Minggu, 23 September 2018 |
Ekonomi

H Al Haris Launching 'Geber Mewah' Ajak Masyarakat Ramai-ramai Turun ke Sawah

Senin, 09 Juli 2018 12:23:17 wib

JAMBIDAILY MERANGIN - Bupati Merangin H Al Haris (Senin, 09/7/2018), melounching program Gerakan bersama mengembalikan lahan eks Peti menjadi sawah secara partisipatif (Geber Mewah).

Acara dipusatkan di Desa Baru Pangkalan Jambu. Di desa tersebut ada sekitar 500 hektar lahan eks Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), yang akan disulap kembali menjadi sawah hijau.

‘’Jadi Program ‘Geber Mewah’ ini merupakan gerakan moral masyarakat yang berupaya mengembalikan sawahnya yang hilang akibat dilakukannya PETI. Kini secara bertahap sawah yang hilang itu kembali,’’ujar Bupati.

Melalui program tersebut, bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk beramai-ramai turun ke sawah, menggarap lahan eks PETI menjadi sawah untuk ditanami padi.

Bupati yakin lewat gerakan dan komitmen bersama itu, secara bertahap seluruh sawah yang hilang akan kembali lagi, sehingga kedepannya Kecamatan Pangkalan Jambu bisa menjadi lumbung padinya Kabupaten Merangin.

‘’Mari kita kembalikan lagi Kecamatan Pangkalan Jambu ini sebagai kecamatan penghasil beras terbesar di Merangin. Saya sangat bersyukur sekali karena masyarakat sudah tidak lagi menggarap PETI, tapi turun ke sawah,’’jelas Bupati.

Pada kesempatan itu, bupati menyerahkan bibit padi dan jagung kepada masyarakat. Bupati berharap bila sudah menanam padi, masyarakat bisa langsung menanam jagung di lahan eks PETI tersebut.

Lalu apakah padi yang ditanam di laham eks PETI, berasnya layak dikonsumsi? Di jelaskan bupati, berdasarkan penelitian laboratorium yang dilakukan padi yang ditanam di lahan eks PETI itu, tidak mengandung racun atau mercuri.

Ini artinya beras dari padi yang ditanam di lahan eks PETI itu aman untuk dikonsumsi, begitu juga dengan tanaman lainnya seperti jagung dan palawija lainnya. ‘’Jadi tidak ada alasan untuk tidak turun ke sawah,’’tegas Bupati. (teguh/humas)

KOMENTAR DISQUS :

Top