut dari masing-masing pihak diserahkan secara tertulis kepada Hakim yang dipimpin oleh Ketua PTUN Jambi Irhamto SH "Kita akan berjumpa kembali pada sidang putusan pada 20 Desember 2018, pukul 10.00 wib," Ungkap Irhamto sembari mengetuk palu tanda ditutupnya sidang kali ini.

Sebagai pengingat, sidang PTUN yang akan diputuskan berawal, Pihak Djoni selaku penggugat menganggap pihak BPN Kota Jambi ‘diduga cacat secara administrasi dan yuridis’ dalam proses pengeluaran sertifikat tanah dengan Hak milik (SHM):

  • SHM Nomor 1450 tertanggal 8 Nopember 1997 desa payo selincah dengan surat ukur  tertanggal 6 Nopember 1997, SU/GS Nomor 5676 dengan luas 2.527 meter persegi milik Soeseno.
  • SHM No 1451, tertanggal 8 Nopember 1997 desa payo selincah dengan surat ukur  tertanggal 6 Nopember 1997, SU/GS Nomor 5677 dengan luas 3.754 meter persegi milik Ivan Tanri.
  • SHM No 1452, tertanggal 8 Nopember 1997 desa payo selincah dengan surat ukur  tertanggal 6 Nopember 1997, SU/GS Nomor 5678 dengan luas 6.173 meter persegi milik Hendra Wijaya. 
  • SHM No 1453, tertanggal 8 Nopember 1997 desa payo selincah dengan surat ukur  tertanggal 6 Nopember 1997, SU/GS Nomor 5679 dengan luas 2.801 meter persegi milik Rudy Suryanto.
  • SHM No 1453, tertanggal 8 Nopember 1997 desa payo selincah dengan surat ukur  tertanggal 6 Nopember 1997, SU/GS Nomor 5679 dengan luas 2.801 meter persegi milik Uyanto.

Sementara itu, Djoni NGK memegang bukti kepemilikian tanah berupa sertifikat hak milik (SHM) nomor 867, Desa/Kelurahan Muara Kumpeh tertanggal 19 Nopember 2014, dengan surat ukur Nomor: 25/Muara Kumpeh/2014 tertanggal 1 september 2014 yang diterbitkan oleh Kepala pertanahan nasional kabupaten Muaro Jambi, yang sebelumnya atas nama Damanhuri, Maryati, A Rachman, Hanipah dan Aminah dengan luas 19.742 meter bujur sangkar.

Maka terjadilah proses sidang perdata, pada tataran Pengadilan Negeri Sengeti kabupaten Muaro Jambi, pihak Ivantari dkk menang dalam persidangan, lantas terjadi banding di pengadilan Tinggi yang dimenangi oleh pihak Djoni NGK. Tidak terhenti disana proses berlanjut hingga ke Mahkamah Agung (MA) yang dimenangi pihak Ivantanri dkk, tertuang dalam Putusan MA No.821.K/PDT/2018, mengabulkan permohonan kasasi dari para pemohon kasasi; Ivantanri, Hendra Wijaya, Soeseno, Oee Lie alias Rudy Suryanto dan Uyanto. Membatalkan putusan pengadilan tinggi Jambi No 66/PDT/20117/PT JMB tanggal 26 oktober 2017 yang membatalkan putusan pengadilan negeri sengeti No 3/Pdt.G/2017/PN Snt tanggal 3 agustus 2017.

Rupanya Setelah kalah dalam perkara kasasi perdata di Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia, Djoni NGK kembali melayangkan gugatan yang ditujukan untuk Badan Pertanahan nasional (BPN) kota Jambi ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jambi karena ‘diduga cacat secara administrasi dan yuridis’ dalam proses pengeluaran sertifikat tanah dengan Hak milik (SHM) yang dimiliki oleh Ivantanri dkk.

Sebelumnya (Kamis, 29/11/2018) kuasa hukum Ivantanri ddk, yaitu Christian Budyaro Zebua SH didampingi Sonny Jantri Putra Pardede SH, seusai sidang menuturkan bahwa fakta-fakta yang telah muncul dalam persidangan tentu menjadi harapan kuat menjadi pertimbangan hakim dalam memberikan keputusan nantinya.

"Fakta-fakta dalam persidangan, baik itu para saksi maupun bukti-bukti yang kita hadirkan dapat menjadi pertimbangan kuat hakim pada sidang putusan nantinya," Harapnya.

Lantas siapakah Pemenangnya,? Kita akan tunggu pada sidang 20 Desember 2018, Mendatang

 

(Hendry Noesae)

 

 

Berita Terkait:

KOMENTAR DISQUS :

Top