Rabu, 22 November 2017 |
Ekonomi

HBA: Jambi Emas Expo, Mendorong Daya Saing Jambi

Selasa, 09 Juni 2015 05:31:40 wib

JAMBIDAILY EKONOMI-Gubernur Jambi, H.Hasan Basri Agus (HBA) mengemukakan, Jambi EMAS Expo 2015 merupakan promosi untuk mendorong daya saing Provinsi Jambi.

Hal tersebut dinyatakan oleh gubernur dalam Pembukaan Jambi EMAS Expo 2015 Pekan Promosi Indonesia, bertempat di Taman Rimba atau yang kerap dinamakan Eks Arena MTQ, Kota Jambi, Senin (8/6) sore.

Gubernur menjelaskan, perekonominan Provinsi Jambi mencapai kemajuan dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, yakni 7,9% pada tahun 2014, dengan sumbangan lapangan usaha terbesar adalah pertanian, kehutanan, perikanan, sebesar 27,8%, pertambangan dan penggalian sebesar 23%, serta industri pengolahan sebesar 10,6%.

Gubernur mengungkapkan, masih besarnya share kegiatan ekonomi yang berbasis lahan (pertanian dan pertambangan), sehingga harus dilakukan upaya-upaya mendasar dan strategis untuk melakukan transformasi ekonomi meningkatkan daya saing daerah, sehingga menghasilkan output yang lebih besar lagi, diantaranya dengan melakukan hilirisasi, yang harus didukung oleh kesiapan infrastruktur memadai.

Dikatakan oleh gubernur, dengan hilirisasi, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki oleh Provinsi Jambi yang merupakan potensi ekonomi, dapat dikelola secara optimal, sehingga memiliki nilai tambah bagi daerah dan masyarakat.

Lebih jauh, gubernur menjelaskan bahwa untuk mendukung hilirisasi produk dan untuk pengembangan ekonomi Provinsi Jambi, Pemerintah Provinsi Jambi sedang mengembangkan pembangunan kawasan ekonomi Ujung Jabung, yang konsep pengembangannya telah dimulai pada tahun 2010, yang pemancangan tiang pertamanya  dilakukan pada 20 November 2014, dan Kawasan Ekonomi Ujung Jabung telah diakomodidr didalam RTRW Provinsi Jambi 2013 – 2033, dan diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2020.

“Untuk percepatan pembiayaan Pelabuhan Ujung Jabung ini, kita juga telah mengusulkan agar Pelabuhan Ujung Jabung menjadi salah satu Tol Laut, sudah barang tentunya nanti akan link dengan rencana pembangunan tol dan kereta api Trans Sumatera,” ujar gubernur.

Gubernur menuturkan berbagai upaya pembangunan infrastrutur Provinsi Jambi sebagai pendukung dalam perekonomian dan pariwisata Provinsi Jambi, yakni pembangunan Bandara Sultan Thaha Syaifuddin Jambi yang telah ditetapkan sebagai Embarkasi Haji Antara, Pemerintah Provinsi Jambi terus memberikan dukungan pengembangan Bandara Bungo dan Bandara Depati Parbo, Kabupaten Kerinci, pengembangan klaster industri di Provinsi Jambi yang berbasis kompetensi inti daerah: industri pengolahan CPO, crumrubber, ikan dan turunannya, casiavera, pinang, kopi, teh, kelapa dalam, hortikultura dan tanaman pangan, industri pengolahan peternakan, industri hilir pertambangan dan bahan galian.

Selain itu, gubernur menjelaskan berbagai potensi wisata dan taman nasional dan upaya pengembangannya di Provinsi Jambi, baik wisata alam maupun wisata buatan, yaitu Kawasan Geopark Merangin, Kawasan Strategis Nasional Bukit 12, Kawasan Taman Nasional Bukit 30, Kawasan Taman Nasional Berbak, kawasan wisata Taman Nasional Kerinci Seblat, kawasan wisata alam Gunung Kerinci, serta Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari yang terpanjang di Sumatera, kawasan Percandian Muara Jambi, Menara Gentala Arasy yang dilengkapi dengan museum dan dihubungkan dengan dengan jembatan pedestrian.

Gubernur menyatakan, upaya lain yang dilakukan adalah menunjang terciptanya integrasi kegiatan UMKM pada sektor ekonomi yang lain, sehingga memiliki keterpaduan dan keterkaian untuk saling menopang dan mendukung, sebagai upaya mengembangkan ekonomi kerakyatan.

Gubernur menyebut Jambi EMAS Expo ini sebagai salah satu wujud konkret hubungan kemitraan yang baik antar pilar pembangunan, Pemerintah, swasta, dan masyarakat, yang berpartisipasi aktif dalam pembangunan ekonomi Provinsi Jambi, serta berharap agar kedepannya Jambi EMAS Expo bisa ditingkatkan dalam mencapai kemajuan pembangunan, terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Kepada para wartawan yang mewawancarainya, gubernur mengatakan, dalam penyelenggaraan Jambi EMAS Expo 2015, pemerintah tidak mengeluarkan biaya, diselenggarakan oleh pihak swasta, tetapi bagi instansi pemerintah yang mengisi stan, tetap bayar. Gubernur juga mengatakan bahwa even ini akan menghasilkan multiplier effect (efek pengganda), seperti peningkatan perekonomian para pedagang asongan.

Terkait kunjungan Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindistrian Republik Indonesia ke Tangkit, desa penghasil nanas di Jambi, gubernur menjelaskan bahwa di Tangkit akan dijadikan desa dengan industri khusus, nanas Tangkit akan dikembangkan, yakni bagaimana memanfaatkan pelepah nanas menjadi serat untuk dijadikan benang. Selain itu, kulit nanas direncanakan diolah menjadi pakan ternak.

“Jadi, potensi-potensi seperti itu yang akan dikembangkan, Nanti akan dikembangkan semacam industri kreatif bagi dinas, khususnya di suatu wilayah yang mempunyai produk khusus. Itu tadi yang menjadi kesepakatan, disamping juga akan dikembangkan desa-desa lain, dia (Dirjen) memberikan jatah dua desa untuk menjadi binaan Kementeriaan Perindustrian, dengan produk khusus, dari awal sampai hilirisasi produk dibawah binaan Kementerian Perindustrian,” jelas gubernur.

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Dra. Hj. Euis Saedah, M.Sc, dalam sambutannya menekankan, Provinsi Jambi punya potensi, dan Jambilah yang harus mengangkat nama Jambi, dan untuk itu Jambi harus kreatif.

Saedah mengemukakan, Provinsi Jambi mempunyai potensi yang sangat banyak, oleh karena itu, Jambi harus segera menentukan produk kreatif apa yang bisa mengangkat branding daerah Jambi. “Yang belum kedengaran itu branding-nya. Jadi, semua masyarakat Jambi akan merasa bangga, dengan branding itu dimiliki oleh seluruh masyarakat Jambi, dan orang yang dari luar Jambi juga akan mengetahui branding Jambi,” ujar Saedah.

Saedah menyatakan, jika suatu produk prioritas telah ditentukan, maka seluruh SKPD harus mendukung, jadi antar SKPD pembina terpadu, mendukung yang diunggulkan. “Dari Pusat, kami siap bekerjasama,” sebut Saedah.

Saedah mengungkapkan, dirinya telah mengunjungi Desa Tangkit, dan dari kunjungan tersebut dirinya mengemukakan bahwa nanas kaya untuk dihilirkan, dan bisa menjadi kawasan wisata nanas, dan dari daunnya yang terbuang selama ini bisa menjadi serat nanas atau menjadi bubur kertas nanas.

“Bisa menjadi art paper, art paper ini bisa menjadi packaging, menjadi kemasan yang kelihatan keren, tidak hanya kertas biasa,” terang Saedah.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi selaku Keua Panitia Jambi EMAS Expo 2015, Drs.Abdul Zaki, dalam laporannya menyampaikan, Jambi EMAS Expo 2015 diselenggarakan dari tanggal 8 sampai tanggal 13 Juni 2013 di Taman Rimba, dengan total jumlah stan 209.

Zaki mengucapkan terimakasih kepada PT Bina Mitra Multi Cipta sebagai event organizer Jambi EMAS Expo 2015, dan kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam even ini.

Buupati/walikota atau yang mewakili se Provinsi Jambi dan perwakilan Forkopimda Provinsi Jambi turut hadir dalam acara tersebut.(jambidaily.com/HMS/MUS)

KOMENTAR DISQUS :

Top