Rabu, 20 Juni 2018 |
Ekonomi

Haduh....Pembangunan Perumahan SAD Dinilai Asal-asalan

Kamis, 22 Oktober 2015 16:26:29 wib
Kondisi Proyek Perumahan SAD di Merangin

JAMBIDAILY BANGKO-Proyek pembangunan perumahan Suku Anak Dalam (SAD) di Kungkai Seberang, Kecamatan Bangko Kabupaten Merangin, dinilai dikerjakan asal-asalan karena dibangun tidak menggunakan pondasi dan diatas tanah timbunan.

Tak hanya itu, proyek tersebut tidak dipasang papan proyek yang seharusnya dipasang, sebagai informasi publik sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 53/2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa serta Undang-Undang Nomor 14/2008 tentang Keterbukaan Infomasi Publik (KIP).

Melihat kondisi bangunan tersebut, salah satu warga SAD, Kasim, menilai, kalau dihuni nantinya, pailng bangunan tersebut hanya bertahan dua bulan.

"Kami mintak pada rajo-rajo tolong elok buat rumah kami ini. Kalau nengoknyo, dua bulan lah hancur itu," ujar Kasim, dengan dialek khas SAD.

Sementara itu, Kepala UPTD Merangin, Afrizal, dikonfirmasi, mengaku tidak mengetahui teknis dan jumlah dana pembangunan perumahan SAD sebanyak 43 unit tersebut.

"Ya, kita tau lokasi karena dibangun di Merangin. Tapi kalau teknisnya tidak tau sama sekali, itu semuanya di provinsi,"jelasnya.

Pihaknya hanya melakukan pengawasan dilapangan karena perumahan tersebut di bangun untuk SAD Merangin.

"Karena kita tuan rumah, ya kita awasi. Hanya itu, selain itu kita tidak tau. Papan mereknya juga tidak ada.  Kita lihat bangunan perumahan dibuat dengan baja ringan. Ada pondasinya, tapi hanya mengunakan bata,"paparnya, kemarin.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Merangin, Hambali, dikonfirmasi, mengatakan proyek pembangunan perumahan SAD tersebut merupakan program pemerintah provinsi.

"Itu program Provinsi, semunya dirovinsi. Kita hanya menyediakan lokasi untuk pembangunan perumahan," kata Hambali.

Sejauh ini, tidak ada koordinasi apapun dari rekanan pelaksana pembangunan perumahan SAD, maupun dari Dinas Provinsi.

"Tidak ada koordinasi apapun, tidak pernah ada kontraktor datang kesini. Jadi kami tidak tau anggaran ataupun teknisnya seperti apa. Semunya dilakukan provinsi, baik program, proses tender dan sebagainya. Kita cuma dilibatkan untuk lokasi," pungkas Hambali.(jambidaily.com/NZR)

KOMENTAR DISQUS :

Top