Minggu, 24 September 2017 |
Wisata & Budaya

H Al Haris : Festival Silek Rumah Tuo, Tradisi Melayu Merangin

Senin, 10 Juli 2017 21:19:56 wib

JAMBIDAILY BUDAYA-Festival Silek Rumah Tuo Rantau Panjang Kecamatan Tabir, merupakan bagian dari tradisi Melayu di Merangin dan agenda budaya tahunan.

‘’Saya sangat bangga dengan kegiatan Festifal Pencak Silat ini.  Alhamdulillah masih bisa dipertahankan dan dilestarikan,’’ujar Bupati Merangin, H Al Haris, Sabtu (08/07/2017).

Pencak silat lanjut bupati, bisa dijadikan sebagai media pendidikan bagi anak-anak, dimana seorang Pesilat tangguh tidak akan licik dan akan.bertarung dengan sempurna dan sportif.

Pesilat tidak mau menjatuhkan lawan dengan cara yang tidak benar. ‘’Jadi aplikasi positif dan sportif permainan ini juga harus kita lakukan di kehidupan sehari dan juga di dunia politik,’’tegas Bupati.

Dengan bertarung secara sportif lanjut bupati, maka akan melahirkan dan menciptakan sebuah keberhasilan atau kemenangan yang elegan. Bupati bersyukur karena Tradisi silat dan bantai adat jelang Ramadhan di Tabir masih terjaga kelangsungannya dengan baik.

‘’Saya berterimakasih kepada yang muda maupun yang sudah tua, karena masih bisa menjaga tradisi ini walaupun zaman dan generasi terus maju.Ini adat budaya kita maka harus kita jaga dan lestarikan sampai ke anak cucu kita nantinya,’’pinta Bupati.

Festival Silek  Panyudom merupakan serangkain kegiatan perayaan Idul Fitri, bagi anak-anak muda yang hobi silat. ‘’Ini adalah tradisi anak negeri Melayu, tradisi disini masih sakral dan masih bertahan sampai sekarang ini,’’jelas Bupati lagi.

Selain itu,  mempertahankan Rumah Tuo juga tradisi yang perlu dipertahankan dan termasuk unik serta langka. Tak heran bila Rumah Tuo termasuk cagar budaya daerah dan cagar budaya Negara.(*)


Laporan   : Teguh (HMS)

KOMENTAR DISQUS :

Top