Senin, 21 Mei 2018 |
Ekonomi

Harga Pinang Terus Turun, Petani Tanjabtim Mengeluh

Selasa, 13 Maret 2018 18:26:05 wib
ilustrasi

JAMBIDAILY MUARASABAK - Petani pinang di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) keluhkan harga pinang yang terus turun sejak satu bulan terakhir. Saat ini pinang kering dari para petani hanya bisa dihargai Rp 5000, perkilogramnya. Ini jauh menurun, pada beberapa bulan kemarin yang berada direntang harga Rp 11-12 ribu perkilogram.

Firmansyah, satu diantara petani di desa Lambur, Kecamatan Sabak Timur, mengatakan, kalau situasi seperti ini terus berlanjut perekonomian para petani pinang di Kabupaten Tanjabtim akan jatuh. Ditambah harga barang kebutuhan terus naik."Meskipun pinang bagi sebagian masyarakat bukan lah penghasilan utama, tapi ini sangat membantu pendapatan masyarakat, kalau begini kasian petani," kata Firmansyah.

Para petani hanya bisa pasrah dengan situasi tersebut, dan berharap pihak pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan tersebut."Kita ini petani hanya bisa pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa. Mohon lah kepada pemerintah untuk memberikan solusinya," harapnya.

Sementara, Dinas Perindustrian dan Perdagangan mengaku pihak pemerintah telah melakukan upaya untuk mendongkrak harga pinang di pasaran. Satu diantaranya dengan menggelar pasar lelang agro dengan bekerja sama dengan Pihak Disprindag Provinsi. "Pasar agro pertama kita gelar kemarin di Jambi, dan cukup banyak transaksi yang terjadi pada saat itu, namun angkanya diketahui Disprindag Provinsi," kata M Awaluddin, Kabid Perdagangan Disprindag Tanjabtim.

Dilanjutkanya, pasar agro dilakukan untuk menfasilitasi pedagang pengumpul pinang dengan buyer, dengan harapan dapat memutus rantai distribusi terputus. "Maksudnya, mungkin selama ini ada pedagang perantara, jadi pemerintah dapat mempertemukan langsung antara pedagang pengumpul dari petani langsung ke Buyer, dengan begitu harga bisa menguntungkan petani," ujarnya.

Selain itu Awaluddin mengatakan, bahwa harga pinang memang fluktuatif. Namun diakui Awaludin, pada akhir-akhir ini harga pinang jauh merosot diakibatkan adanya kejadian tipu menipu di tingkat pengusaha ekspor pinang sehingga para pedagang pengumpul jadi resah."Kami berharap, para pedagan pengumpul ini bisa selektif memilih pengusaha, supaya mereka tidak tertipu,"jelasnya.(*)

Penulis : Hendri R

KOMENTAR DISQUS :

Top