Kamis, 21 Juni 2018 |
Pendidikan & Teknologi

Hebat dan Kreatif, Anak SLB Kuala Tungkal Produksi Tanjak "Filosopi Islami"

Rabu, 08 Maret 2017 11:53:39 wib
Siswa SLB Kuala Tungkal memperilihatkan karya Tanjak "Elang Terbang"

JAMBIDAILY PENDIDIKAN-Apresiasi dan bangga patut kita berikan kepada anak-anak Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kuala Tungkal, yang telah membuat kreasi Tanjak (Lacak-red) dengan filosopi islami.

Ditengah kekurangannya secara fisik, dengan bimbingan para para guru yang arif, mereka mampu membuat kerajinan tangan yang layak jual dan bernilai ekonomis tinggi.

Menurut pencetus kerajinan Tanjak SLB Negeri Kuala Tungkal, M. Irfan, mengungkapkan, selain bernilai ekonomis, Tanjak buatan Siswa SLB ini juga mengandung Filosofi Islami yang cukup dalam.

"Kita kan memproduksi Tanjak Elang Menyongsong Angin sama Elang Terbang. Kalau Elang Terbang itu terdiri dari 4 tingkat 5 lipatan. Terus yang lima lipatan itu menunjukan Rukun Islam, jadi dalam tanjak ini mengandung filosofinya Islami,"terang pria yang merupakan guru pembimbing SLB ini.

Sedangkan produksi lainnya, "Elang Menyongsong Angin" itu lebih mencerminkan keberanian dan keteguhan hati dalam berjuang. Intinya semangat berjuang, ibaratnya kalau diperahu kalau kita diam kita bisa hanyut, tapi kalau kita melawan arus kita bisa sampai,"tambah pria yang akrab disapa Gilang ini.

"Sebelum kita produksi tanjak ini kita riset dahulu. Kita riset ke kelembagaan adat, terus tua-tua tengganai disini. Jadi yang kita produksi adalah memang benar-benar tradisi bukan kreasi,"papar Gilang baru ini kepada jambidaily.com.

Sementara itu, Kepala Sekolah SLB Negeri Kuala Tungkal, Carry Agoeng mengatakan, pembuatan kerajinan Tanjak ini telah dilakukan sejak Juli 2016 lalu. Kerajinan Tanjak ini pertama kali digagas oleh salah seorang guru pembimbing SLB Negeri Kuala Tungkal bernama Muhammad Irfan.

"Kerajinan pembuatan Tanjak ini pencetusnya guru pembimbing disini, terus kita lakukan coba mencoba dan akhirnya anak anak (Siswa SLB) bisa membuatnya,"kata Carry Agoeng.

Dia menjelaskan, Kerajinan Tanjak murid  SLB tersebut sudah banyak dilirik oleh kalangan masyarakat umum, Pejabat Pemerintahan, Anggota DPRD dan bahkan hingga ke kalangan Pertai Politik.

"Pesanannya lumayan, dari kantor-kantor juga sudah, dari masyarakat juga sudah, dari DPRD juga susah, bahkan dari kalangan partai juga mesan dengan kami,"jelasnya.

Untuk kisaran harga, lanjut Cerry, pihaknya tidak mematok terlalu mahal.

"Harga berfariasi, tergantung bahan. Ada yang Rp 60 ribu, Rp 65 ribu, Rp 70 ribu dan yang paling mahal Rp 75 ribu. Kita gak jual mahal mahal sih. Kalau untuk pesanan sekali pesan ada yang 20 buah, 30 buah dan bahkan ada yang mesan 50 buah tanjak. Dalam sehari siswa kami bisa menghasilkan 30 Tanjak,"terangnya.

Diakui Cerry, Penjualan Tanjak hasil kerajinan Siswa SLB Negeri Kuala Tungkal ini meledak semenjak Gubernur Jambi, Zumi Zola memakainya.

"Mungkin pas lagi buming Tanjak di Jambi. Pas bapak Gubernur juga pakai, baru banyak pesanan pada kita,"sebutnya.

Tidak hanya dari diwilayah Provinsi Jambi, Pesanan Tanjak buatan murid SLB Negeri Kuala Tungkal ini juga banyak di gandrungi oleh masyarakat dari luar Provinsi Jambi. Seperti, Yogyakarta dan Bandung.

"Omset tergantung pesanan. Pesanannya sampai ke Yogyakarta dan Bandung. Alhamdulilah sudah dikenal secara Nasional, serta pesanan dari sejumlah daerah lain di Jambi. Peralatan yang kami miliki bisa dibilang cukup, tapi kalau ada pesanan partai besar kita kuwalahan,"tutur Cerry.(*)


Penulis    : Reza Hariyanto
Editor     :  Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top