Senin, 24 September 2018 |
Suaro Wargo

Hairunnisa: Wadah Pendidikan Islam Sebagai Bukti Peninggalan Sejarah Perkembangan Islam di Jambi

Sabtu, 19 Mei 2018 09:30:12 wib
ilustrasi

JAMBIDAILY SUARO WARGO - Pendidikan Islam merupakan salah satu aspek yang memiliki peranan strategis dalam memajukan pendidikan Indonesia. Sebagian besar wilayah Indonesia memiliki lembaga pendidikan Islam yang bertujuan menanamkan nilai Islam dan mencerdaskan generasi Islam di Indonesia. Salah satu bentuk pendidikan Islam adalah pondok pesantren.

Di Jambi perkembangan pendidikan Islam sudah ada sejak kedatangan Islam di tanah Jambi. Kedatangan Islam diawali dengan pendidikan yang dilakukan  perorangan atau dakwah yang terjadi di lingkungan keluarga. Dan kemudian berkembang setelah berdirinya rumah-rumah ibadah seperti Masjid atau langgar.

Al-Jauharen merupakan salah satu lembaga pendidikan dari empat lembaga pendidikan tertua di Jambi yang didirikan pada tahun 1927 dan hingga saat ini masih bertahan, meskipun pernah mengalami kefakuman dari tahun 1989 hingga tahun 2003. Nama Al-Jauharen sendiri berarti "Dua Mutiara". Mutiara yang di maksud adalah Mutiara dunia dan mutiara akhirat. Awalnya Al-Jauharen merupakan madrasah, tetapi setelah adanya kebijakan dari K.H. Sirojuddin H. Muhammad maka madrasah Al-Jauharen berubah nama menjadi Pondok Pesantren Al-Jauharen. Pondok Pesantren Al-Jauharein merupakan pondok pesantren tipe D. Berdasarkan keputusan Menteri Agama RI Nomor 3/1979 pondok pesantren tipe D adalah pondok pesantren yang menyelenggarakan sistem pondok sekaligus sekolah/madrasah. 

Pondok Al-Jauharen yang di dirikan oleh Al-Alimul Alamah Syeh H. Usman Bin Haji Aji pada tahun 1872 M di sungai Asam Darat selanjutnya pondok Al-Jauharen pindah dari sungai Asam Darat ke Tanjung Johor pada tahun 1877 M. sebelum di dirikan bangunan maktabah Al-Jauharen, beliau mengajar para santri di rumah dengan betambahnya santri tersebut maka pengajian santri di pindahkan ke masjid guru H. Abdul Kafi Bin H. Abu Bakar Tanjung johor. Pada tahun 1915 M beliau mendirikan persatuan yang di namakan “ Tsamaratul Insan” yang berarti manusia yang berguna. Kontribusi penting dari Tsamaratul Insan dibidang pendidikan adalah didirikannya empat madrasah di Jambi mulai dari tahun 1915 sampai 1930-an, salah satunya adalah Madrasah Al Jauharain 

Kemudian 12 tahun setelah di dirikan persatuan tsamaratul insann tepatnya pada tahun 1927 M dengan izin allah SWT sepakatlah masyarakat tanjung johor membangun gedung maktabah Al- Jauharen, setelah di dirikannya bangunan beliaupun sudah tua maka kepemimpinan di serahkan kepada maktabah Al-Jauharen kepada guru H. Abdul Majid Bin Hamzah. Selanjutnya pada tahun 1938 M masyarakat Tanjung Johor sepakat untuk membangun masjid Guru H. Abdul Kafi yang sekarang dipimpin oleh Guru H. Jamaludin Abdullah. Hingga pada saat tahun 1982 s/d 1989 Maktabah Al-Jauharen diserahkan kepada guru H. Mahfuz Jalil, dan sampai akhir tahun 1989 mengalami kefakuman. 

Dan pada tahun 2003 atas dorongan para ulama dan tokoh masyarakat tanjung johor dan di prakarsi para pemuda sepakat untuk mengaktifkan maktabah Al- Juaharen yang sangat di cintai namun dengan format yang lebih baik yang sesuai dengan tuntunan perkembangan zaman.

Adapun system pendidikan yang di gunakan adalah para guru agama yang rata-rata lulusan dari pesantren dan di bombing langsung oleh KH. Sirojuddin H. Muhammad sedangkan kurikulum kholafiah (umum) merupakan ketentuan dari DIKNAS.

Pondok Pesantren Al-Jauharen beralamat di Jl. Kh.A.Majid Rt.04 Rw.02 Kel.Tanjung Johor, Pelayangan, Kabupaten Kota Jambi, Provinsi Jambi. Jumlah santri di Pesantren Al-Jauharen adalah 349, dengan perincian jumlah santri pria berjumlah 151 orang dan santri perempuan berjumlah 198 orang, dengan tenaga pengajar berjumlah 41 orang untuk saat ini.

Perkembangan pondok pesantren al-jauharen dengan format yang terbaru membuahkan hasil yang terus mengalami kemajuan dengan jumlah santri yang semakin meningkat. Peningkatan kuantitas dan kualitas pondok pesantren al-jauharen ini di harapkan bisa berdampak baik bagi kemajuan agama dan bangsa Indonesia.

 

 

...
Ditulis Oleh
Nama: Hairunnisa 
Universitas Islam Negeri Sultan thaha saifuddin Jambi 
Fakultas ekonomi dan bisnis Islam 
Jurusan ekonomi syariah

 

 

 

 


*isi sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis

LAINNYA

KOMENTAR DISQUS :

Top