Kamis, 18 Oktober 2018 |
Ekonomi

H Al Haris Rayakan HUT Pinang Merah ke-38

Selasa, 13 Februari 2018 13:11:08 wib

JAMBIDAIL MERANGIN - Bupati Merangin H Al Haris pada Senin malam (12/2) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-38 daerah eks transmigrasi Desa Pinang Merah Kecamatan Pamenang Barat, bersama ratusan warga.

Warga tanpak antusias saling bahu-membahu membawa berbagai kebutuhan acara, menuju lokasi acara di lapangan bola desa setempat. Acara berlangsung meriah diwarnai dengan berbagai hiburan.

Menariknya dari masing-masing sekolah yang ada di Desa Pinang Merah itu, berpartisipasi membawa satu tumpeng satu sekolah. ‘’Kebersamaan ini memang indah, itulah yang terjadi di desa ini,’’ujar Bupati.

Melalui kebersamaan itu pula lanjut bupati, Desa Pinang Merah bisa maju dan berkembang. Sarana infrastruktur sudah terpenuhi, tidak hanya jalan, tapi juga ada ambung yang berfungsi ganda, sebagai waduk juga lokasi wisata.

Anak-anak dari daerah transmigrasi lanjut bupati, sekarang ini banyak yang kuliah di Jawa. Hal ini menandakan perekonomian warga sudah sangat membaik dan diiringi dengan meningkatnya sumber daya manusia.

Pada kesempatan itu, bupati sempat bercerita bagaimana susahnya perekonomian warga Merangin asal Jawa tersebut, saat kali pertama datang ke Pamenang sebagai peserta transmigrasi.

Ketika itu jelas bupati, warga sehari-hari hanya makan ransum ikan asin dari pemerintah. Tapi berkat keuletan dan kebersamaan, masyarakat sekarang sudah hidup makmur bersama membangun desa.

‘’Selamat hari ulang tahun Desa Pinang Merah, semoga desa ini tambah maju dan berkembang. Sekarang ini semua sudah menjadi masyarakat Merangin, mari kita bersama membangun daerah kita,’’pinta Bupati.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Pinang Merah Arsyadi menjelaskan, Desa Pinang Merah yang mempunyai 30 Rt, dulu hanya dihuni sebanyak 450 Kepala Keluarga (KK), dengan jumlah penduduk sebanyak 1.1919 jiwa.

Sekarang sudah menjadi 1.300 KK dengan jumlah penduduk, sekitar lima ribu jiwa. ‘’Pinang Merah desa yang berbasisi pendidikan, mulai dari PAUD sampai SLTA sudah ada di desa ini,’’ujar Kades.

Saat ini lanjut Kades, warga sangat membutkan adanya perguruan tinggi di desanya. Untuk itu Kades minta bupati bisa mewujudkan keingianan warga itu, sehingga anak-anak tidak harus kuliah di Jawa.

Kades mengaku sangat berterimakasi kepada bupati, karena sebanyak 215 KK warganya yang tinggal di tanah Restan, sudah mendapatkan SK kepemilikan tanah dari bupati.

Pada kesempatan itu, bupati memberikan sarana olahraga kepada para ketua karang taruna desa se-Kecamatan Tabir Barat. Bantuan itu bertujuan, agar generasi muda desa giat berolahraga, sehingga terhindar bahaya narkoba. (teguh/humas)

KOMENTAR DISQUS :

Top