Rabu, 26 Februari 2020 |
Ekonomi

Harga Cabai Mulai Turun, Rawit Merah Dipatok Rp70 Ribu per Kg

Senin, 20 Januari 2020 17:42:16 wib
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, harga cabai rawit merah turun Rp10 ribu per kg menjadi Rp70 ribu per kg. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq).

JAMBIDAILY EKONOMI - Harga cabai terpantau mulai turun sejak Minggu (19/1) kemarin. Dibandingkan akhir pekan, harga cabai rawit merah tercatat turun Rp10 ribu per kilogram (kg), yaitu dari Rp80 ribu menjadi sekitar Rp70 ribu per kg.

Pantauan CNNIndonesia.com di Pasar Ciputat dan Pasar Mede, Cipete, Jakarta Selatan, harga cabai rawit merah dibanderol Rp70 ribu per kg. Sementara, komoditas yang sama dipatok Rp67 ribu per kg atau lebih rendah Rp3.000.

Sejumlah pedagang merespons positif penurunan harga cabai rawit merah. Jariyah (33 tahun), salah satu pedagang di Pasar Mede, mengakui terjadi penurunan harga pada Ahad, sejak meroket Jumat (17/1) lalu.

"Alhamdulillah sudah mulai turun, cabai rawit (merah) yang tadinya Rp85 ribu (per kg), sekarang hanya Rp70 ribu aja," tuturnya.

Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), rata-rata harga cabai rawit merah dibanderol Rp72.550 per kg atau naik 12,83 persen. Menurut wilayahnya, rata-rata harga cabai rawit merah di Cilegon Rp96.750. Bahkan, tembus Rp178.700 di Maumere.

Untuk jenis cabai lainnya di Pasar Mede, Jariyah menuturkan harga cabai merah keriting dipatok Rp45 ribu per kg. Harga itu rontok Rp15 ribu dibanding pekan lalu. Sementara, harga cabai hijau keriting dibanderol Rp40 ribu per kg, turun Rp10 ribu dibandingkan pekan sebelumnya.

Untuk cabai merah, Jariyah memasang dengan harga Rp80 ribu per kg turun Rp20 ribu dari pekan lalu. Sedangkan harga cabai hijau tak bergerak, yakni masih di kisaran Rp40 ribu per kg.

"Semuanya turun, hanya cabai hijau besar saja yang masih tetap di Rp40 ribu per kg," imbuh Jariyah.

Angka yang tak jauh berbeda juga dipatok oleh pedagang sayur di Pasar Induk Kramat Jati Murdi Yanto (45 tahun), yang juga mengakui penurunan harga komoditas cabai.

Padahal, pantauan CNNIndonesia.com di Pasar induk Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Jumat (17/1) lalu, harga cabai rawit merah masih menyentuh Rp80 ribu per kg.

Namun, kini berdasarkan paparan Murdi, ia mematok harga cabai rawit merah sebesar Rp67 ribu per kg, dan rawit hijau Rp29 ribu per kg.

Selanjutnya, cabai merah keriting dan hijau dibanderol masing-masing senilai Rp43 ribu dan Rp38 ribu per kg. Sementara, harga cabai merah dipasang senilai Rp78 ribu per kg. Kemudian, cabai hijau dipasang seharga Rp35 ribu per kg.

Murdi mengatakan penjualannya semakin meningkat lantaran penurunan harga yang cukup signifikan sejak Minggu (19/1), dibandingkan harga cabai yang lebih tinggi pada Jumat (17/1) pekan lalu.

"Karena turun, ya otimatis lebih banyak penjualannya. Pekan lalu, cuma dapet 60 (pembeli), mungkin sekarang sekitar 80 hingga 90 pembeli sehari," ungkap Murdi.

Menurut Murdi, peningkatan harga komoditas cabai pada pekan lalu disebabkan oleh banjir yang melanda beberapa kawasan di Jabodetabek. Pasalnya, tren kenaikan harga sendiri memang terjadi sejak pergantian tahun baru 1 Januari 2020 lalu.

Akibat banjir itu, lanjut Murdi, beberapa penyuplai cabai dari daerah sulit untuk mendistribusikan cabai ke Pasar Induk, yang membuat beberapa jenis cabai semakin langka dan harganya membengkak.

"Karena banjir, petani (cabai) juga susah panen, (cabai) gampang busuk karena banyak air. Udah begitu, supplier kan juga pastinya terhalang, kesulitan pas bawa cabai ke pasar-pasar, jadinya langka," tuturnya.

Kendati harga yang sudah mulai menurun, Murdi berharap harga komoditas cabai dapat kembali menurun hingga mencapai harga cabai pada tahun lalu yang dianggapnya sudah sangat baik.

Sebelum terjadi tren kenaikan harga, pada tahun lalu cabai rawit merah masih dapat dijual di kisaran Rp30 ribu per kg, dan rawit hijau seharga Rp20 ribu per kg. Cabai merah keriting juga sempat dijual dengan harga Rp23 ribu per kg, dan rawit hijau seharga Rp21 ribu per kg, diikuti harga cabai merah Rp35 ribu per kg.

"Dulu murah, enak juga kami jualnya gak dikeluhkan pembeli terus. Mudah-mudahan bisa kayak dulu lagi," pungkasnya.


(ara/bir)/cnnindonesia.com

KOMENTAR DISQUS :

Top