Selasa, 16 Oktober 2018 |
Kesehatan & Olahraga

Hebat...Benahi Limbah, Batanghari Dapat Bantuan APBN Rp 8 Milyar

Rabu, 13 Juli 2016 19:59:17 wib
Sampah di TPA (google.co.id)

JAMBIDAILY KESEHATAN-Membenahi sarana dan prasarana pengolahan limbah tinja, Pemkab Batanghari mendapat kucuran dana APBN Rp 8 Milyar melalui Dinas Perkotaan Batanghari.

"Dana untuk bantuan sarana dan prasana sebesar Rp.5 Milliar, sedangkan pembangunan  Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) sebesar Rp.3 Milliar. Totalnya Rp.8 milliar,”papar Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Pertamanan Dinas Perkotaan Batanghari Hardianto mengakui adanya bantuan pemerintah pusat berupa kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan tahun ini, kepada jambidaily.com, Rabu 13 Juli 2016.

Dijelaskannya, kegiatan yang didanai pemerintah pusat itu berupa pembangunan sarana dan prasana pada lokasi TPA di jalan AMD Muarabulian, berupa gapura, kantor UPTD TPA, Komputer, timbangan, tempat pencucian mobil serta jalan operasional.

Jalan operasional ini akan dicor dengan rabat beton, panjangnya sekitar 500 meter. Kegiatan pembangunan sarana dan prasana di lokasi TPA ditangani langsung oleh satker provinsi Pihak satker yang telah melakukan tender dan pekerjaan di lapangan sudah mulai dilaksanakan.

“Pihak rekanan sudah melakukan kegiatan awal di lokasi,”terangnya.
 
Sedangkan pembangunan IPLT akan dibangun di lokasi TPA yang lama tepatnya di belakang Kantor DPRD Batanghari.

“IPLT ini berfungsi untuk mengolah tinja yang disedot dari septic tank masyarakat. Tujuannya agar tinja itu aman bagi lingkungan dan bisa dijadikan pupuk cair,” bebernya.

Hardianto menyebut, Pemda Batanghari sebenarnya sudah pernah membangun IPLT di lokasi TPA yang lama. Sayang, IPLT yang dibangun itu tidak lengkap sehingga hanya mampu menampung tinja tanpa ada pengolahan lanjutan.
 
“Nah yang akan dibangun sekarang sudah lengkap, Limbah yang diolah IPLT nantinya bisa dijual sebagai pupuk. Ini tentu akan menjadi sumber PAD ke depan,” tuturnya.
 
Pria yang diakrab disapa gatot ini mengungkapkan kalau selama ini masih banyak persepsi yang keliru tentang pengolahan sampah. Bahkan, Pemerintah Daerah cendrung masih enggan mengalokasikan pendanaan bagi penyediaan fasilitas di TPA. Padahal, pengelolaan sampah sangat penting karena dampaknya bisa membahayakan lingkungan dan masyarakat.
 
“Makanya Kami berupaya memperjuangkan anggaran ke pemerintah pusat untuk membangun TPA, Kita tidak bisa cuman mengandalkan APBD,” sebutnya.
 
Hardianto menyebut, terhitung sejak 2014-2016, Dinas Perkotaan Batanghari telah berhasil menarik Rp 17 milliar dana pemerintah pusat untuk membangun TPA Muarabulian. Sementara, Kontribusi Pemda Batanghari terhadap pembangunan TPA sejauh ini baru sebatas membangun jalan rabat beton dengan nilai Rp.1,1 milliar.

“Bandingkan sendiri perbedaannya, Kontribusi pemerintah pusat sangat jauh dibanding kontribusi daerah,” Pungkasnya (*)


Penulis   : Syahreddy
Editor    : Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top