Minggu, 21 April 2019 |
Pendidikan & Teknologi

Guru Saat ini, Hadapi Generasi Digital

Jumat, 29 Maret 2019 00:35:03 wib

JAMBIDAILY PENDIDIKAN - Peserta didik hari ini dapat diklasifikasikan sebagai generasi digital asli, yaitu mereka yang lahir dan berkembang di era digital sedangkan para guru mayoritas merupakan generasi digital imigran, yaitu generasi yang lahir sebelum era digital. Hal ini disampaikan oleh Noormasri Karyawan, S.Pt., M.Pd.

 

“Oleh karena itu strategi pembelajaran tepat yang digunakan guru dalam pembelajaran peserta didik akan memicu meningkatkan daya tarik peserta didik untuk belajar. Begitu juga sebaliknya, jika strategi pembelajaran yang digunakan guru dianggap membosankan, maka akan memicu turunnya daya tarik peserta didik untuk belajar,” ujar suami Nilawati.

 

Lanjutnya, perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dewasa ini merupakan suatu peluang besar untuk meningkatkan semangat belajar. Dengan memanfaatkan TIK guru dapat menyampaikan materi pelajaran dengan mudah dan peserta didik mudah pula menyerap materi pelajaaran.

 

“Kita guru harus menggunakan TIK dalam pembelajaran di kelas. Meskipun guru lahir sebelum era digital,” Ingkap orang tua dari M. Syahidan Hafiz Karyawan.

 

Noormasri Karyawan S.Pt M.Pd, Lahir di Jambi, 25 Agustus 1971. Ia merupakan alumni Fakultas Peternakan UNJA tahun 1996, kemudian mengambil Akta IV di IAIN STS Jambi tahun 2005 agar dapat menjadi pengajar.

 

Tahun 2012 bapak yang hobi TIK ini, menyelesaikan Pascasarjana UNJA, jurusan Teknologi Pendidikan. Saat ini guru yang disenangi anak didik di SMA Negeri 1 Kota Jambi ini, mengajar TIK, Biologi, dan Prakarya & Kewirausahaan.

 

Pandangannya mengenai guru yang ideal, guru yang mampu menjalankan profesinya tanpa terbebani oleh segala macam urusan administrasi pendidikan. Karena sudah resiko yang harus diterima dan harus dijalani menjadi guru. “Harus dijalani, kalau tak bisa harus belajar. Setelah dipelajari, Insyaallah bisa,” katanya.

 

Cita-cita Instruktur mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan SMA ini, ingin menjadi pendidik berbaur dengan peserta didik dengan harapan materi pelajaran mudah diterima siswa. “Anak didik segan bertanya materi yang tak dipahaminya, dengan kedekatan itu, ia tak segan bertanya," pungkasnya mengakhiri pembicaraan.

 

Adapun riwayat pengalaman Instruktur mata pelajaran TIK, Prakarya dan Kewirausahaan tersebut, ialah (1) Pemateri internet di SMA Titian Teras (1998), (2) Pemateri Microsoft Office di SMAN 10 Jambi (2010), (3) Pemateri Internet dan Microsoft Office di SMPN 11 Batanghari (2010 ), (4)Pemateri Microsfot Office di SMPN 26 Batanghari (2014). (SB)

KOMENTAR DISQUS :

Top