Rabu, 15 Agustus 2018 |
Pendidikan & Teknologi

Hari Pers Nasional, Adhyaksa Dault Minta Pramuka Belajar Menulis kepada Wartawan Senior

Jumat, 09 Februari 2018 18:01:44 wib

JAMBIDAILY PRAMUKA, Pendidikan - Hari ini, 9 Februari 2018, masyarakat Indonesia memperingatinya sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault berharap, Pramuka seluruh Indonesia belajar menulis kepada jurnalis senior. 

"Yang paling penting saya ingatkan adalah jangan pernah berhenti belajar, undang wartawan senior di daerah untuk memberikan ilmu tentang bagaimana menulis dan bermedia sosial," ujar Adhyaksa Dault di Jakarta, Jumat (9/2/2018). 

Hal itu penting dilakukan Pramuka di daerah-daerah seluruh Indonesia. Dengan begitu, kata Adhyaksa, berita di website-website Gerakan Pramuka dan apa yang dilakukan Pramuka di media sosial benar dan bermanfaat. 

Menurut Adhyaksa, profesi jurnalis kini sudah menjadi salah satu idaman anak muda. Banyak anak muda yang kepincut menjadi jurnalis. Ada yang mendaftar menjadi wartawan resmi, ada juga yang menjadi jurnalis di saat musim liburan (jurnalis warga). 

“Sejak dulu profesi jurnalis ini sangat menentukan cara berpikir dan bertindak. Kita patut berterima kasih kepada para jurnalis yang telah menggelorakan semangat juang, memberitakan hal yang benar,” kata Adhyaksa. 

Adhyaksa mengatakan, sekarang setiap Kwarda mempunyai website, dan setiap Pramuka memiliki media sosial. Ada 34 Kwarda seluruh Indonesia, maka setidaknya ada 34 website Kwarda. Ada 514 Kwarcab seluruh Indonesia, maka setidaknya ada 514 website Kwarcab. Jadi, jumlah website Kwarda dan Kwarcab seluruh Indonesia setidaknya 548. “Itu baru Kwarda dan Kwarcab, belum Kwarran, Gudep, dan lain-lain. Jadi, potensi Pramuka ini luar biasa," ungkapnya. 

Karena itu, kata Adhyaksa, Kwarnas Gerakan Pramuka di bawah kepemimpinannya memiliki tagline "Setiap Pramuka adalah Kantor Berita." Kwarnas Gerakan Pramuka adalah salah satu organisasi yang pertama kali membentuk Tim Siber di Indonesia, yaitu tahun 2014. Pada tahun 2017, fokusnya adalah mendorong setiap Pramuka membuat konten, dengan tiga kegiatan utama yaitu (1) mengadakan pelatihan, (2) mengadakan lomba dan tantangan, serta (3) kampanye tagline "Setiap Pramuka adalah Kantor Berita." 

Pada tahun 2017, fokus pelatihan dimaksimalkan pada pembuatan video dengan telepon genggam. Pelatihan ini diselenggarakan dua kali yaitu pada Minggu, 4 Juni 2017, di Kwarnas Gerakan Pramuka dan pada Sabtu, 5 Agustus 2017, di Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur. Di tingkat nasional, 230 Pramuka telah mengikuti pelatihan ini. Sedangkan pelatihan membuat konten lainnya, setiap bulan dilaksanakan. Terinspirasi dari ini, beberapa Kwarda, Kwarcab, Kwarran, Gudep di Indonesia juga mengadakan pelatihan serupa. 

Selain itu, juga ada lomba video reportase Pramuka dan lomba video bakti Gugus Depan untuk Indonesia. Hasilnya, 1000-an video tentang kegiatan Pramuka, produk lokal, kerajinan, pasar tradisional, kuliner, budaya, pariwisata, sosok inspiratif, dan lain-lain berhasil diproduksi. Jumlah ini terus bertambah. 

Selain video, juga diadakan lomba menulis dan lomba meme. Terakhir, Kwarnas Gerakan Pramuka mengadakan Lomba Poster bertema "Ubah Masa Depan Migrasi: Investasi pada Pembangunan Pedesaan dan Ketahanan Pangan." Lomba ini kerjasama antara Kwarnas, Badan Pangan dan Pertanian PBB (Food and Agriculture Organization atau FAO) serta Komunitas Tabrak Warna, dengam peserta anak-anak berusia 5-19 tahun. 

Adhyaksa menambahkan, Kwarnas Gerakan Pramuka kembali menggelar kompetisi membuat video dengan tema “Bakti Gugus Depan (Gudep) untuk Indonesia.” Lomba ini diadakan untuk menggali kreativitas Pramuka khususnya di tingkat Gudep, dalam pengabdian membangun negeri. 

“Kita ingin mengajak Pramuka untuk mengabadikan kegiatannya di tingkat Gudep sebagai ujung tombak organisasi ini. Tentu banyak kegiatan menarik sebagai bakti mereka membangun negeri yang bisa dibuat melalui karya nyata dalam bentuk video,” pungkas Adhyaksa.


Sumber: Kwarnas Gerakan Pramuka

KOMENTAR DISQUS :

Top