Selasa, 19 Desember 2017 |
Ekonomi

HBA: Swasembada Pangan Itu Bukan "ABS", Kapolda Beri Peringatan Tegas

Rabu, 08 Juli 2015 01:05:44 wib
ilustrasi pupuk subsidi (yahoo.com)

JAMBIDAILY EKONOMI-Gubernur Jambi, H.Hasan Basri Agus (HBA) menghimbau seluruh pihak yang berkaitan dengan pembangunan sektor pertanian untuk bekerja keras mewujudkan swasembada pangan dan bukan laporan "ABS" alias Asal Bapak Senang.

"Pemerintah Daerah dan seluruh pihak terkait harus sungguh-sungguh mendukung Pemerintah Pusat untuk mencapai swasembada pangan, baik melalui upaya ekstensifikasi maupun melalui intensifikasi,"

"Laporan tentang hasil yang dicapai adalah laporan yang sesuai dengan kenyataan, bukan laporan yang hanya ABS (Asal Bapak Senang),"tegas HBA, saat Peluncuran Bantuan Pupuk Pemerintah dalam rangka Peningkatan Produksi Padi, Jagung, dan Kedelai Tahun 2015 untuk Petani di Provinsi Jambi, Selasa (07/07) bertempat di Gudang Pusat KUD Provinsi Jambi, Tanjung Lumut, Kota Jambi.

"Pupuk ini gratis. Kalau dengan penggunaan pupuk ini, tidak juga meningkat hasilnya, kelewatan.  Jika mungkin, kita tidak hanya swasembada pangan, tetapi juga ekspor,"ingatnya.

Selanjutnya, didampingi oleh Kapolda Jambi dan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jambi, gubernur melakukan pelepasan perdana pupuk bantuan dari pemerintah bagi petani di Provinsi Jambi, yang ditandai dengan pemecahan kendi.

Kepada awak media yang mewancarai, HBA menyatakan, Pupuk Upsus (upaya khusus) yang dilepas ini gratis, yang kita sebarkan kepada para kelompok tani di Provinsi Jambi, dalam musim tanam tahun ini, yang insyaallah, apa yang diharapkan Pak Jokowi, Kabinet Kerja ini, dalam rangka untuk mencukupi kebutuhan kita.

Bukan hanya sekedar swasembada, jika mungkin kita ekspor dalam 3 tahun ini, itu harapan Pemerintah Pusat, untuk itulah dilakukan upaya khusus. Dan, salah satu yang dilakukan adalah upaya intensifikasi dengan penggunaan pupuk,"jelasnya.

Gubernur menyatakan, pupuk yang selama ini bermasalah, sekarang ada program khusus dari Pemerintah Pusat, pupuk diberikan dan kerjasama dengan Panglima TNI sampai Babinsa di tingkat desa, yang diharapkan bisa mempercepat peningkatan produksi.

"Di sisi lain, pengamanan pupuk sendiri, itu dari pihak Kepolisian, makanya Pak Kapolda juga hadir, menyaksikan langsung pemberangkatan pupuk. Kita ingin mensukseskan program Pemerintah Pusat, dalam kegiatan upaya khusus swasembada beras, jagung, dan kedelai.

"Ketiganya sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia dalam rangka swasembada pangan. Bayangkan, tanah kita luas, rakyat banyak, tapi jagung masih didatangkan dari luar negeri, apalagi kedelai. Itu yang menjadi pemikiran Pemerintah sehingga dilakukan kegiatan Upsus ini. Mudah-mudahan ini bisa sukses," terang gubernur.

Mengenai lokasi pertanian pengalokasian pupuknya, gubernur mengatakan bahwa hal itu didasarkan pada usulan para kelompok tani, dibantu oleh para penyuluh pertanian.

Kapolda Jambi, Brigjen Pol. Lutfi Lubihanto menjelaskan, dalam pengamanan pendistribusian pupuk tersebut, Kepolisian Republik Indonesia, bekerjasama dengan aparat keamanan lainnya, termasuk juga unsur TNI, ingin memberikan jaminan sesuai dengan tugas pokok Polri untuk mendukung Pemerintah, baik Pusat maupun Daerah.

"Pola pengamanannya, kita ingin membantu agar pupuk tepat sasaran, dalam perjalanan sampai dengan tempat yang dituju sesuai dengan rencana, termasuk juga kami memiliki petugas-petugas Babinkamtibmas dan Babinsa dalam penyaluran pupuk kepada masyarakat, agar sampai pada target yang ingin dicapai, ujar Kapolda.

"Babinkamtibmas dan Babinsa ditugaskan melekat di setiap desa dan kelurahan, bekerjasama dengan pihak desa dan kelurahan, untuk mempercepat ataupun menjamin program pemerintah ini berjalan sebagaimana mestinya," lanjut Kapolda.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang kemungkinan adanya oknum aparat keamanan yang "bermain", Kapolda menyatakan,"Mereka sudah kita bekali informasi yang cukup, bahwa ini adalah program khusus pemerintah, untuk mengantisipasi hal-hal yang dianalisis oleh pemerintah, bahwa pupuk merupakan item penting didalam program pertanian, yang saat ini masih sering tidak sampai kepada petani, maka kita bekali itu, selebihnya kita pantau, kalau ada hal-hal yang tidak sesuai," ungkap Kapolda.

"Kami aparat keamanan selalu memprediksi hal-hal yang berakibat gangguan itu ada, kemudian melakukan antisipasi, salah satunya dengan meminimalisir kesempatan mapun melakukan kegiatan pengawalan, termasuk juga mengawasi pelaksanaannya," urai Kapolda.

Ketika ditanyakan ancaman atau sanksi bagi oknum yang "bermain", Kapolda mengemukakan, "Penindakan sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana bahwa sesuatu barang ataupun sesuatu benda, yang dalam penguasaannya itu memang secara legal, tetapi kemudian tidak sampai pada tujuan, itu disebut penggelapan, hukumannya jelas," tandas Kapolda.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jambi, Ir.H.Amrin Aziz, dalam laporannya menyampaikan, bantuan pupuk dari pemerintah bagi petani ini merupakan pupuk non subsidi, sebanyak 7.400 ton, termasuk urea dan NPK, yang diproyeksikan bagi 71 ribu Ha padi dan jagung.

Pupuk senilai Rp39 miliar tersebut akan didistribusikan bagi 11 kabupaten/kota se Provinsi Jambi, yang didistribusikan langsung ke kelompok tani atau Babinsa terdekat dengan lokasi pertanian.(jambidaily.com/HMS/MUS)

 

Editor: Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top