Senin, 17 Juni 2019 |
Suaro Wargo

Hamdani: Pentingnya Pendidikan Karakter Di Era Globalisasi

Kamis, 28 Juni 2018 22:07:18 wib

JAMBIDAILY SUARO WARGO - Sudah sering kita dengar tentang Pendidikan Karakter, tetapi masih banyak yang belum memahami apa itu Pendidikan Karakter itu sendiri. Pendidikan Karakter adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan susana serta proses pemberdayaan peserta didik guna membangun karakter peribadi atau kelompok yang unik baik sebagai warga negara atau dalam dalam kata lain Pendidikan Karakter merupakan usaha pembentukan pribadi peserta didik dengan berciri khas berakhlak, bermoral, peduli, berpendirian teguh dan tanggung jawab oleh orang tua, sekolah dan masyarakat.

Dalam Naskah Rencana Aksi Nasional Pendidikan Karakter yang diterbitkan oleh Kementrian Pendidikan pada tahun 2010 dinyatakan bahwa Pendidikan Karakter menjadi unsur utama dalam pencapaian visi dan misi Pembangunan Nasional yang termasuk dalam RPJP 2005-2025. Bukan hanya itu dalam UU RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang harus digunakan dalam mengembangkan upaya pendidikan di Indonesia. Pasal 3 UU SIKDIKNAS menyebutkan: 

“Pendidikan Nasional berfungsi mngembangkan dan membantu watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa. Bertujuan untuk berkembangnya potensi, peserta didik agar menjadi manusia yang beriman yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kratif, mandiri dan menjadi warga negra yang demokratis serta bertanggung jawab”

Akan tetapi tidak dapat dipungkiri lagi terlalu pesatnya perkembangan teknologi di zaman sekarang ini mengakibatkan perubahan moral dan tingkah laku pada generasi muda serta perubahan pola pikir pada peserta didik. Contohnya pada penggunaan internet yang hanya terfokus pada media sosial, belum didominasi pemahaman yang lebih maju bahwa dunia digital bisa dioptimalkan lebih maksimal seperti berbagi ilmu pengetahuan, aktualisasi diri, bahkan motif bisnis dan ekonomi. Dampak negatif media sosial juga mampu mempengaruhi karakter individu yang terbentuk dari kecil seperti kejujuran yang teruji saat postingan dan realita berbeda, tanggung jawab menurun karena lupa waktu saat menggunakan media sosial sehingga kehabisan waktu untuk menyelesaikan tugas utamanya seperti belajar, kepedulian dan respek menurun karena sudah cukup diwakili lewat media sosial tanpa kontak fisik (silaturahmi) ke masyarakat. Pendidikan Karakter sangat dibutuhkan demi menciptakan peserta didik atau generasi muda yang memiliki kepribadian yang baik, meningkatkan prestasi akademik, membentuk karakter yang kuat, menghormati orang lain di masyarakat, menyonsong perilaku di tempat kerja dan mengajarkan nilai budaya.

Maka dari itu perlu usaha pengenalan dan pengimplementasian Pendidikan Karakter sejak dini mulai dari lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Lingkungan keluarga mengajarkan membaca doa, hormat kepada orang lain, lingkungan sekolah mengajarkan untuk karakter senyum, salim, sapa, karakter ini merupakan bagian pilar Pendidikan Karakter berupa respek dan peduli. Serta sekolah juga mengajarkan karakter kepercayaan, kejujuran, dan tanggung jawab, ketiga karakter ini mampu menciptakan banyak kesempatan bagi peserta didik untuk lebih berprestasi lagi dan mampu membentuk karakter siswa untuk menjadi pemimpin. Pendidikan karakter di sekolah yang diimplementasikan pada pendidikan pengembangan diri antara lain; melalui kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, misalnya : pengurus OSIS, Pramuka, PMR, PKS, KIR, Olahraga, Seni, Keagamaan dan lainnya. Dengan kegiatan ini, siswa sebagai bagian penyaluran minat dan bakat yang dapat dikembangkan sebagai perwujudan pendidikan karakter bangsa. 

18 Nilai-nilai Karakter Berdasakan Budaya Bangsa
Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, Menghargai Prestasi, Bersahabat/komunikatif, Cinta Damai, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Peduli Sosial, serta Tanggung Jawab

Harapan besar implementasi Pendidikan Karakter yang sistematisdan berkelanjutan, diintegrasikan dalam mata pelajaran, diharapkan dapat meningkatkan mutu hasil pendidikan di sekolah untuk mencapai pendidikan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai standar kompetensi lulusan. Peserta didik diharapkan mampu meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan menerapkan nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari.

Peserta didik yang mampu mengintegrasikan pendidikan karakter dalam kehidupannya mampu berkepribadian baik sehingga memiliki kecerdasan IQ dan emosi yang seimbang. Peserta didik yang seperti ini dapat menjadi bekal penting dalam mempersiapkan anak menyonsong masa depan, karena akan lebih mudah dan berhasil menghadapi segala macam tantangan kehidupan, serta orang yang seperti ini akan mampu membantu miningkatkan kualitas bangsa dan memajukan negara.

 

 

 

...
Ditulis oleh
Nama: Hamdani
Mahasiswa Tadris Matematika, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Syaipuddin Jambi

 

 


*isi/sumber/referensi dari Artikel sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis

KOMENTAR DISQUS :

Top